Cerita Sex Derita Miranda – Disuatu Sekolah Menengah Atas swasta, terdapat sebuah kelompok yang suka membuat onar yang terdiri dari Rendy, Gilang, Erick dan Pandu. Tak jarang mereka membully siswa lain dengan arogansinya. Tidak ada satu siswa pun yang berani melawan para berandalan itu.
Pasalnya Rendy adalah anak kepala yayasan disekolah sedangkan Gilang merupakan anak kepala sekolahnya. Para 9uru pun jelas tidak bisa berbuat apa – apa untuk menghentikan mereka, bahkan 9uru Tatib sekalipun tak berdaya.
Di satu sisi memang sekolah tersebut dikenal karena berandalannya namun salah seorang gadis menjadi pengharum citra sekolahnya, ia adalah Miranda. Gadis pintar dan cantik itu banyak diidolakan semua siswa. Selain itu ia juga baik hati dan suka menolong anak anak yang menjadi korban bully Rendy dan kawan kawannya.
Miranda yang mulai muak dengan sepak terjang para berandalan itu mulai bertindak sesuai caranya. Ia membicarakan masalah ini dengan Kepala Sekolah. Gadis usia tujuh belas tahun itu mengancam untuk pindah sekolah bila tindakan brutal Rendy beserta gengnya tak segera diatasi.

Ngocoks Pihak sekolah mulai kelabakan dengan pernyataan Miranda karena mereka akan kehilangan siswi yang telah almamater sekolah. Sidang para 9uru pun diadakan untuk membicarakan perihal masalah ini.
Solusi yang tepat atas masalah tersebut adalah memisahkan Rendy dan teman-temannya di kelas yang berbeda, sehingga tidak terjadi interkasi diantara mereka dan kegiatan onar dapat diatasi dengan mudah oleh 9uru Tatib yang mulai tegas.
Rendy dan kawan-kawan merasa kesal karena aturan tersebut membuat mereka jarang bertemu satu sama lain. Perilaku mereka juga mulai dikendalikan oleh 9uru Tatib. Pada suatu kesempatan mereka membicaralan hal ini di luar jam sekolah.
” sob gue kesel nih, masak kita gak satu kelas lagi sih” ujar Rendy gusar
“denger – denger ini semua gara-gara ada cewek yang ngaduin kita ke Kepsek” kata Pandu
“eh, serius lo, emang siapa tuh cewek?, berani bener dia” sahut Gilang
“gue denger sih namanya Miranda, dia lumayan cakep loh” kata Pandu
“ooo, cewek kelas sebelas IPA itu, kayaknya sih dia sekelas sama cewek gue” sahut Erick
“ya bener yang itu, enaknya kita kasih pelajaran aja buat tuh cewek, ya nggak?” ujar Pandu
“Oke, sekarang kita buat rencana buat ngancurin tuh cewek” ujar Rendy Sang Ketua Geng
Akhirnya mereka membuat rencana yang bakal membuat Miranda menyesal seumur hidup. Rencana dimulai saat pelajaran olahraga. Seragam olahraga yang sudah disiapkan Miranda mendadak hilang dari tasnya.
“Rin, kok seragam gue gak ada ya” gumam gadis itu
“masak?, lo lupa kali” sahut Rina sahabatnya
“enggak, gue yakin udah gue bawa kok” ia masih tak percaya
“yaelah Mir, udah deh ntar gue absenin ke Pak 6uru, bilang aja kalo lo sakit” saran sahabatnya
“oh gitu, oke deh, thanks ya Rin” balas Miranda
“yups” jawab Rina
Sebenarnya ini hanya akal-akalan Rendi dan kawan kawan. Rina menjadi alat untuk melancarkan aksi mereka. Rina disuruh menyembunyikan seragam olahraga Miranda. Ia melakukan ini karena merasa iri dengan Miranda yang selalu menjadi pusat perhatian siswa di sekolah. Bagaimanpun ia mau melakukan kerjasama dengan Rendy untuk menjatuhkan reputasi sahabat dekatnya itu.
Saat semua siswa menuju kelapangan, Miranda hanya tinggal sendirian di kelas sembari melanjutkan menulis artikel untuk Mading sekolah. Miranda adalah seorang penulis di mading yang memberikan artikel artikel menarik seputar kegiatan sekolahnya.
Kesempatan ini tidak dilewatkan oleh Rendy dan kawan- kawan untuk mulai mengerjai Miranda. Mereka mulai mengintip dari jendela untuk mengintai mangsa. Mereka amat terpesona karena Miranda adalah gadis yang sangat cantik.
Rambutnya panjang sebahu, kulitnya putih mulus dan tubuh yang berisi, seragam yang ketat, serta Rok abu-abu 15 centi diatas lutut, membuat sosok Miranda mengairahkan mereka. Meraka langsung menyerobot masuk ke kelas dan menghampiri Miranda yang sedang duduk di bangku.
“oh, jadi ini cewek yang jadi berani ngelawan kita” ujar Rendy
“ya ini Bos, gimana lumayan cakep kan bos” kata Pandu
“kalian mau apa?” tanya Miranda sembari memicingkan mata ke arah mereka
“gak usah takut, kita bakal having fun deh ama lo” kata Rendy sembali mengelus paha Miranda
“Enggak!” teriak miranda sambil mencoba menjauhi mereka
Miranda tidak bisa kemana mana karena mereka telah mengepungnya. Pandu memegangi tangan kanannya, Erick memegangi tangan kiri Miranda sementara Gilang memegangi rambutnya agar tidak berontak.
“lo tau apa akibatnya kalo berani ngelawan gue” kata Rendi
“lepasin!, dasar berandalan!” umpatnya sambil berontak
Rendy pun memposisikan dirinya berjongkok di bawah Miranda sambil melirik ke arah isi rok gadis itu. Miranda mencoba merapatkan kakinya karena ia tahu gelagat Rendy yang mencuri pandang pada bagian dalam pangkal pahanya.
