Tiga hari sudah rara terbaring di rumah sakit dan tiga hari juga ia tak melihat kehadiran fildan…
Rara hanya bisa menangis dalam diam ia tak ingin membebani siapa pun dengan kabar rara drop saja sudah membuat semua nya panik apa lagi jika mereka tau keadaan hati rara saat ini…
“kak, kakak dimana kakak gak rindu ya sama rara? Hiks hiks…” rara terus memandang foto yg ada di hp nya
*************
Di sisi lain terdapat seorang pemuda tengah termenung memandangi jejeran bangun…
Sudah 3 hari ia tak melihat rara kabar yg ia dapatkan dari reza hanya lah sekilas saja…
Entahlah kini fildan sudah Di Jauhi oleh sahabat nya… Antara ia yg menjauhkan diri atau di jauhi sahabat nya apa bedanya nya?
Fildan menatap bangunan itu dengan tatapan miris…
Mungkin semua orang berfikir jika fildan telah berubah… Fildan telah memutuskan komunikasi dari semua orang…
Entah apa yg Di fikir kan sahabat fildan tentang nya… Mungkin dia di anggap sombong… Bagai kacang lupa kulit nya…
Tapi takada yg tau alasan dibalik perubahan fildan yg mendadak…
“mungkin gue berubah di depan kalian tapi gue masih fildan yg sama yg sayang dengan kalian…” lirih nya sambil terus menatap bangunan yg berjejer tinggi menjulang…
“apa kamu masih sanggup fildan? ”
Sebuah suara membawa fildan ke dirinya semula…
Fildan tak perlu berbalik ia tau siapa itu karena ia sangat mengenal suara nya…
” saya masih sanggup selama ini bisa membuat semuanya baik baik aja saya gak apa-apa… ”
” kenapa tidak kamu biar kan saja saya yg berperang sendiri?”
“pada hal saya sudah menoreh banyak luka di hati kamu fildan…”
“ya itu dulu tapi sekarang berbeda… Harus saya akui anda aktor yg hebat… (fildan membalikkan badan nya) ayah…”
“anda lihai dalam memainkan peran anda… Sampai saya tertipu dengan anda…. Bagaimana bisa anda melakukan nya sendiri tampa melibatkan saya didalam nya? Apa sebegitu tidak berharga nya saya? Anda menanggung semua sendiri… Semua luka itu anda tanggung sendiri… Bagaimana bisa anda bisa tahan dengan tatapan kebencian saya dan rara bahkan bunda? ”
” itulah bisnis fildan ada yang berkorban dan ada yg di korban kan…”
“Lalu saya dan bunda serta rara itu di korban kan atau anda yg berkorban?”
“kamu tau jawabannya…”
Tuan Johan pergi dari ruangan fildan…
************
Rara terus menerus menangis tampa henti di pelukan reza… Rasanya ia tak sanggup lagi menahan ini sendiri…
“ra kamu tenang jangan kayak gini… Kamu harus kuat… Jangan sampai tumbuh penyakit baru ditubuh kamu ra…”
“gimana rara bisa kuat a’ kalo orang yg rara sayang sekarang benci dengan rara…. Hiks hiks… Udah 3 hari a’ tapi kak idhan belum juga jenguk rara hiks hiks… Apa kak idhan udah gak peduli sama rara ya a’?”
“hustt… Gak boleh bilang gitu… Kak idhan sayang kamu kok rara… Nanti biar aa’ yg bawa fildan kesini oke… Mungkin dia masih sibuk… Sekarang kamu istirahat ya biar aa’yg bilang ke fildan oke?”
Rara hanya menurut dan mulai memejam kan mata nya…
**************
Reza mengendarai mobil nya dengan cepat menuju suatu tempat…
Citt…
” huff… “dengan hembusan hafas kasar ia keluar mobil dan melenggang masuk…
Kini reza sudah berada di depan pintu kaca besar bertulis kan ‘CEO room’…
” fil lo harus kasih gue penjelasan! “gumam nya kemudian masuk…
Saat masuk mata reza langsung menatap nanar seseorang yg tengah berkutik dengan laptop nya dan tak menyadari kehadiran reza
Entah tak menyadari atau hanya pura-pura tak menyadari nya…
Tapp..
