Pagi itu di sebuah jalan ada seorang gadis yang berjalan menyusuri trotoar. Miranda, gadis yang baru menginjak kelas XI di SMA Swasta di kotanya. Ia berjalan dengan wajah yang murung karena peristiwa yang dialaminya beberapa hari terakhir.
Ia benar benar menyesali karena telah berurusan dengan para siswa berandalan yang ada di sekolahnya. Kejadian itu pun masih membekas di ingatannya saat ia harus melayani nafsu bejat para berandalan itu.
Ia mulai memasuki pagar sekolah dan segera menuju ke kelasnya. Ia masih ingat kejadian malam itu saat ia harus telanjang di tengah kegelapan hingga diperkosa oleh penjaga keamanan kampung. Untunglah Gilang salah satu anak berandalan itu pura pura menolongnya, padahal permainan itu telah menjadi skenario mereka untuk mengerjai Miranda.
Setelah kejadian yang memalukan itu ia diantarkan pulang oleh Gilang dan rok yang diambilnya dikembalikan lagi olehnya. Miranda sempat bingung harus berkata apa pada Mamanya karena pulang malam dengan penampilannya yang lusuh. Ia tidak sempat memikirkan hal itu karena perasaannya sudah hancur sejak ia hampir diperkosa tadi.
“tenang aja, gue bakal bantuin buat ngejelasin ke nyokap lo” ujar Gilang saat mengantarkan Miranda
Gadis itu hanya bias termenung karena tidak bisa berbuat apa apa selain menuruti kata kata Gilang. Saat keduanya tiba di rumah Miranda Mamanya pun menyambutnya. Beliau sungguh kaget karena penampilan Miranda tampak kacau dengan wajah yang muram.
“Mira kamu kemana saja nak?” ujar Mamanya sambil memeluk anak gadisnya itu
Miranda hanya bisa menangis di pelukan Ibunya karena tidak bisa berkata apa apa.
“Mira kamu kenapa nak,apa yang terjadi” tanya ibunya lagi dengan sangat cemas
Ibunya sempat melirik ke arah Gilang yang ada di belakang Miranda.
“maaf tante, saya mungkin bisa menjelaskan” ujar Gilang mulai bersandiwara
“kenapa? Kenapa dengan anakku?” tanya ibunya sambil terus memeluk putri bungsunya itu
“hmm, saya tadi melihat Miranda di ganggu oleh beberapa preman jadi saya mencoba menolongnya” ujar Gilang bersandiwara di depan ibu Miranda
“hah,apa! Mira, kamu gak di apa apain kan nak?” tanya ibunya dengan meneteskan air mata
Miranda hanya mengangguk sembari terus mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya.
“enggak tante, untungnya tidak terjadi apa- apa,pada Miranda” Gilang berbohong lagi
“Oh, Syukurlah, kamu gak papa nak”ujar Ibunya sambil memeluk Miranda lagi
Miranda berusaha menghentikan isak tangisnya dan mencoba menenangkan Ibunya.
“ini karena kamu pulang terlalu malam nak,sebenarnya ada apa di sekolah” tanya ibunya lagi
Gilang pun terdiam karena ini bukan dialog yang menjadi skenarionya.
“Mira, besok ada acara pentas seni Ma, Mira juga gak nyangka kalo bakal begini jadinya” ujar Miranda disertai tangsinya lagi
“oh, iya sayang lain kali kamu jangan pulang malam lagi” ibunya menasehati
Miranda pun mulai tenang karena ia berhasil membohongi orang tuanya. Ibu Miranda mulai menyapa Gilang karena ia menganggapnya sebagai pahlawan.
“nak, terima kasih atas pertolongannya dan mau mengantarkan Mira pulang” ujar Ibunya dengan senyum.
“oh, tidak apa apa tante, saya hanya tidak tega bila melihat teman saya membutuhkan pertolongan” ujarnya dengan kepalsuan
“sekali lagi terima kasih, ayo silahkan masuk” ajak ibu Miranda
“oh terima kasih tante, tapi saya harus segera pulang karena sudah malam” kilahnya lagi. Akhirnya Gilang pun berpamitan pada Miranda dan Ibunya.
