Melihat Sam pergi dengan Danny menghancurkan setiap perasaan positif yang ia dapat ketika bertemu Ambriel barusan. Dia mencoba untuk menjauhkan pikiran tentang apa yang akan mereka lakukan.
Danny jelas sudah bisa mengatasi ketidaksukaan Sam terhadapnya, dan sekarang ia bertanya- tanya pesona apa lagi akan dia berikan padanya. Atau yang dia keluarkan.
Dia berpikir untuk pergi keluar mencari mereka, menggunakan amulet untuk membuatnya impas antara dia dan Danny. Apakah itu ujian yang Ambriel sudah bicarakan? Apakah ia dianggap gagal jika sekarang hanya berbaring di sini tidak melakukan apapun?
la telah meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tak bisa berbaring di sini lebih lama lagi, ketika ia mendengar ketukan di pintunya.
“Jason?” Itu ibunya. “Ya?”
“Apakah kau berpakaian?” Dia menatap ke bawah. Dia memakai jeans dan t-shirt. Ibunya telah bergegas mengganti pakaiannya yang berdarah ketika mereka sampai di rumah.
“Ya. Kenapa?”
“kau ada tamu.” Dia bangkit, pergi ke pintu, dan membukanya.
“Donna?” Katanya, ekspresi terkejut tampak jelas di wajahnya.
“Hi Jason,” katanya,
“Bisa nggak kita bicara?” Reaksi pertama adalah untuk mengatakan tidak, tapi ia ingat.
“Pemandumu sedang dalam perjalanan untuk menerangi jalanmu.”
“Uh … Tentu. Ma, apa boleh kalau kita bicara di sini? Aku akan biarkan pintunya terbuka.” Ibunya memandang dengan ragu-ragu.
“Ini benar-benar penting Mrs. Ramsey,” tambah Donna.
“Ok,” kata ibunya,
“tapi pintu tetap terbuka.” Dia meninggalkan mereka dan pergi menuruni tangga. Donna masuk ke kamarnya, dan duduk di ujung tempat tidur. Jason mengambil tempat lebih jauh, dan berkata,
“Apa yang kau ingin bicarakan?”
“Jason, katakan padaku apa yang Becky bilang padamu.”
“Kenapa kau ingin tahu?”
“Karena kupikir dia bohong padamu.”
“Dia nggak berbohong padaku. Aku sudah bilang itu padamu.”
“Katakan saja. Kumohon?” Dia mengambil napas. Apa salahnya?
“Dia bilang dia dan Danny terlibat hubungan dan sudah melakukannya dalam waktu yang cukup lama.”
“Jason, itu nggak benar.” “Nggak.”
“Benar. Dia sudah mengejar Danny sejak dia tiba di sekolah dua tahun IaIu. Tapi Danny nggak pernah mau menerimanya.”
“Kau salah.” Donna meneruskan seolah-olah Jason tidak bicara.
“Dan alasan Danny nggak menerimanya karena kamu.
Dia tahu kau punya perasaan padanya.” Jason mendengus.
“Ingat ketika aku tanya padamu kenapa dia nggak pernah mau bicara denganmu?”
“Ya.”
“Itulah alasan kenapa dia nggak pernah melakukannya. Karena Becky melihatmu sebagai alasan kenapa dia nggak pernah bisa mendekati Danny. Dia membencimu untuk alasan itu Jason.”
“Gimana kau tahu ini?”
“Karena aku pernah dengar dia bicara. Yang dibicarakan adalah tentang Danny terus. Becky ingin apa yang ia bisa berikan padanya.”
“Maksudmu seks?”
“Nggak, bukan seks. Pikirkan gambaran yang lebih besar Jason. Pikirkan gimana Danny lima tahun kedepan.”
“Sangat sukses dan sangat kaya?”
“Tepat. Itulah yang dia inginkan. Dan kau berdiri menghadang jalannya. Setidaknya kau penghalangnya sampai dia membisikkan kebohongan di telingamu, dan membuatmu marah pada Danny. Jadi, menurut skema kecilnya, Danny nggak punya alasan lagi untuk menjauhinya.”
“Tapi dia tahu rahasia tentang Danny, dan Danny pasti sudah bilang padanya. Satu rahasia yang hanya dia katakan pada seseorang yang dekat.”
“Satu rahasia?” “Ya.”
“Maksudmu rahasia bahwa kau telah membantu Danny meningkatkan nilainya? Jason menatapnya kaget.
“Bagaimana kau tahu itu?”
“Robin Lobeaux sudah ngoceh di sekolah selama berminggu-minggu. Dia menghabiskan banyak waktu di sini, di rumahmu, benar kan?
“Robin,” desah Jason. Mengapa ia tidak memikirkan tentang dia?
“Becky bilang bahwa Danny yang mengatakannya?” “Ya.”
“Aku bilang, dia pembohong.”
