Close Menu
Cerita SexCerita Sex
  • Warning!
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Kirim Cerita Sex
  • Join Telegram
  • Video Bokep
  • Foto Bugil
  • Jav Sub Indo
X (Twitter) WhatsApp Telegram
Cerita SexCerita Sex
  • Contact
  • Warning!
  • Privacy
  • Kirim Cerita
  • ThePornDude
  • Bokep
Cerita SexCerita Sex
Home»Cerita Sex Bersambung»Sebuah Jimat (Amulet)

Sebuah Jimat (Amulet)

Share Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Jam ketiga pelajaran Sejarah. Jason ketakutan. Ini adalah kelas pertama hari ini bersama Becky dan ia tak yakin ia bisa melaluinya. Mimpinya tadi malam dipenuhi dengan bayangan Becky dan Danny, dan dia kesulitan tidur, bangun dalam suasana hati yang buruk.

Beberapa teman-temannya memberinya tanda acungan jempol ketika ia pertama kali tiba di sekolah, dan memintanya untuk menceritakan secara rinci tentang kencannya dengan Becky.

Dia terus terang mengatakan kepada mereka untuk meninggalkan dia sendirian, dan mereka mundur, tak terbiasa melihat dia seperti itu. Berjalan ke dalam kelas sejarah, ia duduk, dan melihat Becky belum datang. Berharap dia beruntung bahwa Becky tak masuk sekolah hari ini.

“Hei Jason.” Dia berbalik dan Donna mengambil tempat duduknya di belakangnya.

“Hei Donna,” katanya datar.

“Lihat, kan?” Katanya, memberinya senyum,

“Aku benar-benar duduk di sini.” Dia tidak membalas senyumnya. Sedang tidak mood.

“Kamu nggak papa?” Tanya Donna. Dia menjawab dengan mengangkat bahu tanpa komitmen tanpa membalikkan badan.

Sisa murid-murid yang Iain mulai masuk, dan ia melihat Becky mengambil tempat duduknya. Dia mengambil resiko melirik sekilas padanya, dan Becky bersikap normal, yang berarti dia benar-benar mengabaikan Jason seperti biasa.

Dia melakukan hal yang sama padanya, tidak ingin menjadi ‘memuakkan’ untuknya. Setidaknya ia sudah menyelesaikan laporannya, itu merupakan keajaiban kecil mengingat apa yang ia telah lalui empat hari terakhir. Setelah kelas bubar, Donna menyusulnya.

“Jason, bisa kita bicara sebentar?”

“Kau ternyata salah Donna,” katanya sambil terus berjalan. Dia mengikutinya.

“Salah apa?”

“Tentang Becky. aku bisa mempercayainya.” “Apa yang dia bilang?”

“Dia bilang pada yang sebenarnya. Pada awalnya aku nggak percaya, tapi tadi malam aku membuktikannya sendiri.”

“Sebenarnya tentang apa?”

“Tentang siapa sebenarnya sahabatku.” “Katakan padaku apa yang dia katakan Jason.” “Aku harus masuk kelas.”

“Jason.” Dia berbelok menuju kelas berikutnya, mengabaikannya. Dia sedang duduk di kantor Kepala Sekolah, dia memegangi kepalanya, menunggu ibunya tiba untuk menjemputnya pulang.

Kemejanya bernoda darah dan beberapa kancingnya hilang. Tiga hari hukuman adalah putusan Kepala Sekolah. Ibunya pasti akan marah besar. Persetan! Bagaimana mungkin hidupnya jadi begitu diluar kendali dalam waktu yang begitu singkat?

Masalah yang terbaru awalnya dimulai saat pertemuan dengan Sam sebelum makan siang. Dia berjalan di sekitar sudut lorong dan itu dia disana. Senyum yang biasa menyambutnya sekarang tak ada.

“Hi Sam,” katanya, mencoba terdengar optimis. “Hi Jason.” Suaranya datar dan tanpa emosi. “Sam, um,” ia terbata-bata,

“aku ingin minta maaf untuk malam kemarennya. Aku benar-benar bodoh.”

“Nggak perlu minta maaf.” Satu-satunya emosi dalam suaranya adalah ketidakpedulian.

“Mungkin kita bisa ketemu malam ini dan bicara?” “Aku sibuk.”

“Kau dan ibumu pergi ke suatu tempat?”

“Aku ada kencan.” Hatinya sakit. Ini bertambah buruk ketika ia ingat Danny bicara tentang rencananya tadi malam.

“Apakah aku kenal dia?” Dia mencoba untuk terdengar ringan. Mata hijaunya menatapnya lalu menunduk, dan ia tahu yang sebenarnya.

“Aku harus pergi Jason. Aku harus belajar untuk ulangan.”

