Fildan melaju kan mobil nya diatas rata-rata membelah jalanan yg sedikit macet…
Ia meyalip setiap orang yang menghalangi jalan nya…
“fil pelan pelan dong jangan ngebut takut gue!!” pinta randa
Namun fildan tak memperduli kan nya ia hanya punya satu tujuan yaitu kantor sang ayah…
Citt..
Mobil fildan berhenti saat sudah berada di tujuan…
VALENDRA EZEQUEL GROUP
Tulisan besar yg berada tepat di atas
Fildan melangkah masuk dengan penuh amarah dengan langkah besar ia menuju sebuah ruangan
Ruang direktur utama
Itulah yg tertulis di sana dengan cepat ia masuk ruangan itu…
Blamm…
Fildan melempar kan hpnya di depan ayah nya…
“apa ini?”
“apa maksud dari berita ini!!!!”
“kenapa apakah ayah salah?”
“salah!!!! Anda bertanya apakah itu salah!!!! Anda orang atau binatang?!!! Binatang saja bahkan tidak akan membuang anak kandung nya!!!”
“lancang kamu bilang saya bintang!!!”
Saya tidak bilang seperti itu!!!! Tapi bagus jika anda sadar!!!!! Anda adalah ayah yg paling kejam di dunia!!!! ”
” Bagaimana bisa seorang ayah tidak mengakui anak nya!!!!apa anda lupa anda lah yg mengajarkan nya berjalan!!!! Anda yg mengazani nya saat dia lahir!!!! Apa anda lupa semua itu!!!!!” amarah fildan kini sudah meluap
” saya menyesal memiliki ayah seperti anda!!!! Saya pikir anda mempunyai sedikit saja rasa sayang pada rara tapi saya salah!!! Kemana semua rasa sayang anda pada rara dulu?!!!! ”
Setelah mengatakan semua itu fildan pergi dengan amarah yg sangat menggebu gebu…
Flashback
Fildan membaca apa yg reza tunjukkan….
Johan valendra mengatakan bahwa gadis bernama rara itu bukan lah darah daging nya…
Membaca berita itu membuat emosi fildan meluap bagaimana orang yg sangat menyayangi rara bisa berkata seperti itu….
Rara bukan adik kandung nya? Bagaimana bisa ayah nya bilang seperti itu? Apa ayah nya lupa dia lah yang paling menyayangi rara! Kemana pergi nya semua rasa sayang itu?
Fildan tak habis fikir apa yg ayahnya ingin kan?
Fildan sekarang berfikir bagaimana jika rara membaca berita itu pasti hatinya sangat hancur… Ayah nya sendiri gak mengakui nya…
Flashback end
**************
Fildan melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi dia baru saja mendapatkan informasi dari Reza bahwa kini adik sedang berada di sebuah danau dengan keadaan kacau…
Reza sudah berusaha menenangkan rara namun gagal rara sangat keras kepala… Apalagi setelah membaca berita itu…
Begitu sampai fildan melihat rara yg sedang menangis di pelukan seorang tapi bukan reza…
“ra lo yg sabar ya gue yakin kok tuan Johan gak bermaksud kayak gitu…”
“gak bermaksud gimana fis jelas jelas ayah gue bilang gue bukan anak nya fis hiks… hiks…”
“apa salah gue fis sampe sampe ayah gue gak mau ngakuin gue… Dan sekarang kak fildan gak ada disamping gue hiks hiks… Gue sendiri fis hiks hiks…”
“Gak lo gak sendiri gue akan selalu ada buat lo…”
“Lo jangan nangis lagi ya… ”
“kalo Kayak gini gue mau mati aja fis hiks hiks…”
“hutss… Gak boleh ngomong gitu…”
Tampa rara sadari fildan memperhatikan nya dari jauh…
Fildan juga menangis sama seperti rara… Meski posisi nya cukup jauh namun samar samar fildan bisa mendengar perkataan adik nya…
“maafin kakak ra kakak udah gagal jaga kamu…” lirih fildan
Fildan pergi dari sana dengan keadaan kacau ia tak sanggup melihat rara dalam kondisi seperti itu…
Sebelumnya pergi fildan menyempatkan kan untuk mengirimkan pesan pada reza…
Fildan :
za tolong lo jaga rara dia masih di taman sama afisan sekalian bawa dia pulang udah malam
Tringg
Suara notifikasi masuk ke hp fildan
Reza
:
oke dan lo tenang aja gue otw kesana
Saat ia ingin pergi dari taman itu ada sebuah suara yg memanggil nama nya…
“kak fildan!
