Close Menu
Cerita SexCerita Sex
  • Warning!
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Kirim Cerita Sex
  • Join Telegram
  • Video Bokep
  • Foto Bugil
  • Jav Sub Indo
X (Twitter) WhatsApp Telegram
Cerita SexCerita Sex
  • Contact
  • Warning!
  • Privacy
  • Kirim Cerita
  • ThePornDude
  • Bokep
Cerita SexCerita Sex
Home»Cerita Sex Sedarah»Anak Tiri

Anak Tiri

Ketagihan Dientot Anak Tiri
Share Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Retno akhirnya selesai membersihkan kamar tidur utama, sprei baru terhampar rapi, bau sabun laundry segar memenuhi udara. Ia berdiri di depan cermin panjang, memandang pantulan dirinya.

Jilbab abu-abu yang sedikit lembab karena keringat kerja rumah, kaos olahraga yang menempel ketat di lekuk dada montoknya, puting samar menonjol karena kain basah, legging hitam membalut pinggul lebar dan paha kencang seperti pelukan lembut tapi menggoda. Setiap napas membuat dada naik turun, kain bergesek pelan di kulit sensitif.

Ia menghela napas panjang, mencoba meyakinkan diri bahwa hari ini akan berlalu biasa saja. Tapi panas di perut bawahnya tak kunjung redup, seperti bara yang tersisa setelah api padam sebulan lalu—malah semakin membara, lembab yang makin terasa di antara paha.

Ia berjalan ke kamar mandi lagi, berniat mandi air dingin. Pintu ditutup pelan, dikunci. Air keran dibuka deras, tapi bukannya langsung guyur, Retno bersandar di dinding ubin dingin, mata terpejam.

Bayangan Egar pagi tadi muncul lagi, tak diundang: kaos tanpa lengan basah keringat menempel di dada bidang, otot naik turun, celana pendek menonjolkan garis V di perut bawah, dan tonjolan samar di sana—besar, panjang, menggoda. ‘Lebih besar dari milik Arvin,’ batinnya, membuat pipinya memerah dan lembahnya berdenyut pelan.

Setelah mandi, ia berdandan dengan daster rumahan tipis berwarna krem yang jarang dipakai di luar. Kain sutra halus menempel lembut di kulit masih hangat, tanpa bra atau celana dalam—hanya sensasi kain tipis bergesek setiap langkah, membuat putingnya menonjol samar dan lembah basahnya terasa lebih terbuka, lebih haus.

Ia bersenandung pelan, suara lembut dan sendu mengalun lagu itu lagi:

‘Ku tak tahu mengapa tiba-tiba sahaja, di dalam hati ini sering rindu padamu. Ingin kumeluahkan tak berdaya.’

‘Ku tahu engkau jua sangat sayang padaku, kau pun sering merindu bila tidak bertemu. Ternyata kau dan aku punya rasa.’

‘Kau dan aku sudah ditakdirkan bertemu dan tiba-tiba kita jatuh cinta. Ini semua sudah suratan ilahi dan kita harus tabah hadapi kenyataan.’

‘Biar apapun terjadi aku harap engkau tabah. Menerimaku sebagai teman barumu, semoga kita saling sayang, bahagia.’

‘Usahlah engkau pergi selagi di hatiku. Masih menyayangimu, oh sayangku. Bila sehari tak jumpa, aku rindu.’

Bait demi bait lagu ‘Kita Ditakdirkan Jatuh Cinta’ mengalun dengan sendu di hati Retno, seperti sedang bicara langsung pada dirinya sendiri—atau pada Egar yang tak ada di sana.

Saat sedang berdiri di teras, tiba-tiba.

“Selamat pagi, Bu Retno, permisi hehehe.” Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Retno dan sontak membuyarkan semua lamunannya.

“Eh selamat siang juga, Mas!” balas Retno dengan suara yang sedikit gelagapan. Dia bahkan baru menyadarinya jika ternyata di depan matanya telah berdiri seorang lelaki berusia kira-kira empat puluh tahunan, lengkap dengan motor dan gerobak sayurannya. Lelaki itu Mas Pento namanya.

Mas Pento pedagang sayuran yang reputasinya sebagai penyebar gosip sudah tidak diragukan lagi. Dia lah biang gosip sejati antar kampung dan perkomplekan yang bisa dia lalui saat menjajakan dagangannya.

Manga Fajar sudah malang melintang dengan dunia gosif dan infotainmentnya yang lengkap, akurat sedikit meragukan. Namun anehnya semua terpaksa percaya, karena fakta-fakta selanjutnya dijamin akurat.

Retno biasa bertemu dengan Mas Pento saat hendak berbelanja bahan makanan untuk masakannya di rumah. Tapi kali ini Retno sedang tidak minat untuk belanja bahan sayuran karena persediaannya masih banyak.

“Bu Retno udah belanja sayuran di tempat lain ya?” tanya Mas Pento santun karena melihat Retno yang masih tetap berdiri tertegun di beranda rumahnya. Wajahnya memang mengarah kepadanya namun pandangan matanya terlihat tidak fokus.