Dia melihat Sam berjalan pergi, dan kemarahannya dari kejadian tadi malam pada Danny muncul kembali. la berusaha sekerasnya mencoba mencegah pikiran itu muncul, gambaran Sam dan Danny berduaan memenuhi pikirannya.

Sam duduk di kemaluannya, seperti yang Becky lakukan tadi malam. Selanjutnya, ia melihat Sam mengoral Danny, memegang rambut Sam erat-erat di tangannya saat ia mendorong miliknya jauh ke dalam tenggorokannya, memutar putingnya dengan kejam saat ia mendengus dalam kenikmatan. Bulu mata yang panjang indahnya tertutup dengan lembut saat ia menerima Danny keluar di dalam mulutnya.

Dia tidak punya nafsu untuk makan siang. Sebaliknya, ia berjalan di sekitar halaman sekolah marah tentang Danny dan Sam. Semakin dia berpikir tentang mereka, itu membuatnya semakin marah. Dia tahu apa yang harus ia lakukan.

Itu tepat sebelum kelas dimulai setelah makan siang, dan ia menemukan Danny berdiri di lokernya, sedang tertawa dengan Gary.

Keduanya tertawa lumayan keras, dan Jason berasumsi mereka menertawakannya. Danny mungkin mengatakan pada Gary bagaimana si kutu buku itu tak akan pernah dapat kesempatan bercinta, terutama karena ia akan meniduri cewek yang ia cintai malam ini.

Jason berjalan langsung kearahnya, dan Danny melihat dia pada akhirnya. Danny nyengir padanya, tapi kata yang bisa ia keluarkan adalah

“Hey Ja-” sebelum Jason mendorong keras di dadanya, membuatnya membentur lokernya, membuat suara benturan keras.

“Jangan dekati dia!” Kata Jason, suaranya gemetar.

Danny tak bisa berkata-kata. Matanya melebar terkejut saat ia mendapatkan kembali keseimbangannya. Jason datang padanya lagi, tapi kali ini Danny sudah siap dan dorongan Jason tak banyak berpengaruh padanya.

“Jason!” Kata Danny, “apa-apaan ini?” “Jauhi dia!”

“Siapa?” Kata Danny, wajahnya tampak kebingungan. Murid-murid mulai membentuk lingkaran di sekitar mereka.

“Aku nggak peduli kalau kau bohong padaku, tapi jangan berani-berani kau menyakitinya,” kata Jason. Dia mengayunkan pukulan canggung ke wajah Danny, Danny menghindarinya dengan mudah. Kehilangan keseimbangan, Jason terjatuh, wajahnya membentur lantai. Ada beberapa anak yang tertawa di sekitar kerumunan itu.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Kata Danny.

“Jason, bicaralah padaku.” Jason bangkit, dan meletakkan tangannya ke hidungnya yang sakit. Tangannya basah oleh darah di atasnya.

“Aku nggak akan membiarkanmu menyakiti nya,” kata Jason, dan mencoba untuk mendorong Danny lagi. Kali ini Danny mencengkeram bagian depan kemejanya, membuat beberapa kancingnya terlepas, dan dengan mudah memutarnya dan menekan tubuhnya kearah dinding loker.

“Jason! Tenanglah!”

“Ok, apa yang terjadi di sini?” Itu suara Mr. Greer yang menggelegar.

“Mundur kalian berdua!”

Jason berdiri melihat ke arah guru itu membereskan situasi. Dia menolak untuk menatap Danny saat murid-murid yang lainnya maju dan menjelaskan apa yang mereka lihat. Itu disepakati bahwa Jason yang memulainya, dan ia dikirim ke kantor Kepala Sekolah, Mr. Bennett.

Dua cewek berdiri dikejauhan, masing-masing ada di sisi berlawanan dari kerumunan, keduanya sudah menyaksikan seluruh kejadiannya. Becky akhirnya berpaling, ada senyum puas di wajahnya. Sam tetap tinggal, menatap ke tempat di mana peristiwa itu terjadi, air mata menggenang di matanya.

Jason berbaring di tempat tidurnya, membiarkan pikirannya hanyut. Dia benar tentang ibunya. Dia marah besar, dan menghukumnya tak boleh keluar rumah selama dua minggu. Entah kapan, ibunya mengetuk pintu kamarnya dan mengatakan bahwa ia mendapat telepon.

