Aku mulai meremas selangkangannya, merasakan penisnya yang sudah sangat keras. Kecupannya mulai turun ke leher dan kemudian dadaku. Dan akhirnya ia membuka dress ku. Tampaklah payudara besar dan tubuh indahku
“tubuh kamu indah sekali dik, sempurna” ucapnya. Aku pun semakin bergairah mendengar pujiannya.
Tangan kirinya meremas payudaraku, dan tangan kanannya mulai masuk ke panty ku, dan memainkan jemarinya di vaginaku. “oouuuhh” aku pun mulai melenguh.
Ia berhenti sejenak untuk membuka seluruh pakaiannya, dan aku pun terkejut tampak penisnya ternyata sungguh sangat besar.
“kamu suka dik?” tanyanya sambil menunjuk penisnya. Aku pun mengangguk.
Ia membuka bra ku, tampaklah sangat jelas bentuk dan ukuran payudaraku. Dengan sangat ganas ia mulai meremas dan menyedot payudaraku. “ouuchh.. Terus mas” ujarku. Aku pun mulai mengocok penisnya.
Karena aku sudah sedemikian horny, tanpa sadar aku mengatakan “aku blowjob ya mas” ia pun tersenyum lebar. Aku mulai memasukkan penisnya ke mulutku, ukurannya yang besar membuatku kesulitan untuk memasukkannya, aku pun mengocoknya dengan mulutku “nikmat sekali dik, kamu pintar banget blowjobnya” pujinya.
Kuteruskan blowjob ku hingga beberapa menit hingga akhirnya ia mengatakan “gantian aku yang jilat vagina mu dik”. Ia pun membuka panty ku kemudian memposisikanku mengangkang di sofa.
Sejenak ia memandangi vagina ku. “aku malu mas” ucapku. “jangan malu dik, punya kamu indah sekali” katanya. Setelah itu ia mulai memainkan lidahnya dengan ganas, aku pun mendesah menerima perlakuan nikmat ini “oooh… Ouuch… Terus mas”
Setelah beberapa waktu, aku sampai pada orgasme ku “ooooooooh….” sambil menggelinjang. Seolah tidak mau menyiakan orgasmeku, ia mulai berdiri, dan memasukkan penisnya yang besar dan menggenjotku, membuat orgasmeku semakin panjang dan nikmat. “nikmat kan dik, kamu suka kan…” tanyanya.
Aku pun hanya bisa mengangguk. Ia pun semakin ganas menggenjotku. Hingga akhirnya ia mengubah posisiku, ia duduk dan memposisikanku di atasnya. Aku pun menggoyangkan pinggulku.
Terasa penisnya yang besar mengaduk – aduk vaginaku. Sambil memaikan payudaraku pula, ia bertanya “enak mana sama punya suamimu dik?”, “enak punya mas… Punya mas enak banget…. Ouuuuhhh” jawabku meracau.
Aku pun terus menggenjot sampai akhirnya terasa orgasme keduaku. Aku pun menggelinjang menikmati orgasmeku.
Mas rizki menggendongku ke tempat tidur. Kali ini aku digenjot dari belakang dengan posisi doggy style. Terasa nikmat sekali. “kamu suka ML sama mas?”, “suka banget maaas”, “mau sering-sering mas genjot gini”, “mau banget maaas… Aku ga akan bosen”. Aku pun mulai bicara melantur.
Akhirnya ia memposisikanku di bawahnya dan melanjutkan menggenjotku dengan ganas “oouch… Ouchh.. Terus mas… Oucchh..”
Akhirnya aku mulai merasakan akan muncul orgasme ketigaku. “aku udah mau keluar dik.. Aku keluarin di mana dik”. “didalam aja mas.. Aku.. Juga mau sampe lagi… Ouuh..” ia pun semakin menggenjot, hingga akhirnya kami orgasme bersamaan. “ooooh……..” aku menggelinjang kembali.
Akhirnya kami pun terbaring lemas. Aku pun memeluknnya dengan mesra. Dan kami pun berkecupan mesra. Hingga akhirnya kami sama-sama tertidur.
Esok paginya, saat bangun, ia mengajakku mandi bersama. Dan aku pun mandi bersamanya di bathtub. Namun, rupanya kami sama sama horny, sehingga kami melakukan ML di bathtub itu hingga aku orgasme 2 kali. Setelah itu kami sarapan dan pulang kembali ke rumah.
Sejak kejadian itu, aku dan mas rizki semakin mesra. Kami pun semakin intens berkomunikasi. Tapi di rumah sakit kami berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa, karena ia juga harus menjaga rahasia dari istrinya.
Disaat yang sama, aku pun tetap berkomunikasi intens dengan mas andy, kami tetap sering bertemu dan makan malam bersama.
Aku semakin berani dalam berpakaian, aku sering menggunakan tanktop dan hot pants apabila keluar rumah dan berbelanja di mall. Begitu pun saat pergi ke gym, aku mengenakan yoga pants yang sangat ketat dan sports tanktop yang memperlihatkan perutku.
Aku sangat senang apabila para pria memandangi tubuh sexy ku. Rupanya mulai muncul sisi eksibisionis dari dalam diriku yang lama terpendam. Aku sering melihat juru parkir memandangi terus menerus apabila aku turun dari mobil dengan pakaian sexy.
