Hari terus berganti kini sudah 2 minggu fildan lost kontac dengan semua sahabat nya termasuk lesty…
Selama 2 minggu itu banyak yg terjadi…
Seperti, Fildan pindah dari kampus itu, ia juga mengganti nomor hp nya… Ia kunci semua kemungkinan agar tak ada satupun sahabat nya yg bertanya padanya…
Bahkan ia tak pernah melihat rara meski dari jauh…. Ia hanya mengetahui kabar rara dari randa…
“sampai kapan gue bakalan kayak gini tom?!”
“sampai semua nya usai fil lo sabar aja bentar lagi kok…”
“dari kemaren lo bilang bentar lagi terus tapi gak selesai selesai….”
Saat tengah asik berbincang tiba-tiba hp tom berdering…
“halo ada apa?”
“……”
“apa!! bagaimana mana bisa!??”
“…….”
“bodoh kalian halangi orang itu gue segera kesana!!!”
Titt titt…
Telepon terputus…
“fil gawat kita harus ke kempus lama lo sekarang!!!!”
“kenapa”? “bingung fildan
” adek lo fil rara!!! Dia sekarang sedang diburu sama anak buah pak brata!!!! ”
” apa gimana bisa?!!! ”
” ada yg sengaja membocor kan Rencana ayah lo…!!!”
” siapa?? ”
” nanti gue jelasin sekarang kita kesana dulu!!! ”
” iya ayo…”
************
Di tempat lain terdapat seorang pria tengah berbicara dengan seseorang…
” bagus terus lakukan buat ini seakan terjadi secara alami!!! ”
***************
Dorr dorr dorr…
Suara dari tembak terus menggema di kampus itu membuat semua orang berlari dengan khawatir…
Begitu pun rara dan semua sahabat fildan mereka saling melindungi satu sama lainnya…
” yang cewek tetap gi belakang kita ya jangan ada yg sok jagoan!” titah Irwan
“iya” jawab mereka serentak
Kini mereka bersembunyi di balik dinding kantin…
“sial…” umpat ridwan
“gila mereka ngincar kita guys…” timpal ical
Tampak 2 orang berbadan kekar berjalan kearah mereka…
Di desak oleh keadaan akhirnya mereka keluar dati peesembunyian nya…
“gak ada pilihan lain kita harus keluar sebelum terkepung” ucap reza sambil melihat orang orang itu mengelilingi tempat peesembunyian mereka. Ngocoks.com
Dengan langkah pelan mereka keluar… Dengan posisi yg cowok di depan dan cewek di belakang
Di antara mereka hanya reza yg selalu membawa pistol… Hal itu karena pesan fildan seminggu yg lalu
Dorr…dorr…dorr….
Reza menembak kan peluru kearah orang orang itu namun tak satu peluru pun yg kena…
Hal itu karena reza tak pandai menggunakan pistol ia tak berbakat…
“oon lo za yg harus nya lo tembak itu mereka bukan dinding” sargah Irwan
“gue gak bisa nembak guys…” bela reza
“emang ya dasar onta arab bisanya cuma manen kurma doang..”ejek lesty
” apa lo bilang ”
” hustt kalian ini kita lagi dalam keadaan terdesak nih masih aja sempat berantem… “lerai ridwan
” hehe iya maaf 🙏 ”
Udah sini pistol lo” pinta Irwan
Buat paan? ”
Mau gue makan!! Ya enggak lah mau nembak mereka…”
Emang lo bisa? ”
Gini gini gue bisa dikit dikit… Mana sini…”
Dorr..
Tembak kan Irwan pas sasaran namun ia sial baru saja satu tembak kan peluru nya habis
“ini adalah berapa sih isi nya”
“hehe cuma ada 5 peluru tapi satu peluru lagi udah gue gunain untuk percobaan…”
“dasar onta arab!!”
“gimana sekarang?”
Kondisi semakin mendesak semua orang itu semakin dekat…
Saat kondisi mereka terdesak tiba-tiba datang 10 bodyguard yg membantu mereka…
Terjadi pertarungan sengit antara mereka…
Dorr..
Tiba-tiba salah seorang musuh menembak kearah rara dan…
Brukk..
“aws… Sakit” ucap rara saat tubuh nya terpental oleh dorongan seseorang
Sontak semua orang mengarah pada rara…
Sedang rara masih syok dengan kejadian tadi lalu ia menatap haru orang yg telah menyelamatkan kan nya…
“ayah… Hiks hiks…” lirih nya kala melihat ayah nya terbaring dengan darah segar terus mengalir
Tak lama orang orang fildan datang dengan membawa 10 bodyguard lagi…
” habisi mereka!!!” teriak fildan
Lalu ia melirik semua sahabat nya ia tau ada tatapan bingung dari mereka semua… Tak lama tatapan fildan terhenti pada seseorang yg tengah berumur darah…
“AYAH!!!” teriak fildan dan berlari kearah ayah nya
“yah bangun yah… RANDA BAWA AYAH GUE KERUMAH SAKIT CEPAT!!!!” teriak nya
randa menurut dan meminta bantuan kepada beberapa bodyguard lain..