Miranda berusaha melupakan kejadian pahit yang ia alami itu. Hari demi hari ia jalani tapi ia masih belum bisa melupakannya apalagi teror para berandalan itu pastinya akan ia terima lagi di kemudian hari. Beberapa hari setelah kejadian itu Miranda mencoba beraktivitas seperti biasanya. Kembali ke jalan cerita kini ia masuk ke kelas dan duduk di bangku. Saat ia melamun teman sebangkunya yang bernama Rina menyapanya.
“hai Mira” sapa temannya
“hai Rin” jawab Miranda dengan sayu
“Mir, elo kok keliatannya gak enak badan, elo sakit ya” tanya Rina lagi
“enggak, gue gak papa” jawabnya dengan singkat
“Mir, lo kenapa sih kok jutek amat” Rina mencoba menghibur temannya
“udah deh Rin, gue gak kenapa napa” ujar Miranda dengan ketus
Miranda saat itu sangat membenci sahabatnya karena ia tahu bahwa Rina adalah biang keladi dari masalahnya selama ini. Ia ingat saat pakaian olahraganya hilang dan tiba tiba ada di kolong mejanya, ia yakin bahwa pakaiannya memang disembunyikan seseorang.
Ia sungguh tidak menyangka karena baju olahraganya berbau parfum seperti yang digunakan sahabatnya itu. Ia masih tidak percaya bahwa sahabatnya tega menjebak dirinya, ia lalu berusaha bertanya langsung pada Rendi dan kawan kawannya. Mereka mengiyakan apa yang ditanyakan Miranda. Hingga detik ini gadis itu tidak bisa memaafkan perlakuan Rina.
Saat pelajaran dimulai semua murid fokus menerima pelajaran dari 9uru. Saat ditengah tengah pelajaran salah satu 9uru masuk dan sepertinya akan memberikan pengumuman.
“selamat pagi anak anak” sapa beliau
“selamat pagi” jawab mereka serentak
“Miranda Sanustika” pria itu langsung memanggil nama Miranda
“iya Pak” ujar Miranda sembari mengangkat tangan
“Miranda mulai hari ini kamu dipindahkan ke kelas XI IPA 4” ujar beliau
Semua anak tampak terkejut karena mereka baru tahu bahwa ada kelas itu, karena setahu mereka kelas IPA hanya ada tiga kelas.
“mmm, ba…baik Pak” jawab Miranda
Miranda segera memasukkan bukunya kembali ke dalam tas dan segera menuju kelas barunya. Saat ia akan meninggalkan kelas ia di suruh berpamitan pada teman teman kelasnya yang lama.
“teman teman, terima kasih atas kerjasama dan kepedulian kalian kepada aku, untuk Rina thanks lo udah berhasil ngehancurin hidup gue” ujar Miranda dengan ketus
Rina hanya bisa bengong karena ia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia mulai sadar bahwa Miranda telah mengetahui persekongkolannya dengan Rendy dan kawan kawan. Miranda berjalan bersama 9uru itu untuk menuju kelas barunya.
Saat tiba di kelas ia sangat kaget karena ia berada di kelas yang seperti neraka yaitu berada satu kelas bersama Rendy dan kawan kawannya yang berandalan. Miranda sungguh terkejut dengan ekspresi menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
“Miranda, kamu adalah anak yang paling pintar di sekolah ini, semoga kamu bisa membantu mengajarkan mereka” ujar Pak 9uru dengan nada tidak bersalah.
“tapi Pak, saya tidak mungkin berada di sini, semuanya anak laki – laki” protes Miranda pada 9uru itu
“maaf Miranda ini kebijakan Bapak Kepala sekolah,saya hanya melaksanakan perintah” jawab Pak 9uru dengan pasrah
Di sisi lain para siswa di kelas itu sungguh senang dengan kedatangan Miranda. Bagaimana tidak, kelas yang hanya di isi lima belas murid laki laki itu di datangi bidadari secantik Miranda. Selain itu Miranda tidak hanya cantik tetapi sungguh seksi karena seragamnya yang ketat dan rok pendek 20 senti di atas lutut serta kaos kaki panjang menutup betisnya, membuat mereka bergairah. Tentunya Rendy dan berandalannya juga berada di kelas itu, ia tidak dapat membayangkan apa yang terjadi pada dirinya.
