Flashback 3 tahun lalu
*************
Seorang gadis berpakaian putih abu abu berjalan menyusuri koridor sekolah nya…. selama berjalan senyum terus tercetak di bibirnya….
Gadis itu bernama Rara, ia tak berhenti mengucap syukur atas apa yang dia dapat kan… masuk ke dalam sekolah elite dibandung…
Saat lulus SMP Rara memutuskan untuk berpisah sekolah dengan kakak nya…
Hari hari yg ia lalu awal nya berjalan lancar… Namun itu semua berubah setelah Rara berjumpa dengan dia seseorang yang berhasil mencuri hati nya…
Mulai saat itu semua warna dalam hidup Rara berubah menjadi 1 warna yaitu hitam…karena cuma warna itulah yg dapat mewakili seluruh perasaannya….
Setelah bertemu dengan seorang yg mencuri hati nya… kehidupan rara berubah 180°…ia selalu mendapat bully dari teman-teman bahkan dari orang yang ia suka…
Seperti saat ini… Saat ia hendak masuk kedalam kelas tiba tiba 1 buah ember yang diisi dengan air… berhasil mengenai tubuh Rara
Byurr
“Hahaha 🤣”terdengar suara tawa dari seorang pemuda…yg seperti nya sangat senang karena rencananya berjalan lancar…
“Mampus Lo”teriak pemuda yang lain
“Itu akibat nya suka sama gue… dasar gadis ‘murahan’ ”
Sedangkan Rara hanya bisa menaggis…ia tak berani melawan atau pun menyanggahnya… Meskipun hati nya terasa panas…
Lalu pemuda itu mendekati Rara…dan..ia melempar telur busuk ke Rara….
Hahaha
“Gila Lo ya Afisan”ucap salah seorang gadis
“Cewek murahan kayak dia memang layak mendapatkan ini haha” ucap afisan
“Fisan Lo jahat banget tau gak kasian Rara”
“Gue gak peduli”
Terdengar tawa dari semua orang yg ada di kelas itu…
Sedangkan Rara ia memutuskan untuk pergi dan membersihkan diri nya…
Bagi Rara hal ini sudah biasa…
Bahkan Rara pernah dikerjai oleh teman teman nya lebih dari ini…
Rara pernah di kunci di gudang yg sangat gelap dan dipenuhi oleh tikus…
Dan Juga pernah disiram dengan air lumpur…</p>
Bahkan pernah disuruh mengerjakan tugas fisika teman teman sekelasnya…
<p>Dari situ lah Rara mulai membenci afisan rasa cinta nya berubah menjadi sebuah torehan luka
Meski pun jika dikalangan 9uru Rara dikenal dengan anak yg berprestasi….
Hal itu lah yg menjadi penyemangat Rara untuk tetap bertahan di sekolah itu…
Lagi pula ini adalah keputusan nya…ia yg ingin sekolah di sini jadi dia harus menerima akibatnya….
Flashback end
Hal dari masa lalu nya yg pahit lah yg membuat Rara Tumbuh menjadi pribadi yang… pendiam dan penakut…
Oleh karena itu ia memutuskan untuk masuk ke universitas tempat kakak nya belajar saat telah lulus SMA agar ia tak mengalami hal yang sama…
Sejak SMA Rara dan fildan berpisah sekolah…apa lagi saat fildan telah lulus SMA dan memutuskan untuk pergi ke Jakarta…
Fildan dijakarta dan Rara di Bandung…
Rara memilih tetap di Bandung karena masih trumua dengan Jakarta…
Karena dikota itulah semuanya berakhir….
Dan lembaran yg penuh perjuangan dimulai….
Flashback
10 tahun lalu…
“MULAI SEKARANG KAMU PERGI DARI RUMAH INI!!!” Teriak seorang pria paruh baya kepada seorang wanita paruh baya
“MAS…APA SALAH AKU? KENAPA HARUS AKU YG PERGI KENAPA TIDAK WANITA MURAHAN INI SAJA YG PERGI… hiks hiks…”tanggis wanita itu
“KARENA KAU BERANI BERKHIANAT!!!”