Fildan menoleh…
” Iya fis ada apa?”
“Kak fildan kok gak ke rara sih? Malah pulang gak mau liat rara dulu kak? ”
“Bukan gak mau fis tapi gak bisa… Lo tolong jaga rara ya gue udah maafin lo kok…” ucap fildan sebelum pergi dari sana
Afisan pun kembali menemui rara namun rara tak sendiri dia sudah bersama reza
“Kak Reza!”
“Afisan makasih ya udah jaga rara kata rara kamu yg nenangin dia…”
” Iya kak sama sama… ”
“Ra skarang kita pulang yuk…” Ajak Reza
“Gak a’ rara mau disini aja…”
“Ra kamu gak boleh kayak gitu kita pulang ya… kamu hak mau kan buat fildan sedih…”
“Kak fildan gak akan sedih kok a’ buktinya aja kak fildan gak datang buat nenangin aku… kak fildan udah berubah…”
“Ra percaya deh sama aku kak fildan itu sayang sama kamu…” ucap afisan
“Gue ingin percaya sama lo fis tapi masalahnya gak ada bukti kalo kak fildan sayang gue… ”
Rara pergi dari sana… Hati nya sakit ketika orang yang ia harapkan datang dan memenangkan nya justru tak ada datang… Malah orang yg tak ia harapkan itu yg ada disamping nya sekarang…
Rara masuk kerumah nya dengan perasaan campur aduk…
Saat ingin menuju kamarnya ia mencium aroma masakan… Dan aroma nya tidak asing bagi rara…
Saat ia berjalan menuju dapur ia melihat ada banyak makanan di atas meja dan semua itu kesukaan nya…
Awal nya ia berfikir bahwa sang kakak lah yg membuat nya… Karena saat rara mencicipi nya rasanya sama seperti buatan kakak nya… namun itu salah…
Ia justru melihat afisan yg sedang berkutik dengan peralatan dapur…
“fis… Ngapain kamu disini?”
“Eh elo Ra… Maaf ya gue asal masuk aja tadi tu gue disuruh kak eja kesini untuk liat keadaan lo.. Tapi pas gue masuk gak Liat lo… Terus pas liat meja makan kosong jadi gue inisiatif buat masak karena gue liat di dapur ada bahan masakan nya… “jawab afisan panjang x lebar
” Oo… gue kira tadi yg masak itu kak fildan… tapi kok lo tau makanan kesukaan gue terus kok rasanya kayak buatan kak fildan sih…? ”
” ee… masa sih rasanya sama kayak buatan kak fildan… Tapi ini resep dari ibu gue kok… Soal gue tau dari mana makanan kesukaan lo tadi gue nanya sama kak eja…” jawab afisan. Ngocoks.com
“hah a’eja? Emang a’eja tau makanan kesukaan gue? Eh tapi kemarin kan a’eja bawa makanan favorit gue… Tapi a’eja tau dari mana ya? Ah.. Pusing gue mikirin nya…” batin rara
Tampa pikir panjang rara langsung menyantap nya jujur rara sangat lapar karena dari pagi ia belum makan…
Rara memakan semua nya tampa sisa… Ia berharap dengan memakan makanan ini akan membuat rasa rindu nya kepada sang kakak akan berkurang…
Tampa rara sadari ada seseorang yg memperhatikan nya dari balik pintu kamar mandi…
Orang itu tersenyum saat melihat tingkah rara…
Setelah makan rara pergi kekamar untuk istirahat…
Tak lama orang yg bersembunyi itu keluar dari persembunyian nya…
“kak fildan!”
Hustt… Jangan keras keras fis ntar rara dengar… ”
” Hehe maaf kak… Kakak abis ini langsung pulang? ”
” Iya fis ini dah malem banget ntar ayah nyariin… Tapi kakak mau liat rara dulu…”
Fildan berjalan menuju kamar rara…
Krekk..