“hai Miranda” sapa semua siswa di kelasnya dengan senyum jahat
Miranda hanya bisa tertunduk pasrah terhadap apa yang terjadi pada dirinya.
“Miranda silahkan kamu duduk” 9uru yang sedang mengajar mempersilahkan Miranda
Sejauh mata memandang tidak ada bangku kosong selain bangku di sebelah Rendy.
“Oh tidak, ini nggak mungkin” ujarnya dalam hati
“Miranda, kamu duduk di sebelah Rendy” perintah sang 9uru
“kamu gak keberatan kan” ujar Rendi menggodanya
Gadis itu segera duduk disebelah anak yang menjadi mimpi buruknya. Ia pun duduk di bangku itu memulai mengikuti pelajaran seperti biasa.
“hehe, Miranda ini sungguh hari yang indah” ujar Rendi berbisik di sampingnya
Ia tak mengiraukannya sambil terus mencatat apa yang di terangkan 9urunya di papan tulis.
“sekarang gue bisa nikmatin bodi lo dengan leluasa” bisiknya lagi sambil mulai mengelus paha Miranda yang tidak tertutup karena rok abu abunya sungguh pendek.
“uhhh, Rendy lo jangan macem macem atau….” ujar Miranda sambil memukul tangan Rendy
“atau apa Miranda?” tanya Rendy menggodanya
“gue bakal laporin elo ke BP kalo perlu polisi sekalipun” ancam Miranda
“hahahaha” Rendy hanya membalasnya dengan gelak tawa
Miranda sedikit kesal dan tak menghiraukan gurauan itu.
“dengar Miranda, 9uru BP itu cuman kacung bokap gue, trus Polisi lo bilang, lo tau Bokap Erik itu pengacara hebat, bisa bisa lo sendiri yang bakal dijeblosin penjara karena pencemaran nama baik” ancam Rendy balik
Miranda hanya bisa bermuka masam karena kini ia telah masuk ke lubang buaya.
“Miranda, elo udah gak bisa ngelawan gue dan temen temen, tapi gue bisa ngancurin hidup lo bahkan nama baik keluarga lo dalam sekejap” ancam Rendy
Miranda kini hanya bisa menerima kekalahannya.
“apa mau lo!” ujar Miranda dengan ketus
“hehe, Miranda lo bakal gue perlakuin secara wajar selama lo ngikutin kata kata gue” ujar Rendy lagi
Miranda masih terus mengikuti pelajaran walaupun ancaman terus di lontarkan padanya.
“kalo lo gak mau ikutin semua kata kata gue, lo bakal nyesel seumur hidup” ancam Rendy dengan serius
“Rendy, gue cuman pengen hidup tenang di sekolah ini” ujar Miranda tidak mau melawan
“bagus, itu yang gue harapin dari lo, sekarang lo cuman bisa ikutin kata kata gue, ato lebih tepatnya lo bakal jadi budak nafsu gue, hahahaha” ujar Rendy dengan tawa jahat
“apa!, Rendi plisss jangan apa apain gue” rengek Miranda
“diem!, hari ini gue pengen banget nyobain bodi lo, haha” katanya mengutarakan niat jahatnya
Saat Pak 9uru sedang menulis di papan, Rendy mulai melancarkan aksinya. Ia merangkul Miranda dan meraba raba hingga ke payudara gadis itu sementara tangan satunya mencoba menjamah selangkangannya.
“mmmmmhhhh, Rendy jangan” keluh Miranda
Suara rintihan Miranda tidak di dengar karena mereka duduk di bangku paling belakang sementara Pak 9uru terus menulis di depan papan tulis. Sementara murid yang lain mulai melirik aksi koboi Rendy.