” fil sebaiknya lo bawa juga semua sahabat lo biar si sini gue yg tanganin” ucap tom
Iya lo bener tapi lo bisa? ”
” Bisa lah gue kan hebat… lagian ada randa dan yg lainnya disini gue bisa kok… Bentar lagi semua bodyguard akan datang kesini…”
” Oke gue andalin lo sekarang… ”
” fil sebaiknya lo bawa beberapa bodyguard untuk jaga jaga “timpal randa
Fildan mengangguk lalu berjalan pergi dengan mata terus waspada sambil sesekali menembak kan peluru ke org yg menghalangi nya…
Tapp…
Pintu mobil di tutup dengan suara keras oleh reza tanda kesalnya pada fildan…
Selama perjalanan Reza menatap nanar pada fildan… Dari tatapannya seakan meminta penjelasan dari semua yg terjadi…
Namun fildan acuh dan justru fokus menembak kan peluru nya…
Ia juga tak peduli dengan ocehan dari semua sahabat nya yg terus bertanya…
Yang ada di fikiran fildan saat ini adalah nyawa dang ayah…
“pak bisa bawa mobil gak sih ngebut dong mau liat ayah saya matu hah!!!!” bentak fildan pada supir
“fil lo tenang dulu ngapa sih…”ucap Ical
” Gue gak bisa tenang kalo keadaan nya kayak gini Cal !”
Tiba tiba hp fildan berdering dan tertera nama randa
“halo nda…”
“…..”
“apa!!! Kok bisa terus gimana keadaan lo?”
“…..”
“lo yakin nda? Pantesan dari tadi ada yg ngejar kita terus…”
“……..”
“oke nda lo jaga diri gue bakal ngirim jorgie kesana sekarang lo tenang oke…”
“…….”
“oke daa..”
Setelah itu fildan kembali mengutak atik hpnya
“halo gie lo ke kampus pelita harapan sekarang!!!”
“……..”
“Bawa juga anak buah lo yg lain disana ada randa lo bantu dia dan lumpuh kan penghianat itu!!!! ”
“….. ”
Titt.. Titt…
” pak ngebut kita harus sampai rumah sakit dalam waktu 5 menit!! ”
Sesuai instruksi fildan supir pun menaikkan kecepatan mobil di atas rata-rata…
Begitu sampai di rumah sakit fildan langsung memanggil dokter agar ayah nya bisa langsung di obati…
“fil ada apa ni sebenarnya?” tanya ridwan yg membuat fildan berhenti menatap ruang Oprasi…
“maksud lo??”
“ya elahh malah balik nanya… Goblok lo…” balas Ical
“fil…Ikut gue !!!”ucap reza dengan tatapannya yg tajam lalu menarik fildan
Namun fildan melepaskan nya..
” gak!!! ” sahutnya cepet
” ikut!!! ”
” enggak!!!! ”
” ikut gue fildan!! “ucap reza penuh penekanan
” gue gak mau reza!! ”
” lo mau bilang apa sih disini aja gue mau mantau keadaan ayah!! “sambung nya
” oke tapi jangan marah kalo privasi lo gue bahas…. ”
” oke… gue gak peduli cepetan mau bilang apa!! ”
” lo kenapa? Kenapa lo jadi sombong sama kita? Kenapa lo beneran Jauhi rara? Dan ada apa ini? Siapa yg nyerang kita tadi? “reza menghujani fildan dengan banyak pertanyaan sampai ia tak sadar ada wajah seseorang yg berubah karena salah satu pertanyaan nya
” beneran Jauhi rara? maksudnya apa?selama ini kak fildan cuma pura-pura? “rara pun ikut menghujani fildan
” awal nya sih ia ra tapi sekarang gak tau deh jadi beneran… “jawab reza ketus
” yakin mau tau jawabannya? ”
” iya fildan “ucap mereka serentak
” oke… Jadi sebenarnya… ”
Titt… Titt..
Ucapan fildan terpotong dengan suara ponsel nya…
” iya halo gimana semua selesai? ”
“……. ”
” bagus lanjutkan ”
“…… ”
” bawa ke gudang biasa aja yg dulu”
“……”
“gue gak bisa dateng sekarang tapi ayah lagi di Oprasi…”
“……”
“iya seterah lo aja asal kan dia masih tetap hidup!!”
“…….”
“gue mau bermain main dulu sama dia…”
“…….”