“hehe” Rendy tersenyum jahat
Dengan brutal Rendi memasukkan kedua tangannya kedalam Rok Miranda dan menarik celana dalam Miranda. Miranda berusaha melawan dengan menyigapkan kakinya namun apa daya, Rendy menyentikan jarinya tepat di vagina Miranda sehingga sekujur tubuhnya terangsang hebat dan merasa lemas. Saat itulah Rendy berhasil merampas celana dalam Miranda.
“kancut lo harum juga” ejek Rendi sembari membaui celana dalam itu
” emmmhh lo bener bener sakit, balikin celana dalam gue” perintah Miranda sembari berusaha melepaskan diri dalam jeratan anak buah Rendy. Perlahan Rendy mendekat dan memegangi pipi Miranda
“Eh, denger ya, elo udah berani ngelawan kita, sekarang lo bakal dapet balesannya, pulang sekolah nanti lo harus ikut gue, kalo enggak bakal gue lempar nih kancut ke cowok cowok yang ngidolain lo, hahaha” ancam Rendy. Miranda hanya bisa menundukan kepala dan menangis, atas pelecehan yang dialaminya.
Rendy dan kawan kawan segera meninggalkan kelas dan menunggu hingga jam pulang nanti. Saat semua siswa telah kembali ke kelas, Miranda hanya bisa duduk dan menutupi roknya abu – abunya agar tidak kelihatan bila ia tidak memakain celana dalam
“Mir, ayo ke kantin yuk” ajak Rina
“enggak deh Rin, gue dikelas aja, lagi males kekantin” jawab Miranda.
Miranda beralasan, tentu saja ia takut kalau ada Rendi dan kawan – kawan lalu menyingkap rok pendeknya di depan banyak orang kalau dia tidak pakai celana dalam. Ia lebih baik di kelas hingga jam pulang nanti.
Saat pulang pun ia terus menunggu sampai semua anak pulang.
“Mir, gue pulang duluan ya” kata Rina
“oke, gue masih nerusin kerjaan gue” alasan Miranda
Saat Sekolah sudah sepi ia memberanikan diri keluar sekolah dan menuju gerbang, namun ternyata Gilang dan Pandu dan Erick sudah menunggu dengan mobil di depan gerbang.
“ayo, lo ikut gue sekarang” paksa Erick
“tapi kita mau kemana?” tanya Miranda dengan nada memelas
“udah jangan banyak tanya, kalo lo gak mau, entar gue buka rok lo di pinggir jalan, biar semua orang pada tau kalo lo gak pakai kancut” ancam Rendi
Tanpa membantah Miranda masuk ke Mobil. Didalam mobil Miranda hanya bisa bemuka sedih karena tidak tahu nasibnya akan dibawa kemana oleh berandalan sekolah itu. Ia menaruh tasnya diatas pahanya agar saat dia duduk tidak terlihat putih mulus pahanya apalagi berada di tengah cowok yang sepertinya bernafsu sekali dengan tubuhnya.
Akhirnya ia pun berada dirumah yang cukup besar dengan halaman yang luas, namun tak sedikitpun Miranda curiga apa yang akan terjadi pada dirinya. Ngocoks.com
“udah ayo ikut kita masuk ke dalam” suruh Rendy
Tanpa bertanya Miranda langsung mengikuti mereka. Sampai di dalam rumah Miranda terkejut karena banyak cowok di rumah itu, kira kira sekitar sepuluh anak, yang menjadi anak buah Rendy.
“nih, Bos udah gue bawa pecun kita” ujar Gilang
“eh, lo kalo ngomong jangan sembarangan ya” Miranda menyahut kata- kata Gilang yang tidak mengenakkannya.
“udah deh lo diem aja, habis ini lo juga bakalan seneng kok” ujar Rendy sembari mendekat ke arah Miranda
“enggak, gue mau pulang” Miranda menolak dan berjalan mundur untuk menjauhi Rendy
“aaaahhhhh” Miranda berteriak
Ternyata di belakang ada yang mencolek pantatnya, sontak Ia langsung membalik badan dengan memegangi pinggulnya.
“gak usah buru buru dong kita kan baru mau mulai nih” kata salah satu anggota gank Rendy yang tidak dikenal Miranda.
“brengsek lo” bentaknya sembari bersiap untuk menampar cowok itu.
Belum sempat mendaratkan pukulan, tangannya sudah di pegangi oleh Gilang dan Erick sementara Rendy segera menerkam tubuh Miranda dari belakang. Ia pun langsung memeras – meras dada Miranda.
“hehe, buat bales perbuatan lo ame Genk gue, tubuh lo yang jadi gantinya” kata Rendy sembari memeras payudara Miranda
“enggak, lepasin gue, ahhh” pinta Miranda sembari mengejang karena payudaranya diremas- remas
“mantep juga nih cewek” kata Gilang yang juga mulai mengelus elus paha Miranda
Tak ketingalan juga Erick juga mula mengincar sesuatu di bawah rok Miranda,
“Ahhh, lepasin gue, toloooooong” teriak Miranda
“hahaha, lo gak bakal bisa lari, disini gak ada yang denger teriakan lo” kata Rendy
“gimana bos, enaknya diapain nih cewek ” kata Pandu yang sudah menyiapkan handycam untuk merekam momen tersebut.
“bawa dia ke kamar” peritah Rendy pada teman temannya.
Mereka langsung menyeret Miranda menuju kamar yang sudah disiapkan dari tadi, dan ternyata ia baru sadar ini adalah villa milik Rendy dan sudah pasti tidak akan ada orang disana. Mereka langsung mendorong Miranda ke atas ranjang.
Semua anak mengelilingi ranjang itu sehingga tidak ada celah bagi Miranda untuk lari. Ia hanya bisa mencoba menutupi selangkangan dan dadanya agar tidak di sentuh oleh pria pria nakal. Ia tahu bahwa dirinya akan diperkosa.
“gue mohon jangan apa apain gue” rengek Miranda dan mulai menangis.
