Close Menu
Cerita SexCerita Sex
  • Warning!
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Kirim Cerita Sex
  • Join Telegram
  • Video Bokep
  • Foto Bugil
  • Jav Sub Indo
X (Twitter) WhatsApp Telegram
Cerita SexCerita Sex
  • Contact
  • Warning!
  • Privacy
  • Kirim Cerita
  • ThePornDude
  • Bokep
Cerita SexCerita Sex
Home»Cerita Sex Hijab»Kakek Tua

Kakek Tua

Share Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Pak Rosid segera membuka ponselnya siang itu.

[Dirumah sedang kosong] Pesan dari Eva dan dia tahu apa itu makdusnya.

Setelah pembeli itu selesai dilayani, hati Pak Rosid sudah tak menentu. Ia buru-buru meninggalkan warung yang kini sepi, dan berjalan cepat menuju rumahnya yang tak jauh.

Sampai di rumah, ia menemui istrinya yang sedang duduk santai di ruang tengah, menonton televisi sambil mengupas singkong untuk dijual.

“Bu, tolong gantian jaga warung sebentar ya. Bapak mau ke sawah, irigasinya mampet lagi kaya kemarin. Nggak lama kok,” pesanya, nadanya dibuat biasa saja, meskipun alasannya sudah jadi dalih lama yang sering ia gunakan untuk keluar tanpa dicurigai.

Istrinya mengangguk tanpa banyak tanya, sudah terbiasa dengan rutinitas seperti ini. “Ya sudah, Mama ke warung sekarang. Hati-hati di sawah, jangan lama-lama, Pak” balasnya sambil bangkit dan merapikan kerudungnya sebelum berjalan ke warung.

Begitu istrinya pergi dan mulai melayani pembeli yang menunggu, Pak Rosid segera menyelinap keluar lewat pintu belakang, menuju jalan setapak yang mengarah ke kebun singkong Bah Mardi.

Kakinya melangkah tergesa-gesa, tapi matanya tetap waspada mengawasi sekitar. Tujuannya jelas: rumah Ustadz Qosim, yang berjarak kira-kira 200 meteran.

Jantungnya berdegup kencang, campuran antara adrenalin dan antisipasi. Pesan Eva tentang dirinya yang sendirian di rumah terngiang-ngiang, menjadi pemacu langkahnya yang semakin cepat, menyusuri jalan setapak di antara pohon singkong, menuju pertemuan terlarang itu.

Pak Rosid tiba di halaman belakang rumah Ustadz Qosim, menyelinap masuk seperti pencuri, hatinya berdebar tak karuan. Pintu belakang rumah Eva sedikit terbuka.

Dari celah itu, Pak Rosid melihat Eva sedang mencuci piring di wastafel dapur. Ia kini mengenakan daster pendek yang tipis, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang menggoda.

Pak Rosid tertegun, pandangannya terpaku pada paha Eva yang sangat indah, mulus, dan tentu saja, pantatnya yang sangat montok, terlihat jelas di balik daster tipis itu, Eva merasakan kehadiran Pak Rosid. Ia menoleh, senyum manis langsung mengembang di wajahnya. Matanya berbinar nakal.

“Eh, Pak Rosid. Sudah datang rupanya,” sambutnya genit, suaranya sedikit parau, seolah tahu Pak Rosid akan menyusulnya.

Ia mematikan keran air, tangannya mengusap sisa sabun dari piring yang baru dicuci. Gerakannya lambat, penuh godaan, membuat pandangan Pak Rosid semakin sulit berpaling dari paha dan pantatnya yang memikat.

Pak Rosid melangkah masuk, menutup pintu belakang dengan hati-hati dan menguncinya. Udara di dapur terasa hangat, bercampur aroma sabun cuci piring dan wangi tubuh Eva yang sensual.

“Saya… saya nggak bisa menolak ajakan, Bu Ustadzah,” katanya, suaranya sedikit serak, matanya tak lepas dari sosok Eva di depannya. Gairah yang tertahan sejak beberapa hari lalu, kini meledak dalam dirinya, melihat Eva yang seolah sengaja tampil begitu menggoda.

Eva tertawa kecil, melangkah mendekat, tangannya meraih tangan Pak Rosid, “Saya sudah siap kok, Pak Rosid. Sudah lama nungguin Bapak datang,” bisiknya, matanya memancarkan hasrat yang sama.

Dengan nafsu yang memburu, Pak Rosid langsung memeluk Eva dan menciuminya, Eva pun membalasnya dengan gairah yang sama.

Mulut mereka berpadu saling bertukar saliva dan lidah mereka bermain, tangan keduanya merambah kemana-mana, mengelus dan meremas apa yang bisa mereka remas.

Tubuh Eva menempel erat pada dada Pak Rosid, tangannya meremas punggung pria itu melalui kemeja, sementara Pak Rosid tak ragu meremas pantat montok Eva yang terasa kenyal di balik daster tipis.

Ciuman mereka semakin liar, napas tersengal bercampur desahan pelan, dapur yang tadi sepi kini dipenuhi suara basah dari bibir yang saling mengejar.