“AKU YG BERKHIANAT??!KAMU BILANG MAS!!!!APA KAMU SADAR DENGAN UCAPAN MU!!!!KAMU YG BERKHIANAT TAPI AKU YG KAMU TUDUH!!!”
“Baiklah mas aku akan pergi tapi ingat jika kamu tau kebenaran nya jangan pernah mencari ku dan berharap kita kembali lagi seperti dulu…”sambung wanita itu
“Rara fildan ayo kita pergi!!”
Sebelum pergi wanita itu menatap pria itu dengan tajam kemudian pergi…
Flashback end
Setelah pengalaman yg sangat buruk itu baik fildan atau pun Rara sangat membenci ayahnya…
Dan kebencian itu bertambah setelah sang ibu meninggal karena sang ayah…
Flashback 7 tahun lalu
Setelah pergi dari rumah sang ayah fildan Rara dan sang ibunda harus berjuang untuk bertahan hidup…
Ibu fildan saat itu menjadi tukang jahit baju keliling.. sedang kan Rara dan fildan berkeliling untuk menjual kue buatan sang ibu jika sudah pulang sekolah…
Mereka bahkan pernah hanya memakan ubi untuk Bertahan hidup…
Sampai Sebuah ujian terberat datang dalam hidup fildan dan Rara…
Sang ibunda sakit keras….dan harus segera di operasi….
Tentu hal itu membuat fildan sebagai kakak harus berjuang 2x
Fildan yg putus asa akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan sang ayah agar mau membiayai operasi sang ibunda…
Tok tok tok
Saat pintu dibuka Tampak seorang pria paruh baya berdiri di ambang pintu…
“Kenapa kamu kesini fildan?”tanya sang ayah
Anak berusia 13 THN itu menangis memandang ayahnya…
Kemudian ia sujud..
“Yah tolong bunda yah hiks hiks…
Bu..bunda sakit yah dan harus di operasi hiks… hiks..”
“Ayah tidak peduli toh bunda kamu yg salah”sahut tuan Johan enteng…
“Yah fil…fildan mo..mohon tolong hiks.. hiks.. ibu yah…(sujud di kaki sang ayah) fildan gak mau kehilangan ibu…hiks hiks hiks…”
Tanggis fildan pada sang ayah dan Terus bersujud..
“Sudah kamu pergi sana!!!dan urus wanita murahan itu!!!”
mendengar kata murahan emosi fildan tersulut… bagaimana pun ia bukanlah anak yg tak tau arti kata murahan
“BUNDA BUKAN MURAHAN!!! AYAH JAHAT!!!AKU BENCI AYAH!!!KALAU AYAH GAK MAU BANTU FILDAN GAK APA APA TAPI JANGAN BILANG BUNDA MURAHAN!!!!AKU BENCI AYAH!!!!hiks hiks…” bentak fildan
di sela sela tanggis nya
Mendengar ucapan fildan tuan Johan marah lalu menamparnya
Pakk
“Dasar anak gak tau di untung!!!!! pergi sana biarkan saja bunda mu itu mati!!!”bentak tuan Johan kemudian menutup pintu
Tamparan itu merupakan tamparan pertama bagi fildan…
Seorang ayah yang selama ini ia banggakan menamparnya dan berkata seperti itu…
Fildan yg putus asa Ahir nya kembali ke rumah sakit …
Sesampainya di rumah sakit fildan mengetahui bahwa sang ibu telah tiada…dan yg membuat fildan lebis sedih lagi… Fildan sama sekali tidak bisa membantu ibunya….
