Sang Pewaris – Seorang pemuda terlihat sedang duduk di salah satu bangku taman dengan ditemani oleh sang rembulan mengingat memori memori masa lalu nya yg manis.

Flashback 10 thn lalu
Ngocoks Seorang anak laki-laki kecil sedang bermain bersama keluarga kecilnya
“Ayah..ayah! liat Yaya jahat sama Idhan!”teriak bocah laki laki kepada sang ayah
“Gak yah! Kak Idhan boong oyang dia yg jahat sama Yaya!”teriak gadis kecil yg berusia sekitar 8 tahun
“Aduh aduh jagoan ayah sama princess ayah ngapa kelahi sih, ada apa sayang?”ucap pria paruh baya sambil menyamakan posisi nya dengan 2orang anak itu
“Yaya tuh yah ngambil bolanya Idhan!”ucap bocah laki laki yg di panggil Idhan itu
“Gak boong kak Idhan dulu yg ambil boneka Yaya!” ucap gadis kecil yg dipanggil Yaya itu
“Ya udah kalo gitu kak Idhan kembaliin boneka Yaya dan Yaya kembaliin bolanya bang Idhan gimana setuju?” kata pria paruh baya itu. Sedangkan 2 orang bocah yg sedang terlibat pertengkaran itu hanya mengangguk kan kepala
“Oke setelah ini ayah beliin ice cream mau gak?”tanya pria itu
“Yaya mau”
“Idhan mau”
Sahut 2 bocah itu bersamaan dengan antusias
“Ya udah ayok tapi pamit dulu sama bunda ya”
2 bocah itu hanya mengangguk kan kepala nya sekali lagi
“Bunda Idhan sama Yaya dan ayah pergi beli ice cream dulu ya!”teriak Idhan kepada sang bunda sedangkan sang bunda hanya mengacung kan jempol sambil mengangguk dan tersenyum.
Terpancar sebuah cahaya kebahagiaan dari keluarga kecil itu canda dan tawa terlihat dari keluarga kecil itu.
Flashback end
“Kak Idhan!”teriak seorang gadis
Fildan yg merasa ada yang memanggil nya pun langsung menoleh ke belakang,dan tampak seorang gadis disana
“Ada apa Ra!”jawab fildan dengan nada dingin
“Kak Idhan… ihh.. Rara panggilin juga dari tadi! Kak Idhan ngapalin di sini gak takut gitu ada setan kak?”tanya gadis yang dipanggil Rara itu
“Gak”jawab fildan acuh
“Dan berapa kali Kakak ingetin jangan panggil kakak dengan sebutan itu lagi!!”sambung fildan dengan nada sedikit tinggi
“Maaf Rara gak sengaja”sesal Rara
“Iya kakak maafin”jawab fildan dengan nada dingin
“Kak fildan belum jawab pertanyaan rara, ngapain kakak disini?”tanya Rara lebih sekali lagi
“Gak ngapa ngapain”jawabnya dingin
“Boong kak fildan pasti lagi nginget masa masa indah kita dulu kan?, waktu ayah masih sayang kita dan bunda belum ninggalin kita”ucap Rara sambil menghapus cairan bening yang keluar dari kelopak matanya jika mengingat masa lalu nya yang manis itu bahkan Rara tak menyangka jika masa lalu nya yg manis berubah menjadi sebuah torehan luka yg sangat dalam hati terutama di hati sang kakak
Hening tak ada lagi yang bicara mereka berdua asik dengan fikiran mereka masing masing
“Andaikan waktu bisa di putar pasti gue akan memutar waktu dimana kami masih tertawa bahagia,gue gak nyangka hal manis di masa lalu itu menyimpan masa depan yg sangat pahit”batin Rara
“Mengapa harus gue yg merasa kan pahit nya kehidupan?bunda apa bunda bahagia disana?fildan butuh bunda!”batin fildan tak terasa butiran air mata membasahi pipi fildan
“Kak fildan!”panggil Rara memecah keheningan
“Iya”jawab singkat fildan
“Kak fildan kangen gak sama ayah bunda?”tanya Rara
“Kamu tau jawabannya”ucap fildan
“Jawab kak! Kalo Rara tau ngapain Rara nanya sama kakak!”ucap Rara sedikit kesal
“Kalo bunda iya… Tapi…”fildan menggantung kan jawaban nya
“Rara tau kakak benci sama ayah Rara juga sama kak, tapi Rara juga rindu sama ayah”ucap Rara kini air mata kembali membasahi pipinya
“Huff (fildan menghembuskan nafas dengan kasar)udah jangan nangis (menghapus air mata Rara)kan masih ada kakak”ucap fildan lembut
“Rara gak nangis kok kak”menghapus kembali air mata yang keluar mendengar perkataan sang kakak
“Ya udah sekarang kita pulang udah malam kan besok hari pertama kamu masuk kampus”ucap fildan sambil membelai lembut rambut sang adik
Sedangkan Rara mengangguk tanda meng-iya kan ucapa sang kakak
Fildan dan Rara menyusuri jalan dengan Honda beat kesayangan kakak nya dan sampai lah mereka di sebuah rumah sederhana bewarna coklat yg notabenya rumah mereka.