Pernah aku dengan sengaja mengenakan tanktop dengan belahan dada rendah dan rok mini saat akan ke Spa, sebelumnya aku mampir untuk mengisi bensin di pom terdekat, aku sengaja menunjukan belahan dadaku dan pahaku pada petugas disana, dan aku sengaja menggoda supir truk yang mampir mengisi bensin di sbelah mobilku dengan menonjolkan payudaraku. Hal ini membuatku cukup bergairah.
Saat di gym pun begitu, aku sering menggoda para pria dengan pakaian sexy ku. Aku sangat senang saat mengetahui kalau para pria itu memandangiku dengan penuh nafsu.
Sampai suatu hari, saat mas andy mengajakku makan malam, ia akhirnya mulai mengajakku untuk ke rumahnya. Aku pun menyetujuinya.
Sesampainya disana, aku takjub sekali dengan rumahnya yang sangat mewah. Ia hanya tinggal berdua dengan seorang asisten rumah tangga dan seorang tukang kebun.
Lalu ia meminta 2 karyawannya itu untuk tinggal saja di rumah khusus pegawai yang berada di belakang rumah miliknya ini, maksudnya agar tidak mengganggu kami berdua.
Setelah itu ia pun mengajakku menonton tv di ruang tamunya yang sangat besar. “aku kesepian ris, aku butuh kamu menemani kehidupanku, kamu lihat kan, di rumah sebesar ini aku hanya sendirian”, ujarnya. “aku bisa membayangkan kesepianmu mas”.
Akupun terdiam sejenak, “tapi kamu tahu kan kalau aku ga bisa jadi pengisi hidupmu”. Ia pun hanya tersenyum. Merasa sedikit bersalah, aku pun mengecup bibirnya, ia membalas dengan mesra.
Akhirnya kecupan kami pun penuh gairah. Ia mulai memainkan tangannya di tubuhku, meremas payudaraku yang mulai mengeras, dan meraba vaginaku dara dalam celanaku. “ooouuuhhh” aku mulai mendesah.
Kuraba tubuhnya yang kekar, kubuka bajunya, tampak perut sixpacknya yang menggairahkan. Kubuka celananya dan tampak penisnya yang sungguh sangat besar. Bahkan lebih besar dari milik mas rizki.
Mas andy membuka tanktop dan hot pantsku, aku pun duduk dengan posisi sedikit bersujud menghadapnya yang sedang duduk mengangkang, tampak jelas penis besarnya di hadapanku. Aku mulai menjilati buah zakarnya, menjilati batang penisnya, lalu memasukkan nya kemulutku dan mengocoknya.
“aaahhh… Uuuhh…” ia pun mendesah. Membuat semakin bersemangat mengocok penisnya dalam mulutku.
Setelah beberapa lama. Ia berdiri, dan membuka bra dan pantyku.
“Tubuhmu benar-benar indah dek” ucapnya sembari memainkan payudaraku. “Kalau kamu jadi istriku, sudah kupakai kamu tiap hari”. Ucapannya membuatku bangga dan makin bergairah dan meningkatkan isapan kontolnya.
Tak lama, tubuhku dibalikkan sehingga memposisikan diri kami dalam posisi 69. Dijilati olehnya memekku secara ganas. “Ouuuh… ” aku mendesah menikmatinya.
“ayo mas, masukin kontolnya” ucapkan sudah tidak tahan. Ngocoks.com
kemudian ia memposisikanku dalam posisi menungging (doggystyle) dan memasukkan kontolnya dalam memekku yang sudah sangat basah. Digenjotlah memekku dengan perlahan dan berlanjut semakin agresif.
“memek kamu enak banget sayang” ucapnya. “Iyaa mas, uh… kontol mas jugaaa.. enak bangeet… uuuhh” jawabku sambil menikmati permainannya yang luar biasa. Ia terus menggenjotku sambil memainkan payudaraku dari belakang.
AKhirnya ia memintaku untuk berdiri, kemudian menghadap jendela. Rupanya ia bermaksud meminta melanjutkan permainan sambil menghadap keluar jendela.
Aku sedikit malu karena takut kelihatan oleh tetangganya karena ruangan itu menghadap bagian belakang rumah tetangganya, namun aku juga merasa semangat saat membayangkan aku dilihat sedang bersetubuh oleh tetangganya.
Kemudian iapun melanjutkan permainannya, aku digenjot sambil menghadap ke jendela. Sensasi nakal ini membuat aku semakin bergairah. Tak lama aku pun mengalami orgasme pertamaku. “Ouhhh.. maasss… aku kluar…. uuhhhh”.
Setelah itu, kami melanjutkan persetubuhan ini di sofa hingga aku mengalami orgasme lagi. Dan ia membawaku ke kamar tidurnya dan terus menggarapku hingga aku orgasme sebanyak 2 kali lagi.
Selesai bersetubuh, ia pun memujiku. “Luar biasa sayang, tubuhmu nikmat sekali, permainanmu juga lihai sekali”. Aku tersenyum merasa puas dan bangga, telah berhasil membuat pria lain ketagihan denganku.
Seiring waktu berlalu, kebiasaan nakalku terus berlanjut. Aku rutin berselingkuh dan tidur dengan mereka bergantian. Hampir tiap hari kuhabiskan waktu dengan mereka, walaupun itu hanya quickie selalu kusempatkan waktu.
Aku melakukan persetubuhan dengan pria-pria inj hampir disemua tempat. Di rumah, di hotel, di mobil bahkan di toilet gym pun sudah pernah kulakukan.
Bersambung…