Fildan mengganggap kepergian sang ibu adalah salah ayahnya…
Andaikan saat itu sang ayah mau memberikan uang maka kejadian ini tak ada terjadi…
Setelah kepergian sang ibu fildan memutuskan untuk pergi dari Jakarta…. dengan sisa uang yg ada fildan membawa Rara pergi ke Bandung dan memutus komunikasi nya dengan semua orang…
Di sana lah fildan memulai lembaran baru…
Meski usianya masih muda fildan sudah merasa keras nya kehidupan…
Sebagai seorang kakak fildan harus mampu menghidupi adiknya…
Setelah pulang sekolah fildan bekerja menjadi kuli bangunan demi mendapatkan sedikit uang…
Hari hari pun berlalu begitu cepat…
Kini fildan telah lulus SMA dan ia mendapat kan beasiswa di universitas elite dijakarta… Dengan berat hati fildan pergi meninggalkan Rara yg masih duduk di bangku 2 SMA
Sampai fildan mendapatkan kabar bahwasanya sang adik akan menyusul nya dengan Jakarta…
Dan disini lah kisah masa lalu kembali…
“mulutmu di kunci?” Tanya tuan Johan
“Huff”lagi dan lagi tom menghembus kan nafasnya dengan kasar mendengar ucapan dari bos nya ini… seperti nya memang tom harus banyak bersabar menghadapi bos satu ini….
“Tadi kan tuan bilang saya harus diam”ucap tom dengan senyum di paksa kan…
“Tom saya ingin kamu pergi kepengacara untuk mengambil sebuah dokumen…”
“Baik tuan…tapi kalau saya boleh tau itu dokumen apa tuan?”tanya tom sopan
“Kamu tidak perlu tau!!! lakukan saja apa yang saya suruh!!!”
Tak lama kemudian mobil milik tuan Johan sudah berhenti tepat di depan rumah sakit
“Tom lakukan apa yang saya suruh!!!”setelah mengucapkan itu tuan Johan turun dari mobil dan masuk ke rumah sakit…
**************
“Bagaimana keadaan Rara sekarang dok?”
“Saat ini kondisi ginjal pasien semakin buruk…kita harus cepat mengambil tindakan”
Ucapan dari dokter membuat fildan seperti tersambar petir… seluruh tubuhnya lemah bahkan saat ini jika fildan berdiri maka pasti akan jatuh…
“Kapan operasi nya dilakukan dok?”
“Operasi harus dilakukan dalam waktu 2×24 jam”
“Baik dok saya akan usaha kan”
Setelah itu fildan keluar dari ruangan dokter dan sudah di sambut oleh semua temannya
“Apa kata dokter fil?”tanya Irwan
“Yang gimana adik ipar?” tanya lesty
“Apa kata dokter nya fil?” tanya Reza
(Fildan duduk disamping lesty)”kata dokter Rara harus segera di operasi…gue cuma punya waktu 2×24 jam untuk mencari biaya operasi nya”jawab fildan dengan lemas sambil menghapus air mata nya
“Emang berapa biaya nya fil?”
“Gue gak tau za yg pasti mahal”
“Lebih baik kita tanya ke resepsionis saran Ical”
Mereka semua pergi ke resepsionis untuk bertanya kecuali lesty kata lesty dia gak ikut karena mau ber2an dengan fildan …
Setelah teman teman fildan pergi tak ada suara dari fildan dia hanya terus menghapus air mata nya yg mengalir dan tak perduli dengan ocehan lesty…
“Berapa yg kamu butuhkan?”tanya seseorang yg membuat fildan dan lesty terkejut…
Fildan mengangkat kepalanya…dan dia melihat seseorang yang sangat ia benci …
“Saya tidak butuh uang Anda”jawab fildan dingin
“Ayo les kita liat Rara” (menarik tangan lesty namun ditahan oleh tuan Johan)
“Kamu yakin?”tanya tuan Johan sedikit menekan
“Pergi dari sini!!!”usir fildan kemudian pergi
“Baik tapi jika kamu butuh uang saya datang saja ke rumah saya…
Saya harap kamu masih ingat alamat nya!!”
Fildan tersenyum sinis mendengar ucapan tuan Johan
“Bagaimana saya bisa lupa dengan rumah yg di sanalah saya mendapat kan ‘tamparan’ pertama saya…dan ditempat ibu saya ‘menderita’ ” ucap fildan dengan penuh penekanan….
Setelah mengucapkan itu fildan menarik tangan lesty pergi…
meninggalkan ayah nya yg berdiri kaku mendengar kata-kata nya…
Sedangkan tuan Johan merasakan hatinya disayat sayat mendengar ucap anak nya…. Ucapan fildan bagaikan sebuah tamparan keras baginya…
Betapa tidak seorang anak yg dulu sangat menyanjungnya kini mengatakan itu pada nya…
Tom yg tak sengaja mendengar pembicaraan mereka pun menghampiri bosnya
“Tuan Anda tidak apa-apa?”
