Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya, rasanya hampir tiap saat aku memikirkan sex. Aku selalu membayangkan berhubungan badan dengan berbagai macam orang. Hingga suatu malam, aku merasa benar-benar horny.
Saat itu jam menunjukkan hampir pukul 23 malam. Aku benar-benar ingin mencari teman pelampiasan hasrat seksualku, hingga akhirnya terlintas dipikiranku untuk menggoda security yang berjaga di kompleks perumahanku.
Kompleks perumahanku cukup besar, namun saat malam hari yang berjaga hanya 1 orang security yang standby di pintu masuk kompleks perumahanku.
Dengan hanya mengenakan hijab dan cardigan panjang tanpa mengenakan apa-apa didalamnya, aku berjalan menuju pos security. Sesampainya disana, aku bertemu dengan pak widodo, security yang berjaga malam itu. Usianya mungkin sekitar 50 tahunan awal.
“Selamat malam bu” sapanya, “Ada yang bisa saya bantu?”
“Lagi nyari teman ngobrol aja pak, lagi ga bisa tidur” jawabku
Kemudian aku duduk disebelahnya. Saat duduk kubuka kancing cardiganku, sehingga terlihat jelas belahan payudaraku. Kami pun mulai mengobrol. Selama mengobrol pak widodo diam-diam mencuri-curi pandangan kearah dadaku. Aku yang menyadari itu merasa semakin bergairah.
“Pak, kayanya bapak lebih sering jaga malam ya dibanding security yang lain, memang istri ga komplain ditinggal melulu pak?” Pancingku. “Saya duda bu, istri sudah lama meninggal, jadi ga ada yang komplain. Bosan juga di rumah malam-malam sendirian, lebih baik disini” jawabnya.
“Ohgitu… berarti udah lama ga ada yang menemani tidur ya pak.. hehe” pancingku lagi. “Iya bu, mending disini, kan jadi bisa ngobrol sama ibu” jawabnya mulai berani menggodaku. “Iya pak, kebetulan nih aku juga lagi kesepian” ucapku.
“Karena suami lagi diluar kota ya bu.. kasian ibu, cantik-cantik gini lebih sering dianggurin ya” godanya.
“Iyaa.. gimana dong pak..” kataku sambil tersenyum kecil.
“Ngomong-ngomong, berarti bapak udah lama dong ya ga berhubungan badan, koq bisa sih? Aku aja ga kuat loh lama-lama ga berhubungan” aku pun mulai semakin terang-terangan menggodanya.
“Sebenernya sih ga kuat bu, makanya saya suka main sendiri aja” jawabnya.
“Main sendiri itu pakai tangan maksudnya?” Tanyaku
“Iya bu..”
“Ohh… ga bosen pak pakai tangan sendiri?”
“Bosen sih bu, abis siapa lagi yang mau nemenin”
“Mau saya mainin pakai tangan saya ga pak?” Ucapku sambil meraba penisnya dari luar celananya.
“Ah ibu, beneran nih? Saya pengen banget loh” akhirnya ia pun bemar-benar terpancing.
Kemudian kubuka celana panjang dan CD nya, tampak penisnya yang sudah tegak, warnanya hitam dengan ukuran biasa saja tapi sangat jelas pembuluh darahnya sehingga tampak sangat berurat.
Lalu mulai kukocok penisnya. Tanpa diperintah aku pun mulai menghisap penisnya. Kujilati penisnya dari kantung hingga ujung penisnya. Sambil kuarahkan tanganya meremas payudaraku.
“Ooh.. bbu.. enak banget sepongnya…” ucapnya sambil menikmati permainanku. Kulanjutkan permainannya hingga ia hampir sampai klimaks, namun segera kuhentikan.
“Aku juga pengen enak ya pak.. memek aku udah basah banget nih..” kataku
“Sini bu saya bikin enak juga” jawabnya
Aku pun duduk dipangkuannya dengan membelakanginya. Perlahan kumasukan penisnya dalam vaginaku.
“Addduhh bu.. enak banget memeknya.. semppit” ia pun mulai meracau
Kulanjutkan dengan naik turun dipangkuannya. Nikmat sekali rasanya penisnya. Uratnya yang sangat menonjol terasa menggesek-gesek dinding vaginaku. Ia pun menggoyangkan pinggul mengikuti permainanku, sambil kedua tangannya meremas kedua payudaraku.
Setelah beberapa menit, ia pun berkata “bbu.. saya ga kuaat.. udah mau kluar, memek ibu enak bangget sih”
“Ayo ppak kluarin bareng yaaahh.. aku juga udah mau kluar niih..”
Dan akhirnya kamipun orgasme bersamaan, dan ia menumpahkan banyak sperma dalam vaginaku.
Setelah orgasme, kamipun berciuman selama beberapa menit. Dan aku pun berkata “Pak, kalo aku kesepian, bapak temenin aku lagi ya”
“Siap bu.. saya siap kapanpun” jawabnya sumringah.
Setelah itu, kapanpun aku merasa birahi dan tidak ada teman “bermain”, aku selalu menghampirinya dan bersetubuh dengannya.
Dan seperti itu lah cerita bertambahnya 1 sex partnerku.