“Miranda, sini” ujar Rendi sambil mengarahkan wajah Miranda ke bibirnya
“uuumhhhhhhhhh, cuuuuuuuupppp” kecupan langsung menyambar bibir gadis itu
“Ren, jangaaaan mmmmmmmmmhh” rintihnya sambil terus melirik kearah depan agar tidak ketahuan pak 9uru
“cruuuuuuupp, ummhhhhh” Rendi tidak peduli dan terus mencumbu Miranda di tengah jam pelajaran
Sementara Miranda terus merapatkan kakinya karena jari jemari Rendi terus menggelitiki vaginanya yang masih tertutup celana dalam warna putih. Tiba tiba Pak 9uru selesai menulis dan membalik badannya. Sepontan Miranda langsung mendorong Rendy dan kembali ke posisi semula.
“Miranda, kamu kenapa?” tanya Pak 9uru agak curiga
“enggak Pak, nggak kenapa napa” jawabnya sambil tertunduk malu dengan wajah memerah
“Baik anak anak, ini kalian catat, bapak akan pergi dulu” ujar Pak 9uru sambil bersiap meninggalkan kelas
Saat Pak 9uru meninggalkan kelas, malapetaka akan segera menghampiri Miranda saat itu juga. Keempat teman Rendy menghampiri meja Miranda sementara anak yang lain segera memusatkan pandangannya pada gadis yang malang itu.
“heh, denger gue udah siapin semua ini jauh jauh hari” ujar Rendi sambil memegang dagu Miranda dan mendongakkan kepalanya
“Rendy plissss jangan apa apain gue” rintihnya
“denger mulai hari ini lo jadi budak semua anak di kelas ini, ngerti lo”ujar Rendy
Teman teman Rendy mengelilingi bangku Miranda.
“lo harus panggil kita semua ini tuan” ujar salah satu teman Rendy
Salah satu anak mengeluarkan kertas dan meletakkan di meja
“lihat!, ini tugas lo sehari hari sebagai budak di sini” ujar anak itu. Miranda mulai meneteskan air mata karena kemalangan yang ia terima.
“lo bakal puasin nafsu kita setiap hari, ngerti lo?” ujar Rendy sambil menggerak kan kepala Miranda
Miranda hanya bisa diam menerima perlakuan itu
“jawab!” bentak Rendy
“iya” jawabnya
“jawab yang bener” bentaknya lagi
“iya!” jawabnya dengan keras
“jawab, iya tuan!” paksa Rendy
“iyaaaaa Tuaaaan” jawab Miranda sambil meneteskan air mata
“hehe, bagus sekarang baca ini” perintah salah satu anak
Miranda meraih secarik kertas itu dan mulai membacanya. Perasaan bingung bercampur haru meliputinya karena tulisan itu tidak ia ketahui maksudnya dan sepertinya mengerikan untuk diketahui.
SENIN : SEX PARTY DAY
SELASA : BLOWJOB DAY
RABU : SEXTOY DAY
KAMIS : HUMILATING DANCE DAY
JUM,AT : BONDADGE DAY
SABTU : EXIB DAY
“lo tau artinya?” tanya salah satu anak. Miranda hanya menggelengkan kepala
“jawab yang bener!” bentak Rendy
“enggak tuan” jawabnya lirih
“lo gak perlu tahu, lo cuma harus ngelakuin tugas aja, ngerti!” perintah salah satu anak
“iya tuan” jawab Miranda dengan terpaksa
Sedikit penjelasan untuk para pembaca. Sex party artinya Miranda harus merelakan vaginanya untuk disetubuhi semua temannya satu kelas. Blowjob artinya Miranda harus mau mengulum semua penis teman satu kelas. Sextoy ia harus menggunakan sextoy pada hari itu. Humilating dance ia harus menari erotis di depan teman teman sekelasnya. Bondadge artinya ia harus diikat dan di setubuhi dan terakhir Exib atau Exibitionist yakni ia harus mau mempertontonkan auratnya di hari itu.
“oke,sekarang hari kamis, jadi lo harus ngelakuin humilating dance” ujar Erik
Anak anak yang lain mulai mengatur 4 meja dan merapatkannya jadi satu sehingga membentuk sebuah panggung kecil.
“ayo lo berdiri di atas sana” ujar Rendy
“emmmmhh, jangaan gue gak bisa” protes Miranda
“ayo cepat!” paksa mereka dengan mengangkat tubuh Miranda dan memaksanya mendekat ke meja
“sekarang lo naik” ujar Rendy
“enggaaak gue gak mau!” rengeknya
“oke kalo gitu…” kata mereka sambil memegang tangan Miranda
Mereka berniat untuk menelanjangi Miranda.