Dengan cepat reza menutup laptop fildan Sedang kan fildan menatap nya dengan dingin
“lo apa apaan sih fil!!! Lo udah lupa punya adek?!!! Tiga hari lo ngilang tampa kabar!!! Dan lo sedikit pun gak nanya ke gue tentang adek lo!!!” amuk reza
“kan kemaren udah gue tanya sama lo za” jawab fildan santai
“iua cuma 1kali kan?? Itu bukan fildan yg biasanya selalu neror gue kalo adek nya lagi sakit!!!! Gue kenal lo dari kecil fildan… Gue tau sifat lo!! Asal lo atu aja semua sahabat lo itu udah benci sama lo karena sikap Lo yg sekarang berubah total!!!! Tapi gue gak fildan karena gue tau lo… ”
” what happen fildan? You have a problem hah?! Tell me fildan gue Itu sahabat elo… ”
” udah ngomel nya? Dengar ya za gue gak punya masalah oke…. Kalo lo kesini cuma mau bahas itu doang lebih baik lo pulang jaga adek ‘kesayangan’ elo itu!” Sinis fildan
” lo ngusir gue? (fildan diam) oke gue pergi tapi tujuan gue kesini cima mau ngasih tau elo kalo dokter nilang ada kemungkinan rara bisa terkena penyakit kanker otak!!! “jawab reza tak kalah Sinis
Reza keluar dengan rasa marah… Ia tak percaya akan sikap yg di tunjuk kan fildan pada nya…
Disisi lain fildan memperhatikan reza keluar dengan amarah dia sedih harus berbicara seperti itu pada sahabat terbaik nya…
Seseorang kembali masuk da menatap fildan sendu…
“apa kamu masih sanggup fil?”
Fildan tersenyum simpul mendengar pertanyaan itu…
“aku masih bisa menahan nya kok…. Jika anda bisa kenapa saya tidak? Maaf selama ini saya salah pada anda…”
“bertahan lah ini akan segera berakhir fildan kita tunggu puncak nya aja setelah itu kamu gak perlu kayak gini lagi…”
Sang rembulan bersinar terang Di langit malam membawa kebahagiaan bagi yg melihat nya…
Namun tak berlaku bagi fildan ia justru menatap rembulan dengan sendu….
Ia teringat tentang apa yang ia dengar kan beberapa hari yang lalu tentang sang ayah dan adik….
Flashback
Setelah dari rumah rara fildan langsung pulang menuju rumah nya…
Dan benar firasat fildan sang ayah sudah menunggu nya bahkan ada randa juga dia tau randa yg memberi tau sang ayah… Sedangkan ayah nya menatap dengan tatapan membunuh….
“dari mana kamu? Rumah rara?”
“bukannya anda sudah tau jawabannya dari bodyguard saya!” sinis fildan
“berapa kali ayah ingat kan jangan pernah berhubungan dengan rara apa lagi berjumpa dengan nya!!! Apa kamu tidak mengerti juga fildan!!!! Jauhi rara!!!!” bentak tuan Johan
“kenapa saya harus Jauhi rara dia adik saya!!!!”
“jika kamu tidak menjauhi rara maka kamu yg akan menyesal….!” ucap tuan Johan setelah itu pergi..
Fildan tersenyum miris mendengar ucapan sang ayah apakah ayah nya akan mencelakai rara jika ia tak menurut? Pertanyaan itu lah yg terbesit di benak fildan
Fildan melangkah pergi tapi ia sempat menatap randa dengan sangat tajam seakan berkata ‘udah puas buat gue di marahi awas aja kalo terjadi sesuatu sama rara lo tanggung jawab’ fildan hendak pergi kearah kamar nya namun dia melewati ruang kerja sang ayah…
Melalui pintu yg sedikit terbuka fildan samar samar mendengar pembicaraan ayah nya dengan sekretaris nya tom
“Tom apa yg kamu dapatkan?”
“dari informasi mata mata kita saat ini dia sedang memburu rara bukan fildan… Karena sudah beberapa kali mata mata kita melihat orang suruhan nya mengamati rara bahkan pernah hampir di celakai….” Ngocoks.com
“tapi anda tenang saja tuan saat ini dia mulai ragu akan kebenaran rara sebagai anak anda setelah berita itu tersebar luas” sambung tom
“lalu keadaan rara gimana?”