“ini karena lo berani ngelawan kita, sekarang lo bakal rasain akibatnya” ancam Rendy yang ada di bagian kaki Miranda
Dua orang yang ada dibagian atas ranjang langsung meraih kedua tangan Miranda dan langsung mengikatnya ke atas tiang ranjang.
“ampun, gue minta maaf, tolong lepasin gue” rengek Miranda dengan tangisan yang memelas
“udah terlambat, kita sekarang udah terlanjur pengen nyicipin bodi lo, hahaha” kata Rendy dengan tertawa jahatnya
Tanpa menunggu aba- aba semua tangan segera menyerbu tubuh Miranda dari atas hingga bawah
“ahhhh, tolong ampun lepasin gue, ahahaha” tangisannya mulai menderu deru
“Oke, bugilin dia!” perintah Rendy
“enggaaaak plisss, lepasin tolong” rengeknya tapi mereka tidak lagi menghiraukannya
“udah diem lo dasar pecun” kata salah satu ganknya yang mencoba melucuti roknya, sementara yang lain berusaha membuka kancing kemejanya.
“wow,toket lu kayaknya manteb banget tuh” kata Rendy dengan nafsu
Langsung saja ia menarik bra Miranda hingga robek dan terbukalah dua buah payudaranya yang ranum.
“waaaw” semua orang terperanjat
Rendy langsung menaiki ranjang dan segera melancarkan serangan kepada dua payudara itu
“slup slup, huummm mantap banget nih” kata Rendy dengan menghisapi tetek Miranda
“mmmmhhhhh mmhhh gue mohon jangan, ahhh” rengek Miranda dengan mengejang, terlihat dari kakinya yang menghentak – hentak dengan kaos kaki panjang hampir selutut dan sepatu kets yang masih dikenakannya walupun tubuhnya sudah telanjang.
“haah, enak banget bro, lo cobain dah” kata Rendy memberikan testimoni
Langsung saja dua anak disamping kanan kiri Miranda ikut menyambar payudaranya
“bro, angkat tuh kakinya” perintah Rendy untuk mengangkat kaki Miranda
“waaooow, memeknya masih mulus nih bos pasti dia perawan” kata Pandu yang masih saja merekam, kali ini ia mendekatkan kameranya ke vagina Miranda
“enggaaak,, plisss jangan liatin anu gueee, plisss matiin kameranya” rengek Miranda lagi
“udah lu diem aja, sini mulut lo”cowok disamping Miranda langsung menyambar birbinya dan mncumbunya
“mmmhhmmhhmmm” Miranda hanya bisa berteriak sambil dicumbu namun air matanya masih mengalir
“wih bibirnya oke banget bro kayaknya dia pake lipgloss tuh” Ujar cowok yang di kanan atas Miranda
“masak sih, gue cobain ah” langsung sambar cowok di sebelah kiri atas Miranda
“mmmmmhhhhh” Miranda masih mencoba berteriak
“wah, bener kata lo, rasanya kayak buah strawberry, oke dah” kata cowok yang dikiri atas ranjang Mirand
“wah gue cobain juga dong” mereka langsung berebutan ciuman dengan Miranda
Hal tersebut membuat Pandu memunculkan ide gila.
” Bos gue punya ide nih” kata Pandu dan berbisisik pada Rendy
“hahah, Oke juga ide lo” ujar Rendy selaku Bos Genk
Rendy lalu memerintahkan Erick dan Gilang untuk mengambil sesuatu di kulkas. Bebrapa saat kemudian mereka membawa susu kental manis, mentega, meses, selai strawberry.
“ini buat apa Bos” tanya Gilang
“Udah deh lihat aja ntar” sahut Pandu yang mencetuskan ide
Rendy langsung menaiki ranjang dan langsung meneteskan susu kental manis rasa coklat ke putting susu Miranda.
“ah, apa apaan nih” teriak Miranda
“hehe, lo lihat aja ntar” Kata Rendy
Tanpa basa basi Rendy langsung menyeruput susu kental manis yang ada di putting susu Miranda.
“uuummmmhhhhhh, hentikan mmmmhhh” desah Miranda karena kini payudaranya serasa kue yang disantap oleh Rendy.
Gadis itu hanya bisa mengejang dan menangis sejadi jadinya.
“wah gila juga ide lo, gue cobain juga deh” kata salah satu anak buah Rendy yang berbadan besar
Ternyata ia mengincar vagina Miranda. Tanpa merasa berdosa ia mengoleskan margarin ke daerah sekitar vagina Miranda. Setelah itu ia menuangkan meses di vagina itu.
“wah, lezat nih, sluuuupp” anak itu lantas menghajar vagina rasa meses coklat itu
“uuuummhhhhh aaaaaaaaahh hentikaaaaaaann” kini teriakan Miranda makin keras
“hahahahahahaha” semua yang disana tertawa melihat ide gila dari Pandu itu
Kini gantian mereka mencoba mengoleskan selai strawberry ke payudara Miranda dan mulai diemut lagi oleh mereka, bahkan saking nikmatnya salah satu diantara mereka menggigiti putung susu Miranda, sehingga tangisan Miranda semakin menjadi- jadi.
Setelah mereka selesai dengan mencicipi tubuh Miranda, kini Rendy mulai bersiap- siap untuk hidangan utama yakni memperkosanya.
Anak itu ulai membuka celananya dan mengeluarkan batang penisnya.
“jangan!, uhuhuhu” rintih Miranda
“ayo Miranda, cobain kontol gue” rayu Rendy seraya memposisikan batang kemaluan pada bagian tengah paha dan mendekati bibir vaginanya.
“enggak Ren, jangan!” pekiknya
Perlahan batang kemaluan itu mulai menusuk lubang vagina mungil Miranda yang tampak masih rapat.
