Tring…
Suara notif masuk ke hp fildan dan membuat mata nya membola sempurna saat membaca pesan itu….
******************
“oh… Shitt…!!!!” fildan mengumpat saat membaca isi notif itu
Matanya merah seakan amarah sudah berada di ubun ubun dan siap meledak…
Hampir saja ia membanting ponsel nya jika tidak mengingat harga dari ponsel nya itu…
“awas kau tuan brata jaksara!!!!!!” teriak fildan tiba-tiba
Tak lama pintu terbuka dan menampilkan 2orang pemuda yg satu Seumuran rara dan satu lagi Seumuran fildan
“afisan jorgie!!!! Gimana di bisa lepas dan mana randa hah!!!!” bentak fildan saat 2 orang itu tepat berada si hadapan nya…
“maaf kak ini salah fisan… Fisan yg lalai ninggalin kak dia sendiri… Dan kak randa lagi ngejar dia… Maaf…” lirih afisan yg tak mampu memandang mata fildan
“gak fil ini salah gue juga gue ceroboh…biarin benda tajam ada di dekat dia jadinya dia bisa kabur….” sambung jorgie menundukkan kepala nya
“kalian berdua sama aja sama sama bodoh!!!!!” bentak nya lagi
“jadi sekarang kita mesti gimana fil?” tanya jorgie
“fil ini ada apa??” tanya tuan Johan
“maaf tuan besar dia berhasil kabur dari kami….” jawab jorgie
“itu karena kalian bodoh!!!!!!” bentak fildan lagi
“FILDAN CUKUP!!! jangan salahkan dia lagi lebih baik sekarang kamu cari penghianat itu ayah bisa disini sendiri!!”
“tapi keadaan ayah…”
“ayah gak apa-apa sekarang kamu cari saja dia…”
“oke fildan nyerah debat sama ayah… Fildan bakal pergi…”
Tringg…
Lagi lagi suara notif masuk namun bukan di ponsel fildan melainkan si ponsel Jorgie
“fil gue baru dapat kabar kalo randa berhasil menemukan si penghianat itu dia cuma minta aba aba untuk menyerang…” jelas jorgie
“jangan! dulu tunggu gue…. Kita gak bisa main serang aja harus buat strategi dulu”
“untuk apa pake strategi segala fil orang siranda udah ngepung tu tempat terus udah masang bom juga lagi…” jelas nya lagi
“shitt!! Bodoh randa bodoh!!! Suruh dia cabut tu bom cepat!!!!” perintah fildan dengan tegas
“emm… Gimana ya fil… Masalah nya tu bom nya udah di setel pakek waktu dan akan meledak dalam waktu 30 menit jadi gak bisa di cabut atau di matiin…”
“emang kenapa kak?? Bukannya bagus ya kalo tu tempat meledak kan pak brata itu mati kak?” tanya afisan
“iya brata sialan itu mati tapi gak sendiri!!! Liat ni!!” (fildan menyerah kan ponsel nya pada jorgie)
‘Fildan bawa adik tersayang kamu ke saya atau dia akan mati!!!!’
(terdapat foto gadis yg dimaksud dengan sebuah video)
“Vidio fil?? Vidio paan nih??” tanya jorgie heran
“liat aja!!”
Jorgie menurut dan mulai membuka Vidio itu…
Bukan hanya jorgie yg melihat Vidio itu tapi juga semua orang yg ada di ruangan itu, karena Vidio di putar di tv…
Isi Video
” halo fildan apa kabar masih kenal dengan om kan? Kalo kamu lupa gak papa biar saya ingat kan saya adalah ayah dari anak yg meninggal karena kecelakaan maut akibat adik tersayang kamu itu!!! Udah ingat kan?? Oh iya saya gak sendiri loh… Nih liat ada siapa (kamera itu bergerak ke samping kiri dan memperlihatkan seorang gadis berhijab dengan keadaan terikat) ”
‘fildan tolong aku hiks hiks… Tolong… Fildan… Hiks hiks’ teriak gadis itu
(kemudian kamera kembali menampilkan wajar brata)
‘bagaimana fildan masih mau bunuh saya?? Ya kalo masih mau gak apa-apa paling gadis ini juga ikut mati!!! Hahahaha’
Kemudian video itu mati
“gila tuh cewek siapa fil cantik bener???” tanya jorgie yg membuat fildan menatap nya dengan tajam
“dia itu lesty pacar kak fildan” jawab rara
“bukan pacar ra teman!!” sargah fildan
“Masa sih cuma temen?? “melirik fildan dengan lirikan mengejek
” diam ra!!! Gie sekarang kamu siap kan anak buah mu kita pergi ke tempat itu… ”
” oke fil (jorgie mengangguk paham) tapi fil tolong jangan panggil gue gie aja kalo di depan orang… Gue gak mailu mereka kira nama gue itu gigi ngerti!!”