“aaaaaaaaaaah, jangaaaaaaaaaan” teriaknya
“lo bakal gue telanjangin dan kita bawa ke lapangan” ujar Rendy mengancamnya
“jangan!, oke oke gue naik” kata Miranda terpaksa menuruti kemauan mereka
Miranda naik ke atas meja dengan perlahan lalu ia duduk terseok diatasnya.
“berdiri cepet!” bentak salah satu anak. Ia pun mulai berdiri sambil menutupi roknya karena celana dalamnya pasti menjadi tontonan anak anak satu kelas.
“lepasin tangan lo” perintah mereka
Ia melepaskan tangannya perlahan.
“wow, seksi juga kalo dari sini” ujar mereka kegirangan
Miranda hanya bisa menunduk malu karena celana dalamnya terlihat dari bawah. Salah satu anak menyalahkan musik salah satu dari ponselnya.
“ayo sekarang lo ngedance” suruh mereka
“enggak, gue gak mau” bantahnya
Rendy mengambil mistar di depan kelas.
“kalo lo gak mau, gue pukul pake ini” ujarnya mengancam
Dengan terpaksa Miranda harus menari walaupun ia tidak bisa melakukannya. Semua anak tampaknya masih kurang puas dengan penampilannya karena sedikit kaku. Mereka tidak kehabisan akal, mereka pun mengambil laptop dan menampilkan video salah satu girlband korea. Tarian girlband itu sungguh seksi dan bisa menjadi contoh untuk Miranda.
“ayo sekarang lo pelajarin dulu” suruh mereka
Miranda mulai melihatnya dan sebenarnya ia suka dengan girlband itu. SN*D adalah salah satu girlband favoritnya.
“ayok sekarang lo nge-dance, cepet!” suruh mereka
Miranda pun mulai mempraktekan dance dari girlband S*SD itu. Tariannya sungguh erotis mulai dari menggoyangkan pingul hingga menggerakkan dadanya.
Miranda mulai mengoyang goyang kan pinggulnya dengan melompat diatas meja. Selain itu saat ia mengangkat salah satu kakinya celana dalamnya tampak seksi dari bawah.
“wuuuuuuhhhh, suit suit” sanjung mereka
Ia terus menari dengan sangat erotis saat ia menari sambil memngeluskan telapak tangannya pada pinggulnya
“uuuuuummhhhh, sudah hentikan” keluhnya karena malu
Setiap kali ia melompat dan melebarkan kakinya membuat roknya tersingkap sehingga menjadi sebuah pemandangan yang menggiurkan.
“oke berhenti” ujar Rendy
Ia menarik Miranda dan menyuruhnya turun. Segera ia melepaskan rok Miranda dan membuka kancing bajunya.
“aaaaaaaaaaaah jangaaaaaaaaan,”pekiknya
Kini Miranda hanya menggunakan kemeja putih yang telah terbuka kancingnya dan kaos kaki panjang menutup betis serta tidak memakai pakaian dalam sehingga pinggulnya bahkan payudara dan vaginanya terlihat.
“ayo naik!” suruh Rendy
“enggak!, hentikan jangan permaluin gue” rengeknya
“plaaaaaaaaaakk” pinggulnya di pukul
“aaaaaaawwww,,” ia mengerang dan segera naik keatas meja
Ia menutupi payudaranya dan vaginanya saat berdiri di atas meja.
“ayo ngedance lagi, seperti tadi!” suruh mereka
Miranda hanya menggelengkan kepala tanda tidak mau
Rendy segera menyiapkan pukulan mistar ke arah pinggulnya.
“aaaaaah, oke oke, gue ngedance” ujar Miranda
Ia pun mulai mengikuti gerakan girlband itu tanpa mempedulikan payudara dan vaginanya yang terlihat. Setiap ia melompat payudaranya memantul- mantul.