“uuuuughhhhhlkk, hhhenntiiikaaann” rintih gadis itu
“ughhhh, nih meki masih rapet juga, hehe” ujar Rendy girang
“jangaaaaaaaann aaaaaaaahhh” teriak Miranda
Rendy mulai mendorong penisnya hingga menerobos lubang vagina Miranda yang masih perawan.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh, hentikaaaaaaaannn ” ia mulai melolong
“uggghhh mantap” desah Rendy menimati
Rendy mulai menarik penis lalu mendorongnya lagi untuk menggesekkan penisnya.
“enggaaaaaaakkk aaaaaaaaaaaahh saaaaaaakiiiiiiiiiiiiiiiitt” pekik gadis itu dengan uraian air mata
Ini adalah pertama kalinya Miranda melakukan hubungan badan sehingga rasa sakit amat sangat serasa menyayat tubuh dan jiwanya. Darah keperawanan mulai mengalir di sela – sela vagina dan penis Rendy.
“hahaha, baru kali ini nyobain memek perawan, ughhhhh” Rendy kegirangan”stoooopp,,, sakiiiit, uuuuuuuuuuhhh” Miranda hanya bisa mengerang kesakitan
Rendy terus memompa penisnya dari tempo rendah hingga nada tinggi.
“aaaaaaaaaaaaahhh,, hentikaaaaaaaaann” pekik gadis itu
“uggghhh, uggghhhhh” desah Rendy
Hujaman penis anak itu seakan mengiris – ngiris vagina si gadis walaupun di sisi lain kenikmatan menyelimutinya.
“aaaaaaaaahhh oooooooooohhhhh” rintihnya di sertai desahan
“hahaha, nih cewek bakal jadi pecun beneran” ejek teman lain
“ughhhhhh” rintihnya
Setelah beberapa saat Rendy mencabut penisnya dan mengarahkan tepat di depan wajah Miranda.
“crooooot” sperma menyembur dari penis Rendy dan mengeluarkan cairan putih kental menjijikan melumuri wajah ayu Miranda.
“ughhhhh, gila!” sorak Rendy
“uhuhuhuhuhu” tangis Miranda
“eh pecun, buka mulut lo ato mau gue tabok lo” paksa Rendy
Miranda pun dengan terpaksa membuka mulutnya, Rendy pun menarik kepala Miranda agar penis itu dihisap olehnya.
“ayo isep ampe habis, dasar pecun” ejek Rendy kepadanya
“mmmmmpphhhhhhh” erang gadis itu
Miranda hanya bisa pasrah saja dengan meneguk setap tetes sperma yang dikeluarkan Rendy.
“fuuuuhhh puas, oke sekarang kalian abisin sisanya” perintah Rendy pada ganknya
“Oke Bos” jawab mereka serentak
Ikatan Miranda pun dilepas agar mereka dapat memperkosanya dengan leluasa. Miranda sudah kehabisan tenaga hanya bisa mengikuti apa kata mereka.
“eh balik tubuh lo sambil nungging” perintah Gilang
Miranda pun mulai membalik tubuh nya perlahan
“ah kelaman Lo” bentak Gilang sambil memukul pantat Miranda
“aaawww, uhuhuhu” tangisnya
Miranda hanya bisa menangis melihat perlakuan itu, rasanya ia sudah tidak punya harga diri lagi. Kini ia dalam posisi menungging, langsung saja Gilang menancapkan penisnya ke vagina Miranda.
“aaaaaaaaaaahh hentikaaaaaaann” pekiknya karena rasa saikt masih melanda
“ugggghhh, bener kata bos, mantap juga nih cewek” Gilang tak kalah asyik
“aaaaaaaaaaaaahhh aaaaaaaaaaaaaahhh aaaaaaaaaaahh” desah Miranda
Semua anak pun secara bergiliran menyetubuhi Miranda dengan berbagai posisi sampai anak terakhir berbadan cukup besar dengan penis yang tak kalah besar pula.
“wih punya lo gede banget mbron” Puji Rendy
“iya bos makanya gue kasih jackpotnya nih cewek” Ujar Jimbron, anak yang berbadan besar itu sembari mendekati Miranda yang sdah sangat kelelahan.
“plisss, g….gue udah gak kuat” rengek Miranda sembari mencoba menghindar dengan sisa sisa tenaga yang ia miliki.
“lo udah gak bisa lari lagi, dasar pecun ntar lo pasti keenakan” kata Jimbron sekalian meraih paha Miranda dan mulai memasaukkan penisnya dengan posisi miranda yang menungging
“aaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh,,, stoooooppp sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittt ahhhhhh” Miranda berteriak kesakitan karena penis Jimbron yang besar
“haha,ini masih belum seberapa” kata Jimbron, lalu ia menarik bahu miranda dan berusaha memperkosanya dalam posisi memangku.
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,,enggaaaaaaaaaaaaaaaakkk lepasiiiiiiiiiiiiiiiin” teriaknya sangaat keras sambil menggeleng-gelangkan kepala karena di hubungan sex perdananya sudah ditikam dengan penis yang cukup besar.
“hahaha, teriakan lo malah buat gue tambah bergairah” kata Jimbron seolah menikmati hal itu
“aaaaaaaaaaaaaaaaaahhhh hentikaaaaaaaaaann,, uhuhuhuhuhuuu” jeritan dan tangisan mememakakan setiap sudut kamar
“uhhhh, sadis amat sih Jimbron” salah seorang anak hanya bisa menggelengakn kepala keheranan
Tak lama kemudian Jimbron pun mulai mencapai klimaksnya.
“crooooooooooott” sperma Jimbron masuk ke dalam vagina Miranda
“ahahaha,,, kenapa lo masukin ntar gue hamil ahahaha” Miranda menangis karena rahimnya sudah dimasuki sperma
“punya yang lain juga banyak yang masuk, jadi gak ketahuan siapa yang ngehamilin lo, hahaha” kata Jimbron
“uhuhuhuhuhuhu” tangisannyya makin menderu – deru
Sekali lagi Rendy mencoba menikmati tubuh Miranda dan memperkosanya lagi kali ini ia memasukkan spermanya kedalam. Tidak hanya Rendy semua anggota gengnya menyetubuhi Miranda lagi dengan memasukkan sperma mereka.