Tanpa sepatah kata pun mereka masuk ke rumah dan pergi ke kamar masing-masing.
Skip pagi hari
Jam menunjukkan pukul 06.30 Tampak seorang gadis yang sedang berkutik di dapur ia menyiapkan berbagai keperluan memasak dan mulai memasak.
“Kak bangun!!”teriak Rara dari arah dapur
“Iya Ra ini kakak udah bangun”ucap fildan
Kamu masak apa Ra?”tanya fildan
“Rara masak nasi goreng spesial untuk kakak”ucap Rara sambil menyodorkan sebuah piring berisi nasi goreng
“Hmm..(menghirup aroma masakan Rara) kayak nya enak ni Ra!”ucap fildan
“Bukan enak lagi kak tapi enak bangeett”puji Rara pada diri sendiri
“Baru pertama kali Kakak liat orang puji diri sendiri”ucap fildan dengan nada mengejek
“Ada kok ni bukti nya Rara”ucap Rara kembali menyobong kan diri
“Itu makanya kamu itu memang lain dari yg lain”fildan kembali mengejek rara
Rara yg mendengar ucapan fildan langsung menghentak kan kaki nya kesal
“Au ah… terserah kakak aja Rara mau siap siap dulu”ucap Rara dengan nada kesal
Setelah kepergian Rara fildan kembali menyantap masakan Rara sambil tersenyum kecil melihat tingkah laku adik nya
Skip kampus
Kini Rara dan fildan telah sampai di depan pintu gerbang yg bertuliskan universitas pelita harapan, yg merupakan salah satu universitas elite di indonesia. Fildan dan Rara, memang memiliki IQ di atas rata-rata, sehingga dapat masuk ke universitas ini dengan gratis.
Fildan kini berada di semester 5 sedang kan Rara di semester 1. mereka merasa beruntung bisa masuk ke sekolah elite ini.
“Kamu siap?”ucap fildan karena melihat kecemasan di wajah sang adik
“hm..Siap kak”ucap Rara sedikit ragu
“Jangan takut, kakak kan ada, jadi klo ada apa apa kamu datang aja ke kelas kakak oke?”ucap fildan berusaha meyakinkan adik nya.
Rara mengangguk mendengar ucapan fildan dan mulai merasa tenang
Motor fildan pun memasuki parkir kampus, seperti biasa semua mahasiswa dan mahasiswi menandangi fildan
Ada yg memandang nya dengan rasa kagum dan ada juga yg memandangi nya dengan pandangan mengejek.
Hal itu sudah biasa di mata fildan namun tidak bagi Rara karena Rara adalah mahasiswi baru.
Hal itu tentu membuat Rara merasa sedikit takut bahkan bukan sedikit namun sangat takut. Fildan yg melihat perubah Rara memahaminya, perlahan fildan menggenggam tangan Rara dan menatap Rara seakan berkata’ jangan takut ada kakak’ itu lah yg terlihat dari tatapan fildan. Rara yg sebelumnya takut kini mulai berani.
Mereka melangkah kan kaki kedalam area kampus,fildan acuh dengan apa yg ia lihat dan dengar karena itu sudah biasa bagi fildan. Fildan terus berjalan menuju kantin kampus sambil menggandeng tangan sang adik.sampai dikantin fildan mengajak Rara untuk duduk di bangku paling pojok.
“Duduk Ra!”ucap fildan dengan dingin
“I..iya”ucap Rara
“Udah jangan takut mereka gak akan berani sama kamu!”ucap fildan berusaha meyakinkan Rara
“Hay bro”sapa seorang pemuda sambil memegang pundak fildan.
Hal itu membuat fildan refleks memukul wajah pemuda itu
Bugh
“Aw… Woi ini gue Irwan main gebuk gebuk aje lu”ucap Irwan sambil memegang wajah nya
“Yaelah Lo kayak gak tau fildan aja,lu sih pake acara kejutin fildan kena kan batunya,hahaha”ucap pemuda lain
“Ya gue lupa Reza kalau teman gue satu ini itu kayak es kutub”ucap Irwan
“Nah sekarang kena getahnya kali,hahaha”
“Wah…Parah lu cal teman lagi di Aniyaya lu mata ketawa”kesal Irwan
“Sorry”hanya itu kata yg keluar dari mulut fildan setelah memukul temannya
“Wah parah lu! Udah kenal pukul lu cuma bilang sorry!ini sakit woi gara gara lu berkurang wajah tampan gue”ucap Irwan
“Lebay lu”ucap ical
“Terus?”tanya fildan acuh
“Terus terus …ya Lo obati kek muka tampan gue ini”ucap Irwan
Sontak semua temannya membuat wajah jijik dan seakan mau muntah 🤢🤢
Sedangkan Irwan hanya bisa menahan rasa kesalnya
“Huaaa😭uwan liat aku dijulitin sama mereka”ucap Irwan dengan nada lebay
“Lu mau dapat ini👊”ucap Ridwan
Hahaha🤣🤣 semua temannya mentertawakan Irwan
“Emang enak😂”ucap ical
Sedangkan fildan hanya diam dengan wajah flat nya.