“dia saat ini baik baik saja tuan”
Itu lah pembicaraan yg fildan dengar… Ia merasa sedikit ada yg mengganjal dihati nya perihal ‘dia’
Fildan segera pergi dari sana takut jika ayah nya mengetahui nya…
Blamm..
Fildan membanting dirinya ke kasur
“siapa dia yg ayah maksud? Dan apa ayah sayang ya sama rara terus kenapa dia seakan gak perduli? Dan apa berita yg tersebar itu memiliki maksud tertentu?” gumam fildan begitu banyak pertanyaan di hati fildan tentang ayah nya
“gue harus cari tau… Tapi gimana?hmmm(fildan berfikir sejenak) ahh… Ya tom… Pasti tom tau apa yg sebenarnya terjadi…”
Setelah mendapat pencerahan ia langsung pergi dari kamar nya menuju tom namun langkah nya terhenti di ambang pintu…
“ngapain gue repot repot cari si tom gue suruh aja dia kesini”
Fildan mengeluarkan benda pipih lalu mengutak atik nya…
“halo tom lo ke kamar gue sekarang!!!”
“……..”
“gak usah banyak tanya datang sekarang!!!”
“…..”
“iya gak pakai lama!!!”
Titt… Titt…
Sambungan terputus…
Tak lama terdengar suara pintu doli ketok
Tokk. .. Tokk…
Segera fildan membuka pintu dan benar itu adalah tom dengan cepat fildan menarik tom masuk lalu menguci pintu…
“glekk” Tom menelan slavina nya melihat tatapan mematikan milik fildan setajam elang yg siap menerkam mangsa
“a… ada…. apa fildan?” tanya nya gugup
“jelasin semuanya!!! ” ungkap fildan to the point
“a…apa?”
“lo jelasin ke gue semua kebenaran yg enggak gue tau perihal ayah gue!!!! Siapa ‘dia’ yg di maksud ayah gue?!! Kenapa ayah pura pura gak sayang sama rara?!! Dan apa alasan dibalik berita yg tersebar itu?!!!” bentak fildan
“hmm…. i… itu… anu…. apa ya hmm… gak ada yg disembunyikan kok fil!”
“jangan boong lo tom gue denger semua nya!!!! Sekarang gue cuma minta penjelasan aja!!! Jika lo gak jujur maka… (fildan menunjukkan pisau yg ada di ngenggaman nya lalu mengarahkan pada leher tom) leher lo bakalan pisah dari tubuh lo!!!”
“glekk” lagi lagi tom menelan slavina nya
“i…. iya gue jelasin… Jadi… Dia yg dimaksud itu adalah tuan brata jaksara musuh lama ayah lo… Dan sebenarnya ayah lo sayang sama kalian rara juga… Bahkan ia sempat berfikir untuk memberi semua aset nya untuk kalian tapi keputusan itu berubah sejak tuan brata muncul kembali dan mengancam keselamatan kalian… Terutama rara… Dan berita itu di buat untuk membuat nyawa rara aman…. “jelas tom
” brata jaksara… Itu kan sahabat lama ayah… Bahkan dulu anaknya dekat dengan gue dan rara… Kok sekarang jadi musuh ayah? ”
” gue gak tau fil kalo lo mau tau semua lo tanya aja sama ayah gue frans dia yg tau semuanya “jawab tom
” oke lo bisa pergi “fildan membuka pintu kamarnya
” tapi jangan bilang ayah kalo gue nanya soal ini lo harus tetap silent ngerti?! ”
” i…iya fil “tom langsung berlari pergi
Jam menunjukkan pukul 00:30 tapi sebuah mobil masih tampak membelah jalan mobil itu berhenti tepat di sebuah rumah berwarna putih
” pak Frans kita perlu bicara!! Mohon keluar… “pinta orang itu
Klekk…
Pintu terbuka menampilkan seorang paruh baya tengah menatap nya bingung
” FILDAN! ”
Fildan tersenyum mendengar namanya di sebut
” anda belum lupa dengan wajah saya pak Frans? ”
” bagaimana saya bisa lupa dengan tuan muda… Ayo silahkan masuk” ucap nya mempersilahkan fildan masuk