Setelah beberapa jam kemudian mereka selesai,kini tubuh Miranda sangat lemas, rok abu abu yang ia lepaskan tadi dilemparkan kepadanya. Rok itu sudah penuh dengan sperma dari Rendy dan kawan kawannya. Miranda hanya bisa menangis sejadi jadinya.
“inget, ini baru awalnya aja, besok lo harus ikutin apa perintah kita, kalo nggak ntar lo pasti nyesel karena video pemerkosaan lo ini bakal gue sebarin ke internet, ngerti lo” ancam Rendy kepadanya
Miranda yang masih terkapar di aiats ranjang hanya bisa pasrah dengan wajah memerah serta tangisang membasahi wajah ayunya. Mereka pun mengambil ponsel Miranda dan mengirimkan nomornya.
“lain kali gue bakal kasih perintah lewat sms” ujar Rendy.
Petang pun tiba saat itu ada sebuah mobil yang tiba tiba berhenti di sebelum pertigaan. Ternyata ada seorang gadis yang masih memakai seragam SMA-nya. Gadis itu tampak lusuh yang jelas sesuatu terjadi pada dirinya.
Dialah Miranda, gadis yang baru berumur 17 tahun itu, baru saja diperkosa oleh berandalan di sekolahnya. Ia berjalan ke rumah dengan langkah yang terseok- seok karena sakit yang masih ia rasakan saat kesuciannya di renggut oleh mereka. Walaupun perih rasanya tapi ia tetap berjalan hingga sampai di rumah.
“Mira, kamu kemana saja Nak?” Tanya Mamanya yang sudah menunggu anak kesayangan itu dari tadi
“Mmm, maaf Ma, Mira habis ada tugas kelompok di rumah temen” Miranda berbohong
“Oooo, ibu kuatir sama kamu, Nak” Mamanya mengungkapkan kecemasannya
“nggak apa apa kok Ma, Mira bisa jaga diri” jawabnya
“ya sudah, kamu mandi dulu, Mama sudah siapkan makan malam” suruh Mamanya
“baik Ma” jawab Miranda
Seperti itulah kehidupan Miranda saat ini. Ia hanya tinggal bersama Mamanya, karena Papanya pergi merantau ke negeri yang jauh. Miranda adalah anak perempuan satu satunya di keluarga itu. Kakaknya saat ini sedang kuliah diluar kota sehingga pulang satu minggu sekali.
Malam itu Miranda segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah diperkosa anak anak berandalan. Saat ia mencoba menggosok payudara dan vaginanya, rasa perih seolah menyayat tubuh dan batinnya. Bagaimana tidak, permerkosaan itu adalah hal terburuk yang pernah dialami semasa hidupnya. Setelah mandi dan berganti baju ia menuju ke ruang makan.
“Mira, ada apa Nak, kelihatannya kamu kok lesu?” tanya Mamanya karena melihat putrinya tidak bersemangat
“nggak ada apa apa kok Ma” jawab Miranda sembari tersenyum layu
“ya sudah kalau begitu” Mamanya mengiyakan saja
Setelah makan malam Miranda langsung menuju kamar untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang siswi teladan yakni belajar. Ngocoks.com
Saat ia sedang konsentrasi belajar tiba tiba ponselnya berbunyi, tanda ada pesan masuk. Saat membuka pesan raut mukanya berubah, tentu pesan tersebut berasal dari para berandalan itu. Ia melanjutkan belajarnya, akan tetapi pikirannya masih terbelenggu oleh pesan singkat yang menghantuinya.
Keesokan paginya ia berangkat pergi sekolah seperti biasanya. Seragam yang ia kenakan masih kemeja putih dengan rok abu abu pendek diatas lutut serta kaos kaki panjang menutup betis dan sepatu kets warna putih. Penampilannya kini berbeda, ia mengikat rambutnya sehingga tidak terurai panjang seperti biasanya. Ia berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki karena sekolahnya hanya beberapa meter dari rumah.
Saat berada di lorong sekolahnya, ia bertemu dengan mereka, Rendy dan kawan kawannya.
“Miranda, gimana?” Tanya Rendy
Miranda tak menjawab dan hanya memalingkan muka.
“sini gue mau liat” Gilang memastikan
“plisss, jangan disini” pintanya
“udah lo diem aja” ujar Gilang sambil menoleh kanan kiri mengawasi
Gilang memasukkan tangannya ke dalam rok abu abu pendek Miranda, perlahan ia menempelkan telapak tangannya ke pinggul Miranda. Ternyata ia ingin mengecek, apakah Miranda mengenakan celana dalam atau tidak. Jadi isi dari pesan singkat itu adalah menyuruhnya untuk tidak memakai CD saat di sekolah.
“uugh, apa mau kalian?” tanya Miranda sambil merasakan elusan di pinggulnya
“haha, ini hukuman karena lo udah berani ngelawan kita” jawab mereka dengan sombong
“ughhh, gue mau masuk kelas!” Miranda mulai tidak nyaman dengan situasi itu
Tanpa mempedulikan mereka ia langsung menuju kelas walaupun tidak memakai celana dalam. Tapi ia tetap menjalani aktivitas sekolahnya seperti biasa.
“pagi, Rina ” sapa Miranda pada teman sebangkunya
“halo Mir, gimana lo udah kerjain PRnya belum” tanya Rina
“udah donk” jawabnya santai
“wah, gue nyontek dong” pinta Rina
“ah, elo Rin” ujar Miranda menasehati sahabatnya
“wah gue gak pernah nyesel punya sahabat kayak elo Mir” Rina menyanjungnya,
Di depan Rina hanya berpura pura baik di depan sahabatnya, namun siapa sangka di baliknya dia adalah gadis bermuka dua yang suka iri dan dengki terhadap Miranda.