“terserah” (fildan memutar bola mata nya malas)
Setelah membuat rencana fildan dan ke 5 sahabat nya ditambah rara mulai pergi dari ruang sang ayah…
***************
Di tempat lain tampak seorang gadis tengah di ikat dengan kondisi yg memprihatinkan…
Di seluruh tubuh lesty terdapat memar dan beberapa luka sayatan dari pisau kecil yg mengeluarkan darah…
“arghhh…” lagi lagi lesty berteriak kala sebuah cutter berhasil menyayat bagian lengan kiri nya…
Plakk
“hiks hiks s… sakitt… tolong lepaskan saya… Hiks hiks argh…” di tengah tangis nya sebuah pukul mendarat di pipi nya…
“kamu akan bebas saat rara menyerah kan nyawa nya pada ku!!” ucap orang itu tersenyum smirk
*****************
Di tempat lain tampak fildan dan sahabatnya tengah mengintai pergerakan sang musuh…
Tangan fildan mengepal saat melihat gadis yg ia cintai tengah merintih kesakitan dengan darah yg terus mengalir….
“awas kau pak brata tunggu saja malaikat maut mu…!!” ucap fildan dengan mengertak kan rahang nya…
“fil apa yang harus kita lakukan??” tanya reza
“sama seperti rencana awal… Rara dan gue bakal masuk duluan nanti stelah gue kasih kode kalian serang… Oke…”
Semua mengangguk paham
“tapi ingat fil kita cuma punya waktu 15 menit lagi…”
“iya gue paham… Ayo ra”
Fildan dengan perlahan mulai melangkah maju… Semakin ia dekat dengan gudang itu semakin jelas suara rintihan kesakitan lesty…
Saat kaki nya tepat berada si depan pintu besar yg perlahan membuka tatapan nya hanya lurus melihat Gadis sudah mengisi hati nya… Yg entah sejak kapan….
Rara menggenggam erat tangan fildan berusaha menyalurkan rasa tenang pada sang kak agar tak lepas kendali…
Saat fildan dan rara tepat berada di depan pak brata fildan berusaha setengah mati untuk tidak membunuh pak brata…
(tuan brata tersenyum sinis) “Ahirnya kalian sampai juga…. Bagaimana apa kau ingin menyerah kan adik kesayangan mu ini atau tidak!!!?”
Fildan tampak ragu Melepas genggaman rara namun dengan cepat rara yg melepaskan nya lalu berjalan menuju brata…
Rara tepat berada di depan brata hanya tinggal 2 langkah…
” saya sudah ada disini… Sekarang Serahkan kak lesty!!! “ucap lantang rara
Brata menatap anak buahnya dan dengan sigap salah satu dari mereka menyerahkan lesty…
Brukk…
Tubuh lesty ambruk saat di dorong oleh anak buah brata tepat di depan fildan….
” Sekarang kalian bisa pergi!!!” ucap brata menatap filles
Fildan melihat jam yg bertengger di tangan nya “lima menit lagi” humam nya
Mara fildan beralih menatap rara lalu mengedip ka 2x mata nya… “kita mulai rara!” ucap fildan
Mendengar ucapan fildan rara dengan sigap mengeluarkan sebuah pistol dari belakang pistol berjenis M30H(mohon maaf ini cuma ngarang😂🔫)
Pistol lipat yg memiliki daya tembak kuat dan jauh serta mematikan…
Rara berjalan cepat dan sudah berada di belakang brata dengan pistol yg berada di kepala brata…
“jangan ada yang maju atau bos kalian mati!!!!” teriak rara
Namun tiba-tiba….
Brukk…
Ada yg memukul kepala rara…
“RARA!!!” teriak fildan kala rara terjatuh kelantai
Fildan menatap orang yg memukul rara dengan sangat tajam….