“I…iya Mas, habisnya Mas Pento kok siang amat ke sininya?” jawab Retno pura-pura membenarkan pertanyaan Mas Pento.

“Oh gitu, gak liat-liat dulu sayurnya, barang kali buat stock, Bu. Masih seger-seger loh Bu Retno. Kuat disimpan sampai dua hari, bahkan jika tidak dimasukan ke dalam kulkas pun.” Mas Pento terus melancarkan rayuan tingkat dewanya yang selalu sukses membuat semua emak-emak diberbagai kampung dan kompleks tak kuasa menolak tawarannya.

“Gak ada gosip terkini, Mas, hihihi?” tanya Retno sambil terkikik dan berjalan mendatangi Mas Pento.

“Hah!” Mas Pento sedikit tersentak. “Tumben ibu bertanya gosip, hehehe?” tanya Mas Pento masih dengan mode wajah pas-pasannya yang melongo.

“Iya, kan biasanya juga saya mah gak usah bertanya, toh Mas Pento sendiri yang suka langsung menebarkan beritanya dan gosip terpanasanya, hehehe,” balas Retno seraya senyum dikulum.

“Hehehe, iya sih, Bu. Habisnya kan biasanya juga Ibu belanjanya bareng-bareng sama emak-emak yang lain. Kalau sekarang udah ketinggalan infonya. Tuh sok dilihat dulu sayurannya, Bu,” balas Mas Pento sambil terus melirik Retno seakan matanya menangkap ada sesuatu yang beda dalam diri Nynya Haji Gofur itu.

“Masak apa ya, Mas?” Retno bertanya bingun pada dirinya sendiri sambil melirik-lirik isi gerobak sayuran Mas Pento.

“Nih ada terong, mentimun, wortel, lobak, dan pare. Wih ukurannya gede-gede lagi, Bu.” Mas Pento bersemangat menawarkan dagangannya yang justru ditankap oleh Retno sebagai modus untuk mengarahkan pikirannya kembali pada bentuk ular hitam milik suaminya Widia.

‘Astaga! Ada apa dengan diriku? Mengapa mendengar kata besar dan panjang aja aku langsung inget sama itu. Padahal kan emang kata-kata itu sudah biasa diucapkan dan didengar?’ maki Retno dalam hatinya.

Ajaibnya justru seketika itu pula Retno merasakan kembali adanya getaran-getaran dan gairah aneh dalam dirinya saat mendengarnya sambil menatap salah satu terong ungu yang dia perkirakan ukurannya hampir sama persis dengan penisnya Halim.

“Gimana Bu Retno? Mau beli apa?” Mas Pento kembali membuyarkan lamunan Retno.

“I.. iya Mas, tapi saya bingung masaknya. Mau dibikin apa ya? hehehe.” Retno berusaha menghilangkan salah tingkah dan perasaan-perasaan aneh dalam dirinya. Ngocoks.com

“Atuh gampang itumah, Bu. Kalau terong bisa dibikin terong balado. Mentimun sama wortel bisa dimasak jadi acar kuning. Lobak bisa ditambahin kalau ibu bikin sop atau soto. Nah, kalau pare bisa dibikin tumis pare, hehehhe,” jawab Mas Pento menerangkan olahan makanan apa saja yang bisa dibut dari bahan sayuran yang dijualnya tersebut.

Dan hal itu bukan sesuatu yang asing buat Retno, karena sejatinya memang bukan itu yang Retno bingungkan.

“Ya kalau Bu Retno, gak pake buat masak, mungkin bisa dipake buat kegiatan yang lain, hehehehe.” Mas Pento bicara sambil cengengesan dan terus menatap wajah Retno yang makin gelagapan bingung.

“Kegiatan lain apa maksudnya, Mas?” tanya Retno spontan.

“Ah Ibu suka pura-pura. Emak-emak di sini juga suka gitu kalau lagi kurang puas sama suaminya,” jawab Mas Pento sekenanya.

“Hah! Suka gitu gimana, Mas? Apa hubungannya kurang puas dengan suaminya sama sayuran ini?” Retno benar-benar tidak tahu arah pembicaraan Mas Pento yang mulai ngelantur gak jelas.

“Suka gitu Ibu mah, hehehehe. Rata-rata kalau yang gak puas sama penis suaminya, kan suka nyari ganti sementara. Apalagi kalau para suaminya sedang gak ada. Ada juga yang suka minta dibantuin sama Mamang. Udah gak aneh emak-emak di sini mah, Bu.” jawab Mas Pento makin percaya diri dan sedikit menjijikan.

“Aduh saya beneran gak ngerti deh dengan omonganmu, Mas.” Lagi-lagi Retno bingung mengkap makna dari isi permbicaraan sang biang gosip itu.

“Nanti deh saya jelasin dan bantuin ya kalau ibu sudah siap, hehehe.” Mas Pento menjawab sambil jalan pelan menuju ke arah Retno.

“Mas Pento mau jelasin apanya?” Retno bertanya yang kina tambah pusing.