Fildan tersenyum lalu duduk di salah satu sofa
“pak frans saya kesini untuk bertanya dan saya harap anda menjawab dengan jujur…”
“apa yg ingin kamu tanyakan saya akan coba menjawabnya”
“mengapa om Brata jaksara bisa jadi musuh ayah? Kenapa ayah berpura-pura membenci rara dan tidak mengakui nya? Kenapa hanya saya yg diminta untuk menjauhi rara? Apa yg tidak saya ketahui tapi anda tau? Ada rahasia apa sebenarnya?” tanya fildan panjang lebar
Frans melongo mendengar pertanyaan fildan
” bagaimana dia tau tentang semua itu? ” batin frans
” anda jangan heran saya tau semua… Sekarang saya mohon jelas kan sama saya apa yang sebenarnya terjadi… Fildan mohon… Jawaban anda akan menentukan masa depan hubungan ayah dan anak serta kakak dan adik ”
” huff… Oke saya jelaskan…”
“kamu pasti udah gak asing lagi sama gadis di foto ini” (menyerah sebuah foto seorang gadis kecil)
“jeslyn…” gumam fildan
“kamu benar dia jeslyn putri brata jaksara gadis yg 10 tahun lalu meninggal karena kecelakaan…”
“apa hubungannya dengan ayah?”
“kamu pasti tau fildan jika jeslyn meninggal karena menyelamatkan rara dari kecelakaan(fildan mengangguk) dan pak brata tidak terima semua ini ia menganggap ini semua karena rara dari saat itu ia berusaha membuat ayah kamu merasa kan apa yg ia rasakan dengan membuat rumah tangga ayah kamu hancur dengan kesalah pahaman….
Tapi tak ada satupun yg berhasil… Hingga akhirnya ia mengambil jalan pintas untuk membunuh ibu yang kamu karena ayah mu sangat mencintai ibu mu…
Dan itu berhasil pak brata berhasil menjalankan rencana nya dengan menyuntik kan racun berbahaya agar ibumu meninggal secara perlahan lahan….
Racun itu masuk ke dalam tubuh ibu mu setiap saat dari makanan yg dimakan nya… ”
” itu berarti ada yg berhianat dari ayah….”
” kamu benar… Namun sialnya ayah mu tak dapat mengetahui siapa penghiant itu… Karena hal Itu ayah mu mengambil langkah nekat dengan mengusir ibu dan kalian dari rumah itu tapi tujuan nya hanyalah agar kalian aman…
Tapi keputusan Sepihak ayah mu membuat nya kehilangan keluarga kecil nya yaitu kamu dan rara karena kalian tumbuh dengan rasa benci pada ayah kalian… Namun meski begitu ia tetap menjalankan rencananya menjauhkan kalian dari pertarungan nyawa ini…. ”
” namun semua yg di rencana kan ayah mu gagal karena kalian kembali ke kota ini lagi… Kamu mau tau siapa yg menukar hasil lab rara? ”
Fildan mengangguk
” dia adalah suruhan dari brata… Itu semua di sengaja dan sekarang rara juga kembali di amcam dengan penyakit kanker otak dan semua itu ulah brata… Namun semua itu mulai pudar saat berita tentang rara tersebar… ”
” kenapa pak brata hanya mengincar rara? ”
” Karena rara sama seperti jeslyn dan rara pula penyebab jeslyn meninggal ”
” tapi sepertinya sasaran nya akan berubah ke kamu fildan karena tuan Johan hanya mengakui mu sebagai anak nya… Jadi berhati hati lah… ”
” Dan ya Jauhi semua sahabat mu karena nyawa mereka juga akan terancam terutama sahabat kecil mu reza… ”
Flashback end
Fildan mengacak acak rambut nya frustrasi dengan ucapan Frans mengenai dia dan sahabatnya…
Baru tiga hari ia menghilang tapi semua orang sudah membenci nya…
Lalu bagaimana jika 1 bulan bisa bisa ia tak memiliki siapa pun disamping nya…
Bersambung…