Pak Rosid mendorong Eva pelan ke arah meja dapur, tangannya naik meremas payudara Eva yang montok, membuat wanita itu menggelinjang dan mendesah di sela ciuman.

“Bu… kamu bener-bener bidadari,” gumam Pak Rosid parau, lidahnya menelusuri leher Eva, sementara tangan Eva merayap ke selangkangan pria itu, merasakan tonjolan yang sudah mengeras di balik celana.

Eva tertawa kecil di antara desahan, tangannya membuka kancing kemeja Pak Rosid dengan cepat, meremas dada berbulu pria itu. “Saya juga, Pak… suami saya nggak pernah begini,” balasnya genit, pinggulnya bergoyang menggosokkan dirinya ke Pak Rosid, hasrat mereka semakin membara di rumah sepi itu, tak peduli risiko yang mengintai di luar sana.

Pak Rosid semakin menggila, khayalan tentang pantat dan lubang belakang Eva semakin membuatnya seperti orang kerasukan. Dengan tatapan liar, dia lantas membalikkan Eva dan mendorongnya hingga wanita itu sedikit membungkuk di tepi meja dapur.

Daster pendek Eva terangkat, mengekspos paha mulusnya dan sebagian besar pantat montoknya yang kini terasa semakin menggiurkan di hadapan lelaki yang sangat terobsesi dengan pantat dan lubang belakang wanita, sejak dia masih remaja. Baginya, itu adalah puncak kenikmatan, sebuah fantasi yang kini terhampar nyata di depan matanya.

Eva terkesiap, terkejut tapi tak menolak. Ia hanya bisa mendesah pasrah saat Pak Rosid merapatkan tubuhnya dari belakang. Tangan Pak Rosid dengan cepat menurunkan daster Eva lebih jauh dan menarik celanan dalamnya, mengekspos sepenuhnya pantat montok itu.

Napas Pak Rosid terengah-engah, pandangannya terpaku pada pemandangan di depannya. Tangan kirinya meremas pantat Eva yang kenyal, sementara tangan kanannya merayap ke depan, menggapai vagina Eva dari bawah, merasakan kebasahan dan kehangatan yang menggodanya. “Buuu.. ahh… pantatmu bener-bener sempurna,” desis Pak Rosid, suaranya serak dipenuhi hasrat.

Eva menggeliat pelan, kepalanya menoleh sedikit ke belakang, matanya memancarkan campuran kegairahan dan sedikit kecemasan. Ngocoks.com

“Pak… jangan di sini… nanti ketahuan,” bisiknya, tapi pinggulnya justru bergerak mengikuti irama tangan Pak Rosid, seolah mengundang pria itu untuk lebih berani.

Aroma tubuh mereka bercampur, dapur sepi itu menjadi saksi bisu dari obsesi terlarang Pak Rosid yang kini menemukan salurannya pada Eva yang juga haus akan sentuhan. Pak Rosid menunduk, kedua tangannya membuka belahan pantat Eva yang montok itu dengan gerakan cepat namun sensual.

Daster pendek Eva sudah tersingkap hingga ke pinggang, memperlihatkan keseluruhan bagian intimnya yang ranum. Pandangan Pak Rosid terpaku pada lubang anus Eva yang kecil dan rapat, dikelilingi bulu-bulu halus yang menawan. Tanpa ragu, lidahnya mulai bermain di area sensitif itu.

“Ooooh Paaaak!” Eva tersentak kaget, sebuah desahan panjang lolos dari bibirnya. Tubuhnya melengkung kaku, jemarinya mencengkeram erat tepi meja dapur, mencoba menahan gelombang sensasi yang tiba-tiba menyerbu seluruh syarafnya.

Walaupun sudah pernah bermain dengan beberapa lelaki sebelumnya, termasuk mantan-mantan suaminya terdahulu, namun baru kali ini ia merasakan sesuatu yang berbeda, sensasi yang benar-benar asing dan tak terduga.

Jilatan Pak Rosid pada anusnya, yang lembut namun presisi, benar-benar menumbulkan rasa yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Sebuah getaran aneh menjalari tulang punggungnya, lalu menyebar ke seluruh tubuh, membuat kakinya terasa lemas tak bertulang.

“Aahh… Pak Rosid… ini… ahhh…” desahnya parau, kepalanya terkulai ke samping, matanya terpejam rapat.

Lidah Pak Rosid bergerak semakin lincah dan liar, menghisap dan menjilat area sensitif itu dengan ritme yang semakin cepat, sesekali menyelipkan ujung lidahnya masuk ke dalam lubang anus Eva, lalu menariknya keluar perlahan.

Sensasi baru ini, campuran antara geli, terkejut, dan kenikmatan yang memabukkan, membuat Eva hampir tak bisa bernapas. Ia merasa tubuhnya meledak-ledak, hasrat yang selama ini ia kira sudah ia pahami, kini menemukan dimensi baru yang begitu intens.

Pinggulnya tanpa sadar bergoyang, mencoba mengikuti irama permainan lidah Pak Rosid, memohon lebih, lebih dalam, hingga seluruh tubuhnya terbakar oleh kenikmatan terlarang itu.