“Tapi ini rahasia ya, Bu. Banyak Emak-emak di sini yang suka memasukan terong atau mentimun atau pare ke dalam kemaluannya, demi untuk memuaskan hasrtanya, jika mereka tidak mendapatkan dari suaminya,” terang Mas Pento sambil berbisik.

“Hah! Gila kamu Mas!” sentak Retno sambil mundur satu langkah, kedua matanya inetns menatap wajah Mas Pento yang masih cengar-cengir.

“Kalau ibu gak percaya, tanya aja sama Bu Idan, dia kan sahabat ibu juga.” Dengan santainya Mas Pento menantang Retno.

“Astaga! Bu Idan suka melakukan itu?” Tak sadar Retno pun berteriak tak percaya.

“Hehehe kalau Bu Idan sih gak butuh bantuan lagi, punya suaminya kan emang udah segede ini,” jawab Mas Pento sambil mengambil terong ungu dan memeprlihatkannya pada Retno.

Deg!

Jantung Retno seketika terasa berhenti berdetak. Terong yang diambil dan diperlihat Mas Pento adalah terong yang sejak tadi dia perhatikan karena besar dan panjangnya memang benar-benar seperti satu ukuran dengan Pak Idaan.

“Kok Ma…ma..mas tahu sih terong punya Pak Idan gede dan panjang?” Entah mengapa Retno tiba-tiba saja bertanya begitu.

“Hehehe tahu lah Bu. Pak Idan kan suka mijit bapak-bapak yang punya ukuran kecil dan kurang perkasa. Masa pemijatnya kalah besar sama yang dipijat hehehe. Saya juga pernah dipijat sama dia, dan hasilnya memang luar biasa,” ucap Mas Pento sambil mengarahakan terong ungu yang dipegangnya pada selangkangannya, seolah-olah meminta Retno untuk melihat penisnya di balik celannya.

Cerita Sex Artis Papan Atas

“Ih apaan sih Mas. Udah ah saya gak jadi beli, besok aja atau kapan-kapan!” sergah Retno sambil setengah berlari masuk kembali ke rumahnya.

“Oke Bu, siaaaap. Besok ya!” jawab Mas Pento setengah berteriak dari luar, tak lama kemudian suara mesin motornya kembali hidup.

“Dasar ak-aki sinting!” sergah Retno sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, lalu menengadahkan wajahnya menatap langit-langit yang kembali menampilkan bayangan terong ungu milik Arvin, Egar juga Nizar.

“Astagfirullah!” sergah Retno, sambil beberapa kali mengusap wajahnya yang terasa seperti terjerang api membara.

Bersambung…

Cerita ini kurang lebih ada 20 episode, nantikan kelanjutannya yang akan di update hanya di situs Ngocoks.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
ABG Anak Kecil Anak Polos Berlanjut Bersambung Cantik Gangbang Keluarga Kenikmatan Mesum Ngentot Pengalaman Rame Rame Sedarah Selingkuh Tergila Ternikmat Umum
Share. Twitter Telegram WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKakek Tua
Next Article Birahi di Pesantren
ceritasex

    Ngocoks adalah situs dewasa yang berisi kumpulan cerita sex tergres yang di update setiap hari. Jangan lupa bookmark situs ini biar tidak ketinggalan cerita dewasa lainnya, -terima kasih.

    Related Post

    9.5

    Dinda Alaina Putri

    9.5

    Dark Soul

    9.5

    Office Cutie

    9.3

    Arabian Madness

    9.3

    Pussycat’s Blackman Island

    9.5

    Birahi di Pesantren

    Follow Facebook

    Recent Post

    Sang Pewaris

    Dinda Alaina Putri

    Dark Soul

    Office Cutie

    Arabian Madness

    Pussycat’s Blackman Island

    Birahi di Pesantren

    Anak Tiri

    Kakek Tua

    Tabir Cinta 2 Dunia

    Kategori

    Terekspos

    Ngocoks.com adalah situs dewasa berisi kumpulan cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot dengan berbagai kategori seperti perselingkuhan, perkosaan, sedarah, abg, tante, janda dan masih banyak lainnya yang dikemas dengan rapi dan menarik.

     

    ✓ Update Cerita Sex Setiap Hari
    ✓ Cerita Sex Berbagai Kategori
    ✓ 100% Kualitas Cerita Premium
    ✓ Semua Konten Gratis dengan Kualitas Terbaik
    ✓ Semua Konten Yang Diupload Dipilih & Hanya Update Konten Berkualitas

     

    Cara Akses Situs Ngocoks

    Akses menggunakan VPN atau kamu bisa juga akses situs Ngocoks ini tanpa VPN yang beralamat ngocoks.com kalau susah diingat, Silahkan kamu buka saja Google.com.sg Lalu ketikan tulisan ini ngocoks.com, terus klik halaman/link paling atas situs NGOCOKS no 1 di Google. Selamat Membaca!


     

    Indonesian Porn Fetish Sites | Indonesian Porn List | Ulasan Bokep Indonesia

    © 2026 Ngocoks - Support by Google Inc.
    • Warning!
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Kirim Cerita Sex
    • Channel Telegram

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.