“kau akan mati tom!!!!” ucap fildan dengan seringai misterius
“SEKARANG!!!!” teriak fildan lalu masuk sekitar 50 orang berbaju hitam lengkap dengan sahabat fildan
Fildan tersenyum penuh kemenangan kala melihat wajah pucat tom…
“ada apa tom??? Kau takut!?? Bukan kah ini yg kau inginkan?? Dasar penghianat!!!!!” umpat fildan
Semua yg ada di sana terlibat perkelahian hebat termasuk fildan dan tom…
Bughhh…
Bughhh…
Bughhh…
Pukulan dari fildan berhasil membuat tom tersungkur ke tanah…
” apa yg membuat lo benci gue tom… Apa?!!! ”
Tom tersenyum sinis”lo tanya kenapa gue benci elo dan rara?? Oke gue jawab… Karena lo dan rara gue kehilangan kasih sayang seorang ayah!!!! ”
” setiap menit yg ayah gue pikirkan adalah elo dan rara… Sedangkan gue… (tom tersenyum getir) gue gak di anggap ada… ”
” bahkan saat elo dan rara pergi dari rumah itu, ayah gue tetap gak peduli sama gue… Ia justru memikirkan keadaan lo dan rara…. ”
” Apakah kalian udah makan… Dimana kalian tinggal…. bagaimana kalian bertahan hidup… Hanya itu yg ayah gue lakuin… Sedangkan gue… Bahkan dia gak pernah nanya apa gue udah makan atau belum…”
“kecintaan nya pada keluarga valendra melebihi sayangnya ke gue… Anak nya sendiri….” air mata lolos dari mata tom…
” Lo pasti tau gimana rasanya kehilangan kasih sayang dari orang tua… Dan gue juga ngerasain itu tapi lebih sakit… lo di tinggal mati bunda lo dan di usir ayah lo tapi gak pernah kehilangan kasih sayang… Disaat lo jauh dari ayah lo ayah lo tetap mikirin elo tapi gue… Gue selalu ada di samping dia tapi tak di anggap ada… Dia hanya sibuk mikirin gimana agar lo dan rara nanti bisa pulang dan mewarisi semua harta ayah kalian… Setiap hari dia gak pernah absen dari jagain lo walaupun dari jauh… Tapi gue ada di dekat nya gak pernah di perhatikan… ”
” selama lo pergi selama itu juga gue kehilangan ayah gue fil… Dia dekat tapi terasa jauh… “terus menerus butiran air bening itu mengalir… Ngocoks.com
Fildan yg mendengar pun menatap mata tom berharap ada kebohongan di sana tapi yg ia lihat justru hanya kebenaran…
Tampa di sadari fildan tom bangkit dan melempar pasir ke mata fildan dan bersiap menari pelatuk pistol nya… Yg di arah kan ke kepala fildan…
Dorrr…
“arghh!!!”
Satu teriak kan berhasil membuat suasana yg awalnya ricuh karena pertarungan kini menjadi hening…
Mata tom mengarah pada seseorang yg telah mengeluarkan peluru dari pistol…
Tom tersenyum miris “lo liat kan fil bahkan ayah gue rela menembak anak nya sendiri demi elo!!” rintih tom di tengah rasa sakitnya…
Ya… Suara tembakan itu berasal dari Frans ayah tom yg melihat semua nya…
Perlahan Frans melangkah menuju tom… Dan…
Plak
Plakk….
2 tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri tom…
” dasar anak kurang ajar!!!apa yg membuat mu berhianat hah!!! Hanya karena kurang kasih sayang kamu berhianat!!!!”
Bugh…
Bughh..
Frans kembali memberi pukulan pada tom…
“CUKUP OM FRANS….!!” teriak fildan
Fildan melangkah maju dan membantu tom berdiri…
“tom maaf karena gue lo kehilangan kasih sayang ayah lo… Gue tau gue gak bisa memutar waktu untuk kembali ke masa lalu… Tapi gue janji mulai hari ini lo gak akan pernah ngerasain itu lagi… Tapi please Jangan hianatin gue… Lo itu sahabat gue… Dati kecil kita bersama walau pernah terpisah tapi lo tetap sahabat terbaik… ” ucap fildan dengan tulus
Dorr
Dorr
2 peluru berhasil mengenai bahu Fildan
” arghh… “fildan menatap nanar pada orang yg telah menembak nya… Siapa lagi kalo bukan brata
“FILDAN!!!” teriak lesty saat fildan ambruk di pelukan nya…
“KAK IDHAN!!!” rara berlari ke arah fildan
“Fildan!! “teriak semua sahabat fildan
Tit
Tit
Saat semua orang tengah panik dengan fildan yg pingsan suara bunyi dari sudut gudang itu berggema bertanda bom akan segera meledak…
” sial!! Kalian memasang bom hah!!”teriak brata panik
Saat brata ingin berlari keluar sebuah suara mengintruksi kan untuk mencegah nya…
” t… tangkap… D… Dia…. “lirih fildan
Semua yg menaggis seketika terkejut
” Kak Idhan!!” teriak rara
randa yg berada tak jauh dari brata menembak tepat di kaki nya…
Dorr
Brukk
Seketika brata kehilangan keseimbangan lalu terjatuh…
” bawa dia pergi!! “titah rara
Tit
tit
tit
Lagi lagi suara bom menggema…
” sepuluh detik lagi… “ucap reza
” semua nya keluar!!!! “pinta Frans
Sesuai instruksi frans semua keluar dengan memapah fildan yg setengah sadar…
Reza yg memapah fildan sedang kan rara berada di belakang untuk memastikan keamanan fildan…
Tepat saat berada di depan pintu suara dari bom semakin kuat menandakan bom akan meledak dalam hitungan detik.