“Dia nggak bohong tentang dia dan Danny yang terlibat hubungan.”
“Tentu saja dia bohong.”
“Nggak, dia nggak bohong. Aku lihat mereka berduaan.”
“Berduaan? Apa maksudmu?”
“Mereka berduaan. Di tempat tidur.” Matanya terbelalak.
“Kau lihat Danny dan Becky berhubungan seks?” “Ya.”
“Di mana?”
“Di kamar tidur Becky.”
“Gimana caranya kau bisa lihat mereka di kamar Becky?” la mendesah lagi.
“Aku nggak bisa bilang, tapi percayalah, aku melihatnya.”
“Kapan itu?”
“Tadi malam.” Donna menatapnya dengan penasaran.
“Jam berapa?”
“Sekitar jam sembilan.”
“Nggak mungkin,” katanya datar.
“Tentu saja mungkin. Aku lihat mereka melakukannnya.”
“Jason, Danny denganku tadi malam.” “Hah?”
“Dia sekonyong-konyong meneleponku kemarin sekitar jam lima, dan bilang ia ingin bicara. Dia datang rumahku sekitar jam setengah enam, dan kita ngobrol sampai jam dua pagi. Bayangkan. Kita ngobrol semalaman dan nggak sempat punya waktu buat bercinta.”
“Mustahil.”
“Aku pikir juga begitu, tapi aku sumpah, kita nggak berhubungan seks.” Dia tampak bingung, dan berkata,
“Bukan itu, maksudku nggak mungkin Danny denganmu tadi malam.”
“Kalau begitu kau harus kasih tahu aku dengan siapa aku bicara semalaman. Sebab kalau itu bukan Danny, dia pasti punya kembaran identik yang berkeliaran disana.” Ngocoks.com
“Dia ada di sana. Aku lihat dia dan aku juga lihat mobilnya diparkir di depan rumahnya.”
“Tunggu, kau lihat mobilnya?”
“Ya, diparkir tepat di luar rumah Becky.”
“Jason, Danny nggak bawa mobilnya tadi malam. Gary meminjamnya.”
“Gary?”
“Ya, si pecundang sialan itu sudah pinjam mobil Danny tiap saat. Terus bilang ini yang terakhir kalinya, tapi lalu datang lagi keesokan harinya dan pinjam lagi. Danny terlalu lembek, ia membiarkan dia meminjamnya.”
“Gary?” Ulangnya.
Dia mengingat kembali apa yang telah dilihatnya di kamar Becky. Dia melihat kaki Danny dan mendengar suaranya, tetapi mereka selalu berbisik-bisik. Karena berhalang pandangannya oleh Becky, dia tak pernah melihat wajah Danny.
“Amuletmu selalu menunjukkan kebenaran, topi kadang-kadang kau mungkin tidak melihatnya.”
“Oh tuhan,” katanya. “Apa?”
“Berarti itu Gary yang aku lihat dengan Becky.
Bagaimana aku bisa begitu bodoh?” “Nah,” katanya, terlihat lega.
“Aku senang bahwa misterinya sudah terpecahkan.”
“Ya Tuhan, bagaimana aku memperlakukan Danny.
Betapa kacaunya aku.”
“Danny sudah berusaha untuk meneleponmu seharian. nggak usah khawatir Jason, dia akan paham.” Dia tidak merasa terlalu yakin.
“Jadi kau bilang Gary dan Becky terlibat hubungan?”
“Ya,” jawabnya, sambil memegangi kepalanya. Tapi ada sesuatu yang salah. Dia melupakan sesuatu yang penting.
“Biarpun aku nggak tahan sama si jalang itu, aku berharap Sam berhati-hati dengan psiko itu.”
“Apa maksudmu?”
“Kau belum pernah dengar bahwa dia terlibat masalah tahun IaIu?”
“Aku mendengar rumor, tapi nggak ada yang spesifik.”
“Dia dan teman-temannya dituduh memperkosa beramai-ramai seorang cewek di kabin memancing ayahnya di Blue Lake. Satu-satunya alasan kenapa mereka nggak masuk penjara sebab cewek itu takut buat bersaksi.”
“Oh my god.”
“Ya, itu sangat mengerikan.”
“Tidak tidak tidak tidak.” Dia berbicara cepat.
“Ada apa sebenarnya?” Katanya, tampak khawatir. “Apa Gary pinjam mobil Danny malam ini?”
“Ya, dia datang dan meminjamnya dua jam yang IaIu.” “Oh my god!”
“Jason, kau membuatku takut.”
“Tadi malam, ketika aku melihat Gary dan Becky, Gary bicara tentang Samantha, dan bagaimana ia ingin
menidurinya. Bilang jika Sam nggak mau, dia akan memerkosanya.”
“Di mana Samantha sekarang?”
“Dia pergi dengan Mustang Danny sejam yang IaIu…”
Bersambung…