Close Menu
Cerita SexCerita Sex
  • Warning!
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Kirim Cerita Sex
  • Join Telegram
  • Video Bokep
  • Foto Bugil
  • Jav Sub Indo
X (Twitter) WhatsApp Telegram
Cerita SexCerita Sex
  • Contact
  • Warning!
  • Privacy
  • Kirim Cerita
  • ThePornDude
  • Bokep
Cerita SexCerita Sex
Home»Cerita Sex Sedarah»Anak Tiri

Anak Tiri

Ketagihan Dientot Anak Tiri
Share Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Tak tahan lama, Arvin menarik penisnya keluar dengan bunyi kecapan basah, meninggalkan Retno tersengal mulut basah. Ia mendorong Retno telentang di kasur, kakinya terbuka lebar, jilbab masih rapi kontras dengan tubuh telanjangnya.

“Aku mau memek Kakak sekarang,” desah Arvin, mengarahkan penis tebalnya ke vagina Retno yang menganga basah.

Satu dorongan kuat, menusuk dalam hingga pangkal, memenuhi Retno penuh. “Aaaahhh! Vin… gede banget!” jerit Retno, punggungnya melengkung, kuku cengkeram punggung Arvin.

Mereka pun semakin liar. Arvin mengegnjot ganas, pinggulnya menghantam ritmis hingga menimbulkan bunyi plok-plok-plok, penis keluar-masuk vagina Retno yang berlendir, klitoris tergesek keras.

Retno membalas goyang pinggul liar, “Terus… cepet… aahh!”, tangan meremas pantat Arvin, kaki melingkar pinggangnya. Arvin meremas payudara Retno kasar, gigit puting sambil tusuk lebih dalam, posisi misionaris berubah doggy.

Retno berlutut, Arvin dari belakang menghantam brak-brak-brak, rambut di balik jilbab digenggam. Erangan mereka memenuhi kamar: “Memek Kakak ketat banget… aaah aku mau keluar!”

“Keluarin aja di dalem, Vin!”

Tubuh Retno berguncang basah keringat, kasur bergoyang, orgasme Retno meledak dulu, vaginanya kejang nyedot penis Arvin, diikuti Arvin menyemprotkan sperma panas membanjiri rahim Retno.

Mereka ambruk pelan di kasur, napas tersengal saling bertautan, tubuh lengket keringat bercampur cairan cinta.

Arvin memutar tubuhnya, menarik Retno ke pelukannya erat, dada bidangnya menempel payudara Retno yang naik turun cepat, tangan merangkul pinggangnya lembut. Retno membalas pelukan, pipinya bersandar di bahu Arvin yang basah, jilbabnya masih rapi kontras dengan ketelanjangan mereka.

“Kak Retno…” bisik Arvin, bibirnya mencari bibir Retno lagi. Ciuman mesra menyusul, lembut dulu, lidah saling menyapa pelan, lalu semakin dalam, basah, penuh rasa syukur dan sayang. Tangan Arvin menyusuri punggung Retno, Retno balas cium gigitan genit di lehernya, erangan kecil terdengar di antara kecupan.

Arvin menarik diri pelan, wajahnya memerah malu. “Maaf ya, Kak… aku terlalu cepat keluar tadi. Maklum, sudah lama banget nyimpan hasrat ini buat Kakak,” katanya jujur, matanya menunduk tapi tersenyum kecil.

Retno terkikik lembut, jarinya menyentuh dagu Arvin mengangkat wajahnya. “Nggak apa-apa sama sekali, Vin. Aku malah senang… sangat bahagia,” balasnya tulus, matanya berbinar penuh kelegaan. Ia merasa hidup lagi setelah sekian lama.

Arvin bangkit telanjang, tak malu-malu, ambil celana pendek lalu ke dapur kecil kosnya. Tak lama, ia kembali dengan nampan: dua gelas kopi cream panas dan piring kue bolu cokelat yang ia sediakan dari kemarin.

“Nikmati dulu, Kak. Biar tenang,” katanya sambil duduk kembali, menutupi selangkangan Retno dengan selimut tipis agar nyaman. Mereka duduk bersila di kasur, menyeruput kopi sambil ngemil kue, suasana hangat seperti pasangan lama.

Retno mulai bercerita terbuka, suaranya pelan penuh kepercayaan. “Aku sebenarnya ibu tiri dari empat anak, Vin. Dua di antaranya seusia kamu, tapi… mereka semua nggak dekat sama aku. Walau aku sendiri nggak pernah berbuat kasar sama sekali.” Matanya sayu sebentar, tapi Arvin merangkul bahunya pengertian.