Dengan posisi yg tidak aman bagi fildan kerena berada si paling belakang dengan reza sedang kan lesty sudah berada di dekat sahabat fildan…
“FILDAN!!! “teriak lesty saat melihat sambaran api di belakang fildan
Secepat kilat lesty berlari kearah fildan yg bersama reza dan mendorong nya…
Fildan berhasil selamat, Namun naas bagi lesty yg menyelamatkan fildan…
DUARR!!
Tepat disaat lesty menolak fildan gudang itu meledek membuat lesty yg berada dekat dengan gudang terkena ledakan dan terpental sangat jauh …
Perlahan darah segar mulai keluar dari tubuh lesty sedang kan fildan yg setengah sadar melihat kejadian itu…
Dengan perlahan ia berjalan ke arah lesty yg terbaring lemah…
“l… lesty… ba.. banggun les… Banggun…” lirih nya
“fil… Fildan I Love you…” lirih lesty sebelum kesadaran nya hilang
****************
Semua terasa cemas saat lesty dilarikan ke ruang operasi ditambah dengan semua alat yg menempel di tubuh lesty…
Fildan dan lesty sama-sama di larikan ke ruang operasi namun keadaan lesty yg lebih lemah dari fildan membuat semua orang lebih khawatir kepada lesty…
2 lampu merah menyala tanda operasi di mulai…
3 jam tak terasa telah berlalu tepat di saat Satu lampu operasi berganti hijau, tanda Oprasi berhasil.
Klekk..
Satu pintu operasi terbuka menampilkan seorang dokter…
“operasi pasien atas nama fildan berhasil dilakukan… Dia akan di pindah ke ruang rawat dan kalian bisa melihat nya…” ucap dokter sebelum pergi
“kalian tetap disini untuk pantau keadaan lesty dan kami akan liat keadaan fildan…” ucap reza
Namun rara tak setuju..
“gak rara mau ikut a’ eja liat kak fildan titik…” ucap rara
“gak bisa ra kan keadaan fildan juga belum stabil jadi gak bisa banyak banyak yg liat… Kamu disini aja ya sama afisan dan yg lain…”ucap reza berusaha memberikan pengertian
” gak rara pokoknya mau liat kan fildan!! ” kekeh rara
” ya terserah kamu aja deh capek aa’ debat sama kamu… “ucap reza pasrah
Ahirnya reza me bawa rara ikut bersama nya…
****************
Klekk…
Pintu ruangan terbuka menampilkan fildan yg terbaring lemah dengan alat menempel di tubuhnya yg ditemani oleh seseorang yg duduk di kursi roda
“ayah…!!!!” panggil rara dengan berlari ke arah tuan Johan
Bruk..
Rara ambruk di pelukan sang ayah…
“yah kak idhan yah hiks… hiks… Kata dokter kak idhan selamat terus kenapa kak idhan masih tidur yah? …. Hiks… hiks…” tangisan rara pecah di pelukan sang ayah…
“hustt… Rara tenang ya kak idhan cuma lagi tidur kok bentar lagi pasti bangun ya… Oke..” tuan Johan berusaha menenangkan sang putri…
“ayah gak boong kan? … Hiks hiks…”
” enggak ra ayah gak boong… Rara hanya harus berdoa aja supaya kak idhan bangun…”
“katanya pasti bangun terus kenapa harus berdoa?? Hiks hiks…”
“ya karena nyawa seorang hamba ada di tangan tuhan nya… Jadi kita harus berdoa agar allah memberikan kesempatan lagi untuk kak idhan…”
“oke kalo gitu rara mau sholat mau minta kak idhan supaya bangun lagi…”
“nah gitu dong…”
Tit… Tit…
Suara dering ponsel membuat rara dan tuan Johan melirik reza…
Reza yg mengerti arti lirikkan itu pun menjawab “ah.. Ini tuan ada telpon dari afisan”
“halo fis…”
“……..”
“iya ada apa?”
“……..”
“masih di ruangan fildan kenapa emang nya?”
“……”
“hah!!! Apa!!! Kok bisa???”
“……”
“oke oke gue kesana sekarang!!”
Tut… Tut…
“ada apa za kok kamu panik gitu??” tanya tuan Johan
“ini om reza barusan dapat kabar dari afisan kalo jantung lesty berhenti berdetak….”
Tit tit tit
Saat mengucap itu tiba-tiba saja monitor yg menampilkan detak jantung fildan berbunyi dan menampilkan garis lurus….
Bersambung…