Saat dikelas Miranda tidak mengenakan CD sehingga rasa dingin menyelimuti bagian pangkal pahanya, sesekali tampak wajahnya yang memerah merasakan angin semilir yang melintas di setiap sudut bagian kewanitaannya. Ia mencoba merapatkan kakinya namun tetap saja tidak ada kenyamanan dalam melakukan aktivitas pada keadaan tersebut.
Gadis itu cukup cerdas, ia punya cara untuk menghentikan kegelisahan tersebut. Ia meminta izin untuk ke kamar mandi sambil membawa CD di saku roknya.saat itulah ia memakainya sehingga kini ia bebas beraktivitas kembali di sekolah.
Sepulang sekolah Miranda sudah ditunggu oleh Rendy di depan kelas.
“kalian mau ngapain” tanya Miranda dengan menyilangkan tangannya di dada.
“sekarang lo ikut gue” ajak Rendy
“gue ada urusan” jawab sambil nyelonong melintasi mereka
“jadi lo berani pulang gak pake kancut?” Pandu menakut nakuti
Miranda masih tak mempedulikan mereka dan terus menetapkan langkah kakinya.
“eitss, tunggu tunggu” Erick memegangi pergelangan tangan Miranda
“isshh lepasin!” bentak Miranda
Erick langsung memasukkan tangannya ke rok Miranda lagi. Gadis itu kini khawatir bahwa rencananya sudah terbongkar. Erick merasakan bahwa ada kain ketat menyelimuti pinggul Miranda, gadis itu pun tertangkap basah.
“ooooo, jadi lo berani macem macem sama kita?” Ujar Erick
“enggak, abis gue malu gak pake CD” Miranda memberi alasan
“udah, pokoknya sekarang lo ikut kita” ajak mereka
“pliss, gue pengen pulang” pintanya
“kalo lo gak mau, lo bakal nyesel seumur idup” ancam mereka
“uhhhh” keluhnya
Ia sudah tak berdaya mendengar ancaman mereka.ia tahu pasti yang dimaksud adalah video pemerkosaan itu akan disebarkan melalui internet. Dengan raut wajah terpaksa ia mengikuti kemauan para berandalan itu. Miranda kembali dibawa masuk ke mobil, entah mau dibawa kemana. Didalam mobil ia duduk dibelakang bersama Rendy dan Gilang. Mobil pun melaju.
Saat di dalam mobil Miranda langsung menjadi bulan bulanan mereka.
“mmmmmhhh,, jangan ummmhhhh” desahnya. Buah dada ranum dibalik kemeja putihnya terus di mainkan oleh para berandalan itu.
“hehe, mantap banget toket lo” sanjung Rendy
Rendy mulai melirik ke arah belahan kemejanya, dengan perlahan utas demi utas kancing kemeja di bedah.
“aaaahh jangan Rend!” pekiknya
Miranda berusaha menghentikan aksi Rendy namun berkali kali tangannya di tepis olehnya.
Terbukalah kain putih yang melindungi bagian penting kewanitaannya, hanya bra warna putih yang masih tertanggal. Dengan sedikit tarikan, Bra itu mengendur sehingga tampaklah payudara indah dengan puting mungil ditengahnya. Kedua anak itu langsung memuaskan hasrat birahinya.
“uuuuuuuuummhhhhh, henti…kan mmmmmmmhh” Miranda mulai terangsang
“sluupp, liat toket lu tambah kenceng tuh” ujar mereka sambil menghisap putting susu Miranda
“sudah aaaaaaammmmmmhh hentikan mmmmhhh” iamasih merintih
Rangsangan nikmat menjalar keseluruh tubuh Miranda namun perasaan malu masih menyelimuti diri karena ia masih punya harga diri sebagai wanita. Tangannya mencoba berontak namun cengkraman kuat kedua anak itu mengunci setiap geriknya.
“gimana kalo yang ini” ujar Gilang sambil memasukkan tangan ke dalam rok abu abu Miranda
“uummmhh jangaaaann!” pekiknya
“hehe, gimana rasanya” Gilang menggodanya sambil menyentil klitoris Miranda
“mmmmmmmmmm,,, aaahh plisss lepasin gue aaaahh” Miranda merasakan vaginnya di gesek gesek
Rangsangan makin meningkat sehingga membuat Miranda mulai menggelinjang sambil menghentak hentakkan kakinya. Rendy yang tidak sabar langsung menarik celana dalam Miranda agar bisa bersentuhan secara langsung.
“aaaahh jangaaann” rintihnya lagi
“wah, basah banget nih, sruuuuup” ujar Rendy sambil menjilat vagina MIranda
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhh” Miranda mengejang karena jilatan itu
“wow, makin keluar banyak nih” Gilang bersorak
Saat itu juga Rendi langsung mencium bibir indah Miranda.
“mmmmmmmmhhhhhh” rinith Miranda saat dicumbu
Dalam keadaan yang menggairahkan itu mobil terus melaju dan sampaidi suatu tempat. Mereka tiba di sebuah jembatan dan mulai menghentikan mobilnya.
“oke, sekarang kita turun” Ujar Rendy sambil menarik Miranda keluar.
Miranda tergopoh gopoh sambil mengancingkan kemeja dan membetulkan rok yang tersingkap.
Mereka turun dari mobil dan menuju kebawah jembatan. Disana tampak sepi tetapi untuk berjaga jaga salah satu anak akan bergantian mengamati sekitar.
“oke sekarang lepas baju lo” paksa Erick
“t…tapi, gak mungkin…gue gak bisa di tempat kayak gini” Miranda menolak
“ah kelamaan lo” mereka tidak sabar dan mencoba melepas sendiri bajunya
“aaaaaaahh,, oke gue lepasin tapi atasnya cuma buka kancing doang” Miranda menawar
“oke, cepet lepas rok lo” suruh mereka
Dengan muka sedih dan terpaksa ia mulai membuka kancing belakang roknya dengan perlahan. Perlahan ia menurunkan roknya dengan mengangkat kakinya satu persatu. Kini ia telanjang bawah karena CDnya sudah dilepas saat di mobil.