Fildan membuka pintu dengan sangat hati hati takut ketahuan rara…
Dengan langkah pelan ia masuk ke kamar rara dan ia melihat rara sudah pulas tertidur di atas ranjang nta sambil memeluk tedy bear kesayangan nya…
Fildan mulai tak bisa menahan air matanya agar tak mengalir ia ingat betul boneka yg di Peluk rara itu adalah boneka pengganti yg fildan belikan saat mereka meninggalkan rumah itu… Di saat itu rara tak bisa membawa tedy bear kesayangan nya dan ia terus menangis jadi dengan susah payah fildan mengumpulkan uang untuk membeli pengganti nya…
Perlahan fildan mendekat ke rara ia duduk di samping ranjang dan terus memperhatikan wajah rara… wajah yg sangat ia rindukan…
Tangan fildan bergerak membelai pelan pipi rara… Dan tatapannya tertuju pada mata rara yg membengkak karena menangis…
“ra maafin kakak ya… Karena kakak kamu kayak gini… Kakak janji bakal buat semuanya kayak dulu lagi…”
Setelah itu fildan pergi dari sana…
************
Pagi hari dikampus di isi dengan kehebohan karena berita yg menjadi trending topik…
Rara melangkah masuk kearea kampus dengan wajah tertunduk… Ia tak Mampu melihat semua tatapan sinis dari semua orang…
Berbeda dengan fildan yg melangkah masuk dengan gaya arogan dan tatapan dingin…
Fildan menghampiri sahabat nya yg tengah asik mengobrol… disana juga ada rara lesty dan putri…
Fildan duduk tepat di depan rara namun seakan tak melihat keberadaan rara…
Fildan asik mengobrol tampa perduli dengan rara…
“Kak! “rara memberani kan diri untuk memanggil sang kakak
Fildan hanya menatap rara dingin…
“kak rara minta maaf kalo ada salah ya…” lirih rara
Sikap fildan masih sama acuh…
“fil itu rara manggil…” sahut reza
(Fildan memandang reza) “gue gak bisa bicara dengan orang asing.. Sorry za dan dia juga bukan level gue!” (menatap jijik rara)
Ada rasa sakit di hati rara saat mendengar perkataan fildan namun ia mencoba tegar…
“Fil lo Bicara apa sih… Dia adik elo ” timpal lesty
” adik? Dia itu cuma anak pungut gak liat berita lo les?”
“Dan pliss jangan bilang lo percaya sama ucapan ayah lo?” tanya reza
“kalo gue percaya gimana? Toh apa yg dibilang ayah gue ada benernya juga…” jawab fildan enteng
Rara dengan cepat berdiri untuk pergi namun ia kehilangan keseimbangan dan jatuh pingsan…
Brukk..
“Rara!! ” Teriak semua orang kecuali fildan
Fildan masih duduk ditempat nya dengan santai seakan tak terjadi apa-apa
” fil angkat rara fil!!” pinta reza
Namun fildan acuh dan tak perduli ia justru pergi dari sana bersama randa
“FILDAN!!! “panggil reza namun tak di hirau kan fildan
Fildan terus melangkah pergi tampa membalikkan badannya untuk melihat rara
*************
Rara pov
Perlahan gue membuka mata dan berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata gue… begitu kesadaran gue udah 100 %gue langsung melihat ke sekeliling ruang putih ini yg gue tau ini itu rumah sakit
Gue mencari sosok yg gue rindukan siapa lagi kalo bukan kakak gue gue melihat ada aa’eja dan sahabat nya juga ada afisan tapi tak ada kak fildan…
Gue menatap pintu yg mulai terbuka berharap itu ada kak fildan tapi begitu pintu terbuka semua bukan kak fildan yg gue liat melainkan pacar nya kak lesty dan sahabat gue sekaligus adiknya putri…
Mereka masuk dengan membawa plastik berisi makanan dan cemilan…
“ra elo udah sadar gimana ada yg sakit?” tanya putri
Gue hanya menggeleng kan kepala…
“nih gue bawain bubur buat elo makan ya… kata dokter elo makan nya gak teratur…” ucap putri lagi
Gue hanya membalas nya dengan senyuman manis gue lalu memakan bubur itu…
Rara pov end
“a’eja kak fildan gak ada kesini ya kak?” lirih rara
Reza tak mampu berkata kata lidah nya seakan keluh mendengar pertanyaan yg terlontar dari rara ia hanya menggeleng kan kepala nya
Sebenarnya sudah berkali-kali reza mencoba menghubungi fildan namun panggilan nya di tolak… Bahkan reza sudah mendatangi rumah fildan namun hasilnya tetap sama fildan menolak menghubungi rara…
Bersambung…