Pak Rosid yang sudah kalap oleh fantasi dan hasrat yang memuncak, tanpa pikir panjang langsung melepaskan celananya. Batangnya yang sudah mengeras dan berdenyut kini terpapar sepenuhnya, ujungnya mengkilap oleh cairan pra-ejakulasi yang menetes pelan.

Ia mengangkat tubuh Eva sedikit, tangan kirinya memegang pinggul wanita itu erat untuk menjaga posisi, sementara tangan kanannya mengarahkan penisnya yang keras dan tegak tepat pada anus Eva yang masih terasa hangat dan licin dari jilatan lidahnya tadi.

Lubang kecil itu, yang baru saja dirangsang, kini terasa rapat dan mengundang, membuat Pak Rosid menelan ludah dengan napas terengah-engah.

Eva tersentak kaget, mata terbelalak lebar saat merasakan tekanan ujung penis Pak Rosid di area yang begitu sensitif dan asing baginya. Rasa terkejut bercampur takut menyergapnya seperti gelombang dingin.

“Jangan, Pak Rosid! Jangan di situ… sakit! Saya takut!” serunya panik, suaranya bergetar, mencoba menggeliat dan mendorong dada pria itu dengan kedua tangannya yang gemetar.

Pinggulnya berusaha mundur, tapi posisi membungkuk di meja dapur membuatnya tak berdaya. Pengalaman ini benar-benar di luar dugaannya, melampaui batas-batas kenikmatan yang ia cari, ini bukan lagi permainan biasa, tapi sesuatu yang terasa invasif dan menakutkan.

Namun, Pak Rosid sudah dibutakan oleh hasratnya yang seperti api liar. Wajahnya menyeringai penuh janji gelap, matanya memerah karena obsesi yang sudah bertahun-tahun terpendam. Ia tak peduli pada penolakan Eva, malah tangannya semakin mengunci pinggul wanita itu agar tak bisa bergerak.

“Diam, Eva. Percaya sama saya. Kamu akan mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. Ini akan jauh lebih nikmat dari yang pernah kamu rasakan. Santai aja, nanti juga enak,” bisiknya dengan suara serak dan mendesak, napasnya panas menyembur di punggung Eva.

Ia menggosokkan ujung penisnya pelan di lubang anus itu dulu, membasahi area dengan cairan licin dari dirinya sendiri, mencoba melembutkan ketegangan, tapi gerakannya justru menambah tekanan yang membuat Eva menggigit bibir bawahnya keras.

Eva akhirnya pasrah, tenaganya terkuras oleh campuran ketakutan dan rasa penasaran yang tersisa. Air matanya mulai mengalir pelan, tapi ia tak lagi melawan, hanya mengangguk lemah sambil memejamkan mata rapat.

Bersambung…

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
Bersambung Cantik Hijab Ibu Muda Istri Orang Kenangan Kenikmatan Mesum Ngentot Selingkuh Tergila Ternikmat Umum
Share. Twitter Telegram WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleTabir Cinta 2 Dunia
Next Article Anak Tiri
ceritasex

    Ngocoks adalah situs dewasa yang berisi kumpulan cerita sex tergres yang di update setiap hari. Jangan lupa bookmark situs ini biar tidak ketinggalan cerita dewasa lainnya, -terima kasih.

    Related Post

    9.5

    Dinda Alaina Putri

    9.5

    Dark Soul

    9.5

    Office Cutie

    9.3

    Arabian Madness

    9.3

    Pussycat’s Blackman Island

    9.5

    Birahi di Pesantren

    Follow Facebook

    Recent Post

    Sang Pewaris

    Dinda Alaina Putri

    Dark Soul

    Office Cutie

    Arabian Madness

    Pussycat’s Blackman Island

    Birahi di Pesantren

    Anak Tiri

    Kakek Tua

    Tabir Cinta 2 Dunia

    Kategori

    Terekspos

    Ngocoks.com adalah situs dewasa berisi kumpulan cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot dengan berbagai kategori seperti perselingkuhan, perkosaan, sedarah, abg, tante, janda dan masih banyak lainnya yang dikemas dengan rapi dan menarik.

     

    ✓ Update Cerita Sex Setiap Hari
    ✓ Cerita Sex Berbagai Kategori
    ✓ 100% Kualitas Cerita Premium
    ✓ Semua Konten Gratis dengan Kualitas Terbaik
    ✓ Semua Konten Yang Diupload Dipilih & Hanya Update Konten Berkualitas

     

    Cara Akses Situs Ngocoks

    Akses menggunakan VPN atau kamu bisa juga akses situs Ngocoks ini tanpa VPN yang beralamat ngocoks.com kalau susah diingat, Silahkan kamu buka saja Google.com.sg Lalu ketikan tulisan ini ngocoks.com, terus klik halaman/link paling atas situs NGOCOKS no 1 di Google. Selamat Membaca!


     

    Indonesian Porn Fetish Sites | Indonesian Porn List | Ulasan Bokep Indonesia

    © 2026 Ngocoks - Support by Google Inc.
    • Warning!
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Kirim Cerita Sex
    • Channel Telegram

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.