“sini rok lo!” bentak Rendy sambil merampas rok Miranda
“enggak, jangan ambil rok gue!” rengeknya
“bro taruh ini di mobil” ujar Rendy tak menghiraukan
“plisss, balikin rok gue” pintanya
“udah lo mau, seragam lo buat ngelapin pejuh kita” ujar Erick mengancam
Miranda tidak menjawab dan hanya bisa bermuka masam. Kini ia membuka kancing bajunya satu persatu tetapi tidak melepaskan kemejanya. Payudaranya tamak dicelah celah kemejanya yang tebuka. Erick dan Pandu langsung mendorong Miranda ke tembok penyangga jembatan dan mulai menghisapi puting susunya
“aaammhhhhh aaaahhh, uuuuummhhhh” desah Miranda
“slllluuup sluuup” suara hisapan mereka
Miranda tidak berkutik saat payudaranya dinikmati, tangannya di pegang erat oleh mereka. Jari jemari nakal mereka mulai menggerayangi dinding vaginanya.
“aaaaaahhhhh,hentikaannn, uuuuuummhhhhhh” Miranda meronta karena terangsang hebat hingga menggelinjang. Bagian sensitifnya terus dimainkan oleh mereka sehingga, cairan orgasme mulai membanjiri vaginanya.
“hahahaha” mereka menertawakan
“aaaaaaaaaaaaahh uhuhuh” desah Miranda
“pok pok pok” suara decitan saat vaginanya di obok. Setelah puas akhirnya mereka angsung menuju hidangan utama.
“oke sekarang balik badan lo” perintah Erick
“umhhh” rintihnya. Miranda kini dalam posisi membungkuk berpegangan pada tembok.
“oke bos, silahkan hajar duluan” mereka mempersilahkan Rendy duluan
“uhuhuh, gue mohon jangan” pintanya
Miranda mulai meneteskan air mata karena merasa malu bila melakukan hubungn seks di tempat umum. Namun Rendy tak perduli dan langsung mengeluarkan batang penisnya.
“jangaaaaaann, aaaaaaaaaaahh” Ia meronta karena penis sudah menghujam
vaginanya
“haha, lo udah kagak perawan tapi masih seret aja meki lo” ujar Rendy sambil menggesekkan penisnya
“aaaaaaaaaahh, hantikaaaaaaann aaaaaaaaah aaaaaaaaaaah” teriaknya karena gesekkan penis Rendy
Sore itu kira kira jam empat, mereka menyetubuhi Miranda dibawah jembatan. Masing masing dari mereka menggilirnya satu persatu dan bergantian menjaga hingga hari semakin petang,kesunyian melanda tempat itu. Setelah beberapa lama akhirnya mereka selesai dan meninggalkan Miranda di bawah jembatan itu. Miranda yang kelelahan akhirnya tertidur pulas tanpa mempedulikan keadaannya.
Setelah lama tertidur, Miranda akhirnya bangun dengan keadaan telanjang tetapi masih melekat kemeja putihnya walaupun kancingnya terbuka lebar, hanya sepetu dan kaos kaki panjangnya yang tersisa. Ngocoks.com
“hah, tidak, baju gue!” Miranda panik karena telanjang dan tidak bisa pulang
Sehelai kertas disamping bertuliskan pesan untuk dirinya . Ia mencoba membaca pesan itu tapi tidak kelihatan karena gelap di bawah jembatan. Dengan langkah yang terseok ia mencoba ke tepi untuk membaca tulisan. Tulisan itu mengatakan bahwa ia harus menuju ke rumah Gilang yang tak jauh dari sana, coretan peta juga tampak pada secarik kertas itu.
“gak mungkin, gue gak mungkin ke sana kayak gini” katanya sambil menangis
Setelah ia berpikir lama, akhirnya ia nekat pergi ke rumah Gilang dengan keadaan hampir telanjang. Ia mengancingkan kemejanya kembali dan berjalan dengan memegangi pinggulnya yang terbuka dan. Pertama ia harus melewati jalan besar terlebih dahulu. Untungnya jalan tampak sepi karena sudah jam 10 malam. Sesekali ia mendengar ada kendaraan yang melintas, dengan cepat ia segera menepi dan bersembunyi di balik semak semak.
Selangkah demi selangkah membawanya ke sebuah perkampungan. Ia berhenti sejenak karena bagaimanapun di perkampungan itu pasti ada orang yang melintas. Kemungkinan besar ia bisa tertangkap basah oleh warganya. Tapi ia masih mencoba untuk berpikir positif karena tidak ada hal lain yang bia ia lakukan.
“oke, sebentar lagi sampai” ia mencoba menyemangati dirinya
Ia berjalan dengan mengendap endap sambil menempelkan telapak tangannya ke pinggul dan vagina karena hawa dingin seakan mencolek colek bagian tubuhnya yang terbuka . Ia terus berjalan melewati gang gang kecil agar lebih aman. Hingga ia hampir sampai beberapa meter dari rumah Gilang. Saat ia akan keluar dari gang ia mendengar ada suara beberapa orang.
“uuuuhhh, padahal tinggal sedikit lagi”gerutunya
Perlahan ia mengintip di balik tembok gang yang tak jauh dari sumber suara. Ternyata di jalan dekat rumah Gilang ada beberapa orang yang sedang bercengkrama. Ia hanya bisa menunggu dan terjebak dalam situasi yang sungguh menjemukan. Saat ia masih dalam persembunyian sembari mengintip di balik tembok bagaikan seorang spionase, tiba tiba tangan sebuah elusan telapak tangan kasar di pinggulnya.
“aaaaaaaahhh” ia kaget
“wah, wah, neng ngapain malem- malem pake acara bugil segala” tanya orang itu sambil memegangi tangannya agar tidak kabur dan masih mengelur elus pinggulnya.