Retno terus terang, “Suamiku sudah tua dan loyo… udah lama nggak bisa puasin aku.” Pengakuan itu keluar alami, tanpa beban.

Arvin tersenyum tak malu-malu lagi. “Aku suka wanita lebih tua dari aku, Kak. Kayak Kakak gini… matang, pengertian. Pertama kali kenal sex malah sama guru SMP-ku waktu kelas dua SMA. Dia ajarin semuanya di kosongannya,” akunya santai, tertawa kecil saat Retno terbelalak kaget tapi ikut terkikik.

Retno menyeruput kopi hitamnya pelan, merasakan kehangatan yang menyebar di dada setelah cerita terbuka tadi. Suasana kamar kos Arvin terasa semakin intim, dengan AC dingin dan aroma kue bolu yang masih mengepul. Ia meletakkan gelasnya, menatap Arvin dengan senyum malu-malu.

“Suamiku lagi dinas luar kota, Vin. Baru pulang dua hari lagi,” katanya pelan, suaranya campur antara lega dan ragu.

Arvin langsung tersenyum lebar, matanya berbinar. “Wah, kebetulan banget, Kak. Kalau gitu, tetap aja di kosan aku hari ini. Santai dulu, ngobrol-ngobrol. Nanti malam aku anterin pulang, aman kok. Biar nggak buru-buru,” sarannya hangat, tangannya menyentuh lengan Retno lembut, penuh perhatian.

Retno ragu sesaat, tapi kehangatan Arvin dan kebebasan sementara tanpa suami membuatnya mengangguk. “Yaudah deh… tapi jangan nakal-nakal terus ya,” godanya sambil terkikik.

Arvin tertawa, langsung ambil ponselnya. “Oke, Kak. Sekarang aku pesen makan siang dulu. Mau apa? Ayam geprek atau nasi goreng spesial?”

Tak lama, ia memesan via aplikasi—nasi goreng seafood dan ayam geprek pedas dengan es teh manis dua, lengkap es krim penutup. Pesanan tiba cepat, 20 menit kemudian, dikirim ojek online ke pintu kos.

Mereka makan berdua di meja kecil, duduk bersila santai dengan pakaian longgar yang Arvin pinjamkan ke Retno, kaos oversized dan celana pendeknya. Suasana riang: Arvin suapin Retno es krim sambil bercanda,

“Pedasnya ayamnya nggak ada apa-apanya dibanding Kakak tadi,” membuat Retno cubit lengannya sambil tertawa ngakak. Ngocoks.com

Mereka makan lahap, obrolan mengalir tentang mimpi Retno jadi pilot waktu kecil, cerita Arvin soal pendakian gunung, tangan sesekali bersentuhan genit. Piring bersih, perut kenyang, suasana makin mesra.

Setelah makan, Arvin bangkit, tarik tangan Retno. “Mandi yuk bareng, Kak. Biar fresh lagi. Airnya hangat, ada sabun wangi,” ajaknya genit tapi tulus.

Retno tersipu, tapi ikut, mereka masuk kamar mandi kecil tapi bersih, shower nyala air hangat mengguyur. Arvin lepas handuk pembungkus tubuhnya, Retno juga, jilbabnya dilepas sementara rambutnya basah terurai.

Mereka mandi bareng: Arvin siram punggung Retno sabun busa, tangan merayap payudara dan perutnya pelan, Retno balas gosok dada Arvin sambil ciuman basah di bawah air.

“Enak ya, Vin…” desah Retno, tubuh mereka licin bergesekan, gairah mulai menyala lagi di antara cipratan air.

Setelah mandi bareng yang penuh kehangatan dan sentuhan intim, gairah kembali membakar Retno dan Arvin. Begitu air shower dimatikan, tubuh mereka yang basah dan licin bergesekan, membuat hasrat semakin tak tertahankan. Arvin meraih tangan Retno, menuntunnya kembali ke kasur. Di kasur yang kini sedikit lembab, Arvin membalikkan tubuh Retno.

Retno berlutut, kedua tangannya menopang tubuh di kasur, bokongnya terangkat seksi. Arvin segera memposisikan dirinya di belakang Retno. Penisnya yang sudah tegang kembali menyapa vagina Retno yang basah dan siap. Tanpa basa-basi, Arvin mendorong penisnya masuk, menusuk dalam dari belakang.

“Aahhh…” desah Retno, punggungnya melengkung, merasakan hantaman yang begitu memuaskan. Arvin mencengkeram pinggul Retno, mulai mengentot dengan ritme cepat dan bertenaga.

