Disclaimer
- Perlu sobat Ngocokers tahu bahwa cerita ini mengandung unsur pornografi dan tidak cocok bagi anak dibawah umur (18+).
- Nama-nama di cerita ini telah disamarkan, semua kemiripan nama adalah hal yang tidak disengaja harap sobat Ngocokers mengeri.
- Cerita ini tidak mengandung unsur SARA apalagi kebencian atau menyudutkan kelompok tertentu. Kalaupun ada keterangan mengenai ras/suku/warna kulit/ciri fisik adalah semata-mata sebagai bumbu penyedap cerita untuk menambah unsur erotisme.
- Cerita ini karangan pengarang semata, tidak mengutip karya pengarang lainnya, semua kemiripan adalah kebetulan belaka.
- Hormatilah karya pengarang lainnya, jangan meniru ataupun menjiplak hasil karya pengarang lain dan mengaku-aku itu karyanya sendiri.

PENDAHULUAN
Ngocoks Haikal adalah anak tunggal. Keluarga Haikal adalah keluarga yang kaya untuk ukuran kampung. Keluarga mereka mempunyai berhektar-hektar tanah, puluhan sapi, ratusan kambing dan ayam. Hanya 2 keluarga di desa itu yang memiliki truk dan mobil pick up, itulah keluarga Haikal dan keluarga Pak Haji Amir. Namun keluarga Haikal masih lebih kaya dari pada keluarga Pak Haji Amir.
Dikarenakan keluarga Haikal adalah keluarga yang kaya, maka sedari kecil Haikal mendapatkan segala macam fasilitas yang tidak dimiliki orang lain di kampung, seperti video player VHS. Bahkan keluarga Pak Haji hanya memiliki video player Betamax yang gambarnya tak sebagus VHS. Suatu kali setelah pulang bertamasya dari Jakarta, Bapaknya Haikal membeli video bokep.
Berhubung Haikal anak kreatif dan nakal, maka suatu ketika didapatkannya video itu di lemari penyimpanan uang Bapaknya. Biasanya Haikal suka mengambil uang dari situ sedikit-sedikit, namun kali ini ia tertarik dengan video itu. Maka, jadilah Haikal dewasa sebelum waktunya ketika menonton film biru itu.
Haikal adalah anak yang banyak ingin tahunya. Lama-kelamaan, hanya menonton video saja tidak cukup, maka ia memberanikan diri mengintip kamar orangtuanya ketika malam tiba. Haikal masih ingat ketika pertama kali melihat siaran langsung persetubuhan orangtuanya. Kedua orang tuanya tidak memakai baju sehelaipun.
Bapaknya memeluk erat ibunya sehingga tubuh ibunya tidak terlihat dengan jelas. Kepala Bapaknya rapat sekali menempel di dada ibunya. Tampaknya Bapaknya Haikal sedang nenen. Pantat Bapaknya bergerak naik turun, kontol Bapaknya yang tidak terlalu besar tampak menumbuki liang senggama ibunya.
Tempikmu legit tenan, Jeng. Wuenak, Jeung. Kamu enak tidak, Jeung?
Ya enak tho, Pak. Teruskan saja.. enak, pak..
Haikal dapat mendengar suara mereka dari tempatnya mengintip. Bapaknya terdengar sangat antusias dan penuh nafsu. Namun, suara ibunya hampir terasa datar di telinga Haikal. Jauh sekali dari apa yang ditontonnya di video. Di video bokep yang ditontonnya, suara wanita yang disenggamai jauh lebih bernafsu, jauh lebih manja dan jauh lebih antusias.
Tak lama Bapaknya mengejang dan menghentikkan hujamannya yang bertubi-tubi, pantatnya ditekan keras kebawah. Bapaknya Haikal melenguh. Akhirnya setelah itu Bapaknya membalikkan badannya untuk rebah di samping isterinya.
Kali ini Haikal dapat melihat tubuh ibunya. Ibunya yang langsing itu memiliki payudara yang bulat dan mancung. Bulatannya hampir sebesar buah lontar, dengan puting susu berdiameter sebesar tutup spidol kecil dan panjangnya tiga perempat tutup spidol kecil itu. Kedua payudara itu terletak dengan manisnya di atas tubuh ibunya yang ramping dan langsing.
Walaupun tidak memiliki otot perut seperti bintang film bokep yang terlihat keras karena latihan sit-up, perut ibunya itu menunjukkan perut tanpa lemak yang dihiasi oleh pusar yang terlihat hanya sebagai lubang kecil gelap.
Sementara, selangkangan ibunya dihiasi bulu-bulu keriting yang dicukur rapi berbentuk segitiga, menghiasi bibir kemaluan ibunya yang tampak sedikit saja merekah karena habis dientot.
Saat itulah Haikal mendapati dirinya terobsesi dengan tubuh ibunya. Haikal ingin sekali dapat merasakan kenikmatan menggauli ibunya yang seksi itu. Semenjak saat itu, ibunya menjadi objek fantasi seksual Haikal.
Bersambung…