“aaaahh, enggak pak, saya…..” Ujar Miranda ketakutan
“udah, ayo ikut” paksa orang itu sembari menarik tangan Miranda
Orang itu membawanya ke arah orang orang yang bercengkrama tadi. Dan ternyata itu adalah pos penjagaan kampung dimana tempat orang orang meronda.
“wihhh, busssseeeett” ujar mereka
Mereka sungguh kaget bukan kepalang bahkan saat sedang meminum kopi, langsung disemburkan airnya
“hehe, gue nemu pecun nih” ujar orang itu
“bukaaaan pak saya bukan pelacur, tolong lepaskan” Miranda mencoba menjelaskan. Orang itu bukannya merasa iba malah menjambak rambut Miranda
“aaaaaaaaahhh!!!” pekiknya
“udah diem lo” bentaknya
Mereka pun langsung menyeret gadis itu ke dalam pos penjagaan seolah hadiah dari tawanan perang. Miranda tersungkur karena di lempar ke tengah tengah. Kegelapan melanda pos saat lampu di matikan agar lebih aman.
“heha, ayo manis” kata orang yang tadi menangkapnya
“Pak tolong! saya bukan pelacur, tolong lepaskan saya” katanya sambil bergeser mundur menjauhi mereka
“sudah diem lo, malem- malem kok pake acara bugil bugilan segala” bentak ornag itu sambil melepaskan celananya dan mengeluarkan penisnya.
“enggak pak,saya di kerjain teman teman saya” rengeknya
“alesan aja lo, isep nih kontol gue”suruh orang itu
Miranda menggelengkan kepala sambil mundur, tetapi ia sudah sampai di tembok dan tidak bisa lari lagi.
“plaaakkkk” tampr orang itu
“uhuhuhuhu” tangisnya sambil memegangi pipi
“buka gak!, mau gue tabok lagi” paksa orang itu dengan kekerasan
“j…jangan pak” kini ia mulai menangis dan mebuka mulutnya
“haaaah, gitu dong, isep ampe habis, hahaha” sorak orang itu sambil menjambak rambut Miranda dan untuk mempercepat geskannya
“mmmmpppp mmmmmmmmppp” suara hisapan Miranda
Setelah beberapa saat orang itu langsung mengeluarkan spermanya di dalam mulut Miranda.
“mmmmmmppppp mmmpppppp” Miranda mencoba meronta tetapi rambutnya masih dipegang orang itu. Cairan kental membanjiri mulut Miranda dan mengalir ke tenggorokannya.
“haaahh, enak banget coooy” orang itu bergembira
“uhuk uhuk” Miranda tersedak karena sperma itu menggelitik kerongkongannya, berkali kali ia ludahkan carian menjijikkan itu.
“sekarang giiliran gue” orang yang lain langsung menerkamnya
“jangan pak, saya mohon” Miranda terus merengak
Orang itu langsung membalik tubuh Miranda dan menarik pinggulnya sehingga kini ia dalam posisi menungging. Sedangkan yang lainnya segera meraih dagu Miranda dan memasukkan penis ke mulutnya lagi.
“aaaaaaaaahh,,,mmmmpppp” suara Miranda saat kedua penis masuk secara bersamaan
Tubuh Miranda terus digerakkan maju mundur, baik mulut maupun vaginanya menjadi sasaran para penjaga pos itu.
“hahaha, oke juga meki nih cewek” ujar orang yang mendapat vaginanya sambil terus menggesek gesekkannya. Setelah beberapa lama akhirnya mereka mempercepat gerakannya.
“mmpppp mmmmmmmmpppp mpp” Mrianda mencoba berteriak karena sepertinya mereka akan memasukkan spermanya ke dalam lagi
“crroooottt” benar sperma yang dari belakang keluar terlebih dahulu disusul yang dari depan
“ahahahah” Miranda menangis karena ia di perkosa lagi oleh orang yang lain
“oke gue mau coba lagi” orang yang tadi ingin tambah
Kali ini ia mengincar anus Miranda. Saat hendak memasukkan penis nya tiba tiba.
“stop, apa-apan ini” terdengar suara dari pintu
Sejenak suasana menjadi hening karena ada sesorang yang menghentikan mereka.
“aa..anu mas” kata orang itu terbata bata
Ternyata anak itu adalah Gilang, yang berlagak sebagai pahlawan kesiangan.
“Miranda!” Gilang berpura pura
“loh Mas Gilang kenal” tanya orang itu
“iya ini teman saya”ujar Gilang
“ohh, maaf mas saya tadi menemukannya tidak memakai rok malam – malam” mereka menjelaskan
“hah, kamu gak papa Mir, kamu pasti tadi habis di apa apain sama preman di dekat sekolah” ujar Gilang membuat sandiwara
Miranda mengangguk saja mengikuti sandiwara dari Gilang.
“ma..maaf mas, saya kira tadi….”mereka mencoba mengelak
“sudah, kalian apa-apaan, ada orang kesusahan bukan malah ditolong, kalian akan saya laporkan ke pak RT” kata Gilang berpura- pura untuk mengalihkan situasi
“ampun mas, tolong jangan laporkan kami” mereka merengek
“oke, sekarang saya mau pulangkan dia” ujar Gilang sambil melindungi Miranda
Gilang merangkul tubuh Miranda dan memapahnya berdiri. Ia juga melepaskan jaketnya untuk menutupi tubuh Miranda yang bugil.
“ayo Mir, kita pulang” kata gilang
Setelah agak jauh dari orang orang itu, wajah Gilang yang tadi baik seperti super hero berubah kembali memerankan tokoh antagonisnya.
“hehe, gimana?, itu hukuman karena lo udah kibulin kita” bisik Gilang
“uhhhh” rintih gadis malang itu sambil meneteskan air mata
Ekspresi Miranda yang merasa nyaman tadi kini berubah kecut karena semua ini sudah di skenario oleh para berandalan sekolah yang menjadi musuhnya.
Bersambung…