“Plok-plok-plok” suara desahan kulit bertemu kulit mengisi kamar kos. Rambut Retno yang basah terurai menari-nari setiap kali Arvin menghantam. Retno mendesah-desah tak karuan, giginya menggigit bantal, merasakan setiap dorongan Arvin yang begitu pas dan dalam.

“Enak, Bangeeet Vin… terus… lebih cepat… lebih dalaaaam aaaah sssst…” pintanya.

Arvin semakin liar, menghantam lebih dalam, lebih cepat. “Kak Retno… ketat banget…” erangnya di telinga Retno, napasnya memburu.

Keringat kembali membanjiri tubuh mereka. Retno merasakan tubuhnya tegang, vaginanya semakin menjepit penis Arvin. Ia akan segera klimaks.

“Aahhh… aku… keluar lagi Viiin…!” jerit Retno, tubuhnya bergetar hebat, orgasme yang kuat mengguncangnya. Arvin mengikutinya tak lama kemudian, menggenjot beberapa kali lagi dengan keras, lalu menyemburkan seluruh isinya ke dalam vagina Retno dengan desahan panjang.

Mereka ambruk dalam posisi itu selama beberapa saat, napas tersengal, tubuh saling menempel, hangat dan puas.

Setelah gairah mereda, mereka bangkit. Kali ini, mereka mandi lebih bersih, membersihkan sisa-sisa persetubuhan yang memabukkan. Air hangat kembali membasuh tubuh, membersihkan dan menyegarkan.

Setelah mandi, mereka mengeringkan tubuh, lalu tanpa bicara lebih lanjut, Arvin menarik selimut. Mereka berdua naik ke kasur, berpelukan erat, merasakan kelelahan yang menyenangkan setelah pelepasan gairah yang begitu intens.

Sinar matahari siang menembus celah gorden, menciptakan suasana yang remang dan damai. Dalam dekapan Arvin, Retno merasa aman, dicintai, dan benar-benar puas. Tak lama kemudian, mereka berdua tertidur lelap, menikmati tidur siang yang pulas, membiarkan tubuh beristirahat dari aktivitas pagi yang penuh gairah.

‘Akhirnya anak tiri orang yang pertama kali menyetubuhiku, setelah bersuamikan Pak Gofur,’ bisik Retno dalam hati sebelum terlelap lebih dalam di mimpi-mimpi indahnya.

Bersambung…

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
ABG Anak Kecil Anak Polos Berlanjut Bersambung Cantik Gangbang Keluarga Kenikmatan Mesum Ngentot Pengalaman Rame Rame Sedarah Selingkuh Tergila Ternikmat Umum
Share. Twitter Telegram WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKakek Tua
Next Article Birahi di Pesantren
ceritasex

    Ngocoks adalah situs dewasa yang berisi kumpulan cerita sex tergres yang di update setiap hari. Jangan lupa bookmark situs ini biar tidak ketinggalan cerita dewasa lainnya, -terima kasih.

    Related Post

    9.5

    Dinda Alaina Putri

    9.5

    Dark Soul

    9.5

    Office Cutie

    9.3

    Arabian Madness

    9.3

    Pussycat’s Blackman Island

    9.5

    Birahi di Pesantren

    Follow Facebook

    Recent Post

    Sang Pewaris

    Dinda Alaina Putri

    Dark Soul

    Office Cutie

    Arabian Madness

    Pussycat’s Blackman Island

    Birahi di Pesantren

    Anak Tiri

    Kakek Tua

    Tabir Cinta 2 Dunia

    Kategori

    Terekspos

    Ngocoks.com adalah situs dewasa berisi kumpulan cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot dengan berbagai kategori seperti perselingkuhan, perkosaan, sedarah, abg, tante, janda dan masih banyak lainnya yang dikemas dengan rapi dan menarik.

     

    ✓ Update Cerita Sex Setiap Hari
    ✓ Cerita Sex Berbagai Kategori
    ✓ 100% Kualitas Cerita Premium
    ✓ Semua Konten Gratis dengan Kualitas Terbaik
    ✓ Semua Konten Yang Diupload Dipilih & Hanya Update Konten Berkualitas

     

    Cara Akses Situs Ngocoks

    Akses menggunakan VPN atau kamu bisa juga akses situs Ngocoks ini tanpa VPN yang beralamat ngocoks.com kalau susah diingat, Silahkan kamu buka saja Google.com.sg Lalu ketikan tulisan ini ngocoks.com, terus klik halaman/link paling atas situs NGOCOKS no 1 di Google. Selamat Membaca!


     

    Indonesian Porn Fetish Sites | Indonesian Porn List | Ulasan Bokep Indonesia

    © 2026 Ngocoks - Support by Google Inc.
    • Warning!
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Kirim Cerita Sex
    • Channel Telegram

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.