“Dia benar….dia benar… tom saya sudah membuat sebuah luka yg tak ada obatnya…”lirih tuan Johan kemudian terduduk lemas
“Tuan …saya yakin luka itu pasti akan hilang tuan hanya perlu berusaha agar luka itu hilang!… percaya lah tuan…. Saya disini akan selalu membantu tuan….”
**************
Fildan terus menarik tangan lesty di koridor rumah sakit Tampa mendengar ocehan lesty…
“Es serut sayang kita mau kemana…aku seneng banget deh akhirnya es serut sayang mau megang tangan aku …..aku jadi makin yakin kalo es serut sayang sebenernya cinta sama aku….bla bla bla bla… “oceh lesty selama berjalan dengan fildan….
Sedangkan fildan terus saja berjalan dengan menarik tangan lesty terus….
Sampai Sebuah suara memanggil nya…
“Fil Lo mau kemana?!!!!!”teriak Ridwan
Fildan terus berjalan… Tak menghirau kan panggilan ridwan… Sampai lesty menghentikan langkahnya dan membuat fildan terpaksa Juga berhenti…
“Es serut sayang kamu di panggil sama songong tuh”
“Bodo amat”
“Fil Lo mau kemana sih…??
Sampai narik lesty segala?? biasa nya juga Lo alergi sama ni cempreng” tanya Ridwan
Fildan yg baru sadar langsung melepaskan tangannya…
“GAK sengaja!”
“Gak sengaja tapi di tarik terus… untuk kita liat Lo kalo enggak Lo pasti terus gandeng si cempreng” ucap Reza
“Heh onta Arab jadi jadian!! enak aja Lo panggil gue cempreng…nama gue itu lesty bukan cempreng masak orang cantik kayak gini di panggil cempreng sih gak punya mata Lo ya!!” sargah lesty tak terima
“seharusnya gue yg nanya kayak gitu… Lo punya mata gak… Gak liat apa ini (menunjuk matanya) kalo ini bukan mata terus apa?”
“oh itu mata, gue kira taik lalat kan”
“taik lalat pala lo peang” (menjitak kepala lesty)
“hustt… kalian bisa diem gak?gak tau apa keadaan tegang….”sargah Irwan
Reza dan lesty hanya memandang senyum tak berdosa…
“Apa yg kalian dapat dari resepsionis?”
“Merekalah bilang biaya nya 300jt fil…itu pun diluar biaya obat dan perawatan”
Fildan tersenyum kecut mendengar itu ia merasa sebagai orang yg sangat menyedihkan di dunia ini….
“Lo tenang aja fil gue bakal minta bokap gue bantuin Lo”ucap Irwan
“Kita Juga bakal iyuran untuk biaya perawatan nya Rara… Lo jangan sedih lagi…”sahut Ridwan…
Fildan menatap teman teman nya dengan mata berkaca-kaca…ia tak menyangka ternyata teman teman nya sangat menyayangi dia…
“Thanks ya kalian udah baik sama gue… Gue gak tau gimana jadinya gue Tampa kalian”(memeluk semua temannya)
“Es serut sayang akunya engak ikut dipeluk….kan pingin dipeluk juga…”rengek lesty
“Elo pengecualian…kita gak terima nenek lampir di sini…”ejek Ical
“Eh… gentong air bocor!!! siapa yang Lo sebut nenek lampir? perasaan disini yg ada bidadari surga deh…”Jawab lesty sedikit sensi
” kalian sehari aja gak ribut bisa gak?”tanya Reza
” gak bisa “jawab Ical dan lesty bersamaan
” alah kayak lo gak ribut aja za”ejek Ical
“kalo gue gak ribut”
“terus apa?”
Berantem…. Hahahaha ”
Melihat tingkah sahabat ny itu fildan tersenyum kecil. di antara semua ujian yg di beri tuhan, masih ada satu kebaikan di dalamnya…
Sungguh tuhan itu adil…
Bersambung…