“Oke ”
Setelah mengakhiri telpon nya
Perkataan fildan saat sedang menelepon didengar oleh semua orang…
Hal Itu membuat mereka menatap fildan penuh sidik…
“apa???” ucap fildan cuek
“sejak kapan kakak bisa kenal dengan hal berbau darah? Dan tadi kakak bisa pakai pistol… Sejak kapan kakak kayak gini??”
“sejak itu semua harus!!!” jawab fildan penuh teka teki
Fildan ber jalan kedepan saat melihat dokter keluar dari ruang operasi…
“gimana keadaan ayah dok?? Peluru nya gak terlalu dalam kan??” tanya fildan khawatir
(dokter tersenyum mendengar ucapan fildan) “kamu tau nak fildan dari dulu saat pak Johan cek up kesini ia selalu cerita tentang anda… Dan ternyata benar kamu sangat baik… Nak fildan tenang saja pak Johan baik-baik saja tapi untuk saat ini pak Johan harus istirahat jadi jika ingin menjenguk nati saja sekitar 2 jam lagi”ujar dokter
“tunggu dok tadi dokter bilang ayah sering kesini untuk cek up… Emang ayah kenapa dok?”
“emmm… Sebenarnya pak Johan ada riwayat sakit sakit jantung dan seharusnya si pasangkan ring tapi pak Johan tidak mau katanya untuk apa hidup jika ia dibenci oleh anak anak nya…”
Seketika fildan tertunduk lesu mendengar perkataan sang dokter… Ia merasa bersalah pada ayah nya… Karena ia lah yg paling membenci sang ayah…
Tampa disadari air mata mengalir keluar tampa izin saat fildan mengingat betapa ia membenci ayah nya…
“dok apa operasi pemasangan ring itu masih bisa??”
“tentu sangat bisa malahan..”
“jika begitu maka lakukan operasi nya dok…”
“mohon maaf tapi untuk hal itu saya tidak bisa…”
Kenapa?
Saya tidak bisa melakukan operasi sebelum pak Johan yg menginginkan nya… ”
” apa!! Tapi kenapa?? ”
” Karena itu perintah nya… Dan saya tidak bisa melawan… Saya permisi ”
Semeninggal nya dokter fildan menatap kosong ruang operasi yg mulai terbuka dan menampilkan ayahnya yg terbaring dengan berbagai alat di sisinya…
” fil pembicaraan kita belum selesai sekarang lo jelasin semuanya!!! “paksa reza
” lo mau tau kan? ”
” gue bakalan berita tau lo tapi jangan banyak tanya ngerti…. ”
” gue udah baikan sama ayah… Dan orang yg ngejar kalian tadi mengincar rara…. Jika kalian ingin tau lebih maka kalian cari tau sendiri…. ” ucap fildan lalu lintas pergi
Langkah nya terhenti saat melihat 3 bodyguard
Kalian jaga ayah dan jangan biarkan mereka keluar dari sini pastikan tidak ada penyusup….!!!” final fildan lalu berjalan
***************
Fildan melangkah kan kakinya menuju dalah satu ruangan yg ada di rumah sakit…
Tak perlu waktu lama ia sudah sampai si ruangan bernuansa biru langit…
Fildan sangat mengenal seluk beluk rumah sakit ini karena ini milik ayah nya
Ia masuk ke ruangan itu lalu mengunci nya…
Ia duduk si salah satu sifa lalu mulai termenung…
Hampir 1 jam fildan habiskan Di ruang itu dengan pikiran kosong sampai akhir sudut mata nya menatap tangan nya sendiri…
“kenapa harus tangan ini yg membunuh orang!!! Bagaimana bisa aku terjebak di dalam ini semua!!!!” teriak nya…
“ARGHH… GUE PEMBUNUH!!!”
Fildan teringat kembali pada kejadian di kampus tadi… Tangan nya lah yg menembak kan peluru dan membuat nyawa orang hilang…
Ia tau situasi yg memaksa tapi fildan merasa bersalah karena hal itu…
Ia kembali ingat perkataan sang ayah…
‘fil dunia bisnis berlaku hukum rimba yg kuat yg menang…’
Dari sejak ucapan sang ayah ia belajar berbagai tehnik senjata…
Mulai dari pedang hingga pistol…
Semuanya ia kuasai dalam waktu seminggu…
Hal itu bisa terjadi karena sewaktu kecil fildan pernah di ajarkan ayah nya… Bukan hanya ia tapi juga rara…
Bahkan rara lebih hebat dari nya… Fildan tertawa kecil kala ia mengingat bagaimana sang adik menyombong kan dirinya jika berhasil mengenai sasaran…
Tampa ia sadari ia sudah hampir 3jam diruang itu sendiri
“ayah!!!” gumamnya saat wajah ayah nya terlintas di pikiran nya…
Dengan cepat fildan keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruang rawat ayah nya…
Bersambung…