Ketika ia bertanya siapa itu dan dia mengatakan bahwa itu adalah Danny, ia menolak untuk bangun dan menerimanya. la mendengar telepon berdering beberapa kali lagi, tapi ibunya tidak bertanya padanya lagi. Ngocoks.com

Dia mengeluarkan amulet keluar dan memutar-mutar dijarinya, menonton pusaran warna didalamnya. Dia tak bisa memikirkan alasan apapun untuk menyalahkan masalah yang dihadapnya pada sepotong batu yang ada di tangannya, tapi tampaknya dimulai bersamaan saat Malchediel memberikan padanya. Mungkin akan lebih baik untuk jadi tetap bodoh, tak tahu yang sebenarnya tentang Danny, atau tentang perasaan yang sebenarnya pada Sam.

Dia menolak untuk mempercayainya, terutama tentang Sam. Perasaan saat ia melihat dia tidur dan setelah membuat pikirannya terbuka olehnya – dia tak akan menukarnya dengan apapun. Jika semua rasa sakit hati yang sekarang ia rasakan adalah bayaran untuk itu, itu layak diterima.

Dia merasa kantuk datang padanya. Dia berjuang untuk menjauh, tapi itu seolah-olah ia ditarik ke dalam tidurnya. Dia kembali di padang rumput. Saat ini Ambriel sudah ada di sana ketika ia tiba, dan dia sudah duduk di pangkuannya, amulet mereka bersatu lagi.

“Halo Ambriel.”

“Waktu kita singkat Jason. Aku datang untuk mempersiapkanmu.”

“Mempersiapkan aku untuk apa?” “Ujianmu tiba malam ini, ditepi air.” “Kupikir aku belum siap.”

“Pemandumu sedang dalam perjalanan untuk menerangi jalanmu, tapi kau harus mengikuti jalan itu sendirian.”

“Apa yang harus kulakukan?”

“Kau adalah seorang pelindung, Jason. kau selalu

begitu.”

“Aku nggak paham.”

“Kau akan paham. Tapi sekarang kau harus buru-buru

kembali. Ada sesuatu yang penting yang harus kau lihat” Dia meraih dan menarik amulet terpisah.

Dia terbangun dengan terkejut, dan menatap Iangit- langit kamar tidurnya dalam cahaya senja yang redup. la mendengar diluar suara pintu mobil ditutup, dan kemudian sekali lagi.

“Ada sesuatu yang penting yang harus kou lihat.”

Dia melompat dari tempat tidur dan pergi menuju ke jendela. Dia melihat Mustang kuning berjalan keluar dari depan rumah Sam, dan bergerak masuk ke jalan. Bahunya merosot. Persetan. Dia terbangun hanya untuk melihat itu?

Bersambung…

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
ABG Berlanjut Bersambung Cantik Guru Kenikmatan Mesum Ngentot Teman Ternikmat Umum
Share. Twitter Telegram WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleMonster Kraken
ceritasex

    Ngocoks adalah situs dewasa yang berisi kumpulan cerita sex tergres yang di update setiap hari. Jangan lupa bookmark situs ini biar tidak ketinggalan cerita dewasa lainnya, -terima kasih.

    Related Post

    9.3

    Monster Kraken

    9.0

    Nona Majikan dan Temannya

    9.5

    Malapetaka KKN

    9.0

    Perempuan Polos Berjilbab

    9.0

    Pubertas Dini

    9.3

    Sang Penakluk Akhwat

    Follow Facebook

    Recent Post

    Sebuah Jimat (Amulet)

    Monster Kraken

    Nona Majikan dan Temannya

    Malapetaka KKN

    Perempuan Polos Berjilbab

    Pubertas Dini

    Sang Penakluk Akhwat

    Pistol Hipnotis

    Pengalaman Ternikmat

    Hipnotis Sekolah

    Kategori

    Terekspos

    Ngocoks.com adalah situs dewasa berisi kumpulan cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot dengan berbagai kategori seperti perselingkuhan, perkosaan, sedarah, abg, tante, janda dan masih banyak lainnya yang dikemas dengan rapi dan menarik.

     

    ✓ Update Cerita Sex Setiap Hari
    ✓ Cerita Sex Berbagai Kategori
    ✓ 100% Kualitas Cerita Premium
    ✓ Semua Konten Gratis dengan Kualitas Terbaik
    ✓ Semua Konten Yang Diupload Dipilih & Hanya Update Konten Berkualitas

     

    Cara Akses Situs Ngocoks

    Akses menggunakan VPN atau kamu bisa juga akses situs Ngocoks ini tanpa VPN yang beralamat ngocoks.com kalau susah diingat, Silahkan kamu buka saja Google.com.sg Lalu ketikan tulisan ini ngocoks.com, terus klik halaman/link paling atas situs NGOCOKS no 1 di Google. Selamat Membaca!


     

    Indonesian Porn Fetish Sites | Indonesian Porn List | Ulasan Bokep Indonesia

    © 2025 Ngocoks - Support by Google Inc.
    • Warning!
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Kirim Cerita Sex
    • Channel Telegram

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.