Kalo Rara jangan tanya dia bingung apa yg di bicarakan mereka.
Teman teman fildan yang baru menyadari bahwa ada seorang gadis di dekat mereka pun merasa heran kecuali Reza Karena reza teman fildan dari kecil jadi dia udah tau siapa gadis itu
“Dan ni siapa?”
Dan ni siapa?”(menunjuk Rara)tanya Ical
“Cewek” ucap fildan
“Gue tau dia cewek fildan tapi maksudnya Ical itu mamanya siapa?!”sahut Irwan dengan kesal
Pasalnya temannya satu ini selalu membuat orang kesal
“Rara”jawab fildan
“Ya Allah salah apakah kami sehingga bisa punya tema sedingin dan secuek ini?”ucap Ridwan dengan nada lebay
Sontak ucapan Ridwan membuat taman teman nya tertawa
Hahahaha🤣🤣
“Jijik gue uwan liat buka lu rasanya pingin gue tampol”ucap fildan yg membuat semua temannya menatap nya heran
“Fil Lo bilang apa tadi?” Tanya Irwan
“Ngapa?”tanya fildan
“Guys kalian dengar gak apa yg
fildan bilang tadi?” Tanya Irwan
“dengar” ucap mereka bersamaan
“Ada berapa kata sih guys?”tanya Irwan balik
“Hm…. (Berfikir sambil menghitung jarinya)banyak!”Jawab Ical
“Emang ngapa?”tanya Reza
“SEKARANG FILDAN KITA UDAH BISA BICARA PANJANG”heboh Irwan yg mendapatkan hadiah pukulan dari fildan
Bugh
Aws…. Sakit ogeb!!!”teriak Irwan karena terkena Bogeman dari fildan
“Hahaha😂rasain lu siapa suruh teriak teriak gak atau apa dan telinga bisa buta gara gara dengerin teriakan elu yg unfaeda!”ucap Ical kembali mendapat kan jitakan
Platak’
sebuah sendok mendarat sempurna di kening Ical tapi bukan dari fildan melainkan Irwan
“Woi!!mana ada telinga buta yg ada tu tuli Maimunah!!”ucap Irwan
“Maimunah siapa?”timpal Ridwan
Irwan yg mendengar pertanyaan Ridwan hanya bisa menepuk jidatnya
“Au ah gelap!”ucap Irwan
“Back to topic jadi ni cewek siapa dan?”tanya Ical sekali lagi
“Rara”ucap fildan
Mendengar Jawaban fildan temannya kembali menampakkan wajah kesalnya
“Dari pada darting (darah tinggi)mending kita tanya aja sama orangnya langsung kalo nanya sama nih bocah (menunjuk fildan) gak akan kelar Sampai kiamat!”ucap Ridwan
“Tumben tuh otak encer biasanya beku kayak es”ejek Irwan
“Udah kalian diam gue mau bicara”ucap Ical
“Hai cantik namanya siapa?”tanya Ical kepada Rara
“Hai kak nama gue Rara gue …”
“Adiknya fildan”potong Reza
Reza yg dari tadi diam pun bicara dan membuat semua temannya menatap kesal kearah nya
“Lu udah tau za?”tanya Ical
“Udah”jawab Reza
“Tau dari mana?”tanya Irwan
“Gini ya teman teman ku yg paling pintar kan kalian tau gue sama fildan itu udah temenan sejak orok, jadi… Gue udah khatam sama keluarga fildan”jawab Reza kembali
Mendengar Jawaban Reza membuat teman teman nya semakin penasaran
“Eh za coba lu ceritain Sisilah keluarga fildan penasaran gue”pinta Ridwan
“Ngapa gak tanya sama orangnya langsung”tanya Reza
“Lu gimana sih za kayak gak tau fildan aja,dari dulu gue udah tanya tapi lu kan tau sendiri jawaban nya apa”
“Nah bagus kalo lu tau, gue gak mau ikut campur sama urusan si fildan biar dia sendiri yg cerita”ucap Reza
“Oh ya fil Rara kan mahasiswi baru ngapa gak ikut OSPEK?”tanya Reza
“Kan belum dimulai”jawab fildan
sesingkat mungkin
“OSPEK dimulai 10 menit,(melihat jam tangannya)Ra yuk kak eja anter kebetulan a’eja jadi panitia OSPEK, yuk!”menarik tangan Rara
Tampa mereka sadari ada seorang yg sedang mengawasi mereka dari jauh
“Tuan kami sudah temukan orang yg tuan, cari mereka berada di universitas pelita harapan”ucap seorang
“Laksanakan tugas mu”sahut orang yang ada di sebrang
“Baik tuan”
Bersambung…