Setelah 2 bulan berhubungan dengan mas anto dan karena pekerjaan sampingan yang aku jalani (yang sudah kuceritakan di side story), akupun sudah tidak berhubungan lagi dengan mas andy & rizki karena bosan. Rasanya diriku sekarang tidak bisa berlama-lama berhubungan dengan 1 pria, karena selalu butuh suasana baru dalam berhubungan seksual.
Kali ini ada seorang pria yang kutemui saat ada acara di rumah sakit tempatku bekerja. Mas Deni namanya, ia adalah seorang polisi berpangkat cukup tinggi yang datang sebagai undangan kehormatan dalam acara tersebut. Karena diriku bertindak sebagai penerima tamu, kamipun sering berinteraksi.
Setelah acara selesai, ia mengajakku berkenalan secara personal dan meminta nomor kontakku. Aku pun tertarik dengannya.
Mas deni berusia 40 tahunan awal, sangat tampan dengan fisik yang sangat baik pula.
Esoknya, ia mulai menghubungiku. Selama mengobrol, ia banyak bercerita tentang kehidupan pribadinya, termasuk bahwa dirinya yang sudah bercerai dengan mantan istrinya. Mas deni bercerita kalau dirinya merasa sangat kesepian saat ini. Akupun menceritakan bahwa aku masih memiliki suami namun sering merasa kesepian.
Hingga akhirnya iapun memberanikan diri untuk mengajakku bertemu langsung.
Dihari yang sudah dijanjikan, kami pun pergi untuk makan malam bersama. Saat itu aku mengenakan tanktop yang dibalut oleh cardigan dan hotpants. Sengaja kukenakan untuk menggodanya.
“Kamu cantik sekali dek” pujinya
“Makasih mas”
“Kalau aku punya istri secantik kamu pas ga akan aku sia siakan”
Selama makan malam kami banyak mengobrol. Hingga waktunya pulang, ia pun mengajakku untuk melanjutkan obrolan dirumahnya, dan aku menyetujuinya. Ngocoks.com
Sesampainya di rumahnya, kami duduk di sofa dan melanjutkan obrolan, hingga akhirnya ia merangkulku dan kamipun mulai bercumbu mesra.
Ia pun membuka tanktop dan bra ku, kemudian mulai menciumi dada & meremas payudaraku. Lalu mulai menjilati & menghisap putingku.
“Oooh.. maass.. enak..”
Tangannya yang satu lagi mulai masuk kedalam hotpantsku dan mulai bermain dengan vaginaku.
“Aahhng.. suka mass.. terussin..”
Setelah vaginaku benar benar basah, mas deni membuka hotpants & pantiku dan memposisikanku mengangkang, kemudian ia mulai menjilati vagina & klitorisku dengan lahap.
“Uuh.. mass.. jangan berhentii..”
Hingga akhirnya akupun sampai ke klimaks.
Setelah puas menjilati vaginaku, iapun membuka bajunya dan memposisikan kami dalam posisi 69. Aku mulai menjilati penis besarnya dan ia melanjutkan menjilati vaginaku.
Permainan lidahnya sungguh membuatku ketagihan.
Setelah puas bermain dengan posisi itu, mas denipun memposisikanku berbaring dalam posisi telungkup. Dengan sedikit pelumas, ia mulai mendorong penisnya masuk dalam lubang anusku.
“Ouh.. “desahku saat penis besarnya masuk kedalam lubang anusku.
Perlahan ia mulai mendorong penisnya keluar masuk anusku.
Akupun terus mendesah tak karuan. Penis besarnya seolah terasa masuk sampai keperutku.
Setelah puas bermain dengan anusku, kali ini giliran vaginaku yang ia pakai. Sensasi nikmat yang kurasakan saat penisnya keluar masuk vagina sungguh luar biasa.
“Ahnng.. mas.. aakkuu mau kluarr lagi…”
Dan tubuhku pun bergetar hebat saat aku mencapai orgasme.
Tak puas hanya sampai disitu, ia pun membawaku ke ruang tidurnya, ia pun berbaring dan kemudian memintaku duduk diatasnya sambil membelakanginya. Penisnya dimasukkan kembali dalam vaginaku dan qku mulai menggoyangkan pinggul naik turun dan maju mundur.
“Oh.. sayaang.. enak sekali goyanganmu..” pujinya
Sambil kujepit penisnya dengan vaginaku, kulanjutkan goyangannku.
Setelah puas dalam posisi ini, ia menyuruhku berbaring dan mengangkang, lalu ia mulai menggenjotku kembali. Gerakannya semakin liar & penisnya semakin dalam menghujam vaginaku.
“Mass.. amppuun.. akku uddah mau kllluar lagi.. ahnng” akupun bergetar hebat dan banyak mengeluarkan cairan squirting.
Ia pun tak berhenti menggarapku hingga aku benar-benar kewalahan. Sampai akhirnya kami sama-sama kelelahan dan akhirnya tertidur.
Esoknya sebelum mengantarku pulang, ia memakaiku sekali lagi saat berada di kamar mandi.
Setelah kejadian itu, aku pun rutin datang ke rumahnya dan tidur bersamanya.
Hingga suatu hari, suamiku memergokiku sedang pergi bersama mas deni, rupanya ada yang telah melaporkan rumor tentangku pada suamiku, dan ia memperlihatkan foto-foto bukti saat aku sedang bersama pria pria lainnya.
Tentu saja, akhirnya suamiku mengajukan gugatan cerai padaku…..
Bersambung…