“horeeeeee,, suuuiiiiiiittt suuuuiiiiiiitt” sorak mereka dengan siulan
Miranda tidak memiliki pilihan lain selain menari untuk memuaskan hasrat nafsu mereka. Ia sungguh malu saat mengikuti gerakan membungkuk sambil menggerakkan pinggulnya. Selain itu ia juga harus bergaya menggerakan dadanya sehingga payudaranya bergerak memantul seirama.
Setelah ia lagu yang mengiringi tariannya selesai, ia pun berhenti sembari menundukkan kepala karena malu. Saat itulah Rendy menaiki meja dan berdiri dibelakang Miranda.
“hehe, dance-lo sungguh seksi Miranda” puji Rendi sambil berbisik
“ugh, sudah cukup, hentikan!” keluh Miranda
“gue yakin semua cowok disini sudah gak sabar buat nyobain bodi lo” ujar Rendy
Semua anak yang di bawah tampaknya sudah mengelus elus penis mereka yang sudah berdiri sembari tersenyum nafsu.
“enggak, gue gak sudi layanin mereka!” bentak Miranda sembari mulai menutupi payudara dan vaginanya
Rendy langsung merangkul Miranda dan langsung meraba kedua payudaranya yang sudah mengencang sejak ia menari tadi.
“lo cukup diem dan nikmati, hahaha” ujar Rendy sambil meremas payudara Miranda
“uuummmmhhh, Rendy hentikan” desahnya
Rendy terus meremas remas payudara Miranda dan menempelkan penisnya yang sudah berereksi dan masih tertutup celana pada pinggul Miranda tepat di sela sela pinggulnya.
“ummmhh, Rendy, hentikan!” pekiknya sambil berusaha melepaskan rabaan tangan Rendy
“lo harus turutin kata kata gue, ato lo mau gue seret ke tengah lapangan” ancam Rendy
“enggak, pliss jangan” Miranda memohon sambil meneteskan air mata
“kalo gitu, turunin tangan lo!” suruh Rendy
Dengan berat hati perlahan ia turunkan tangannya meskipun tiap rangsangan terus menghujam payudaranya. Rendy pun mulai memelitnir kedua puting susu Miranda dihadapan para lelaki yang ada dibawahnya.
“uuuuuuummmmmmmhhh, hentikan…ummmmmhh” desah Miranda sembari menggemkan tangannya karena terangsang namun tidak bisa berbuat apa apa.
“hwahahahahahahah” semua anak menertawakannya sambil terus mengelus penis masing masing
Melihat Miranda yang tidak berdaya, Rendy langsung mengarahkan salah satu tangannya keselangkangan gadis itu.
“aaaaaaahhh, Rendy hentikan, uuuuumhhhhhhhhhh” desah Miranda dengan keras
“hehe, gue yakin meki lo udah gak sabar pengen di entotin” ujar Rendy sambilterus melakukan aksinya
“emmmmmhh, enggaaaak, cukup, eeeeemmmhhhh” rintih gadis yang malang itu sambil memegang tangan Rendy karena tidak tahan
“Kriiiiiiiiiiiiiiiiinnnnnggggggggggggg” tiba tiba bel istirahat berbunyi
“huuuuuuuuuuuu” semua anak tampak kecewa
Rendy terus menyerang bagian kewanitaan Miranda terutama bagian puting susu dan klitorisnya.
“mmmmmmmmhhhhhh” desahnya
“oke, kita gak punya banyak waktu lagi” ujar Rendy sambil mengentikan aksinya
Rendy membawa Miranda turun kelantai lalu mendorongnya hingga jatuh tersungkur ke lantai.
“hehe, ayo kita mulai hidangan utamanya” ujar Rendy sambil mulai membuka celananya
“enggak!, jangan! Pliiiissss gue mohon” rengek Miranda sambil bergerak terseok mundur menjauhi Rendy
Rendy terus melangkah sembari menodongkan batang kemaluannya mendekat pada Miranda. Miranda terus mundur hingga sampai pada tembok dan tidak bisa lari kemana mana.
“enggak Rendy jangan di sekolah, gue mohon uhuhuhu” rengek gadis itu sambil menangis
Langsung saja Rendy menarik kaki Miranda dan menempatkan tepat ditengah selangkangannya dan menggagahinya.
“diem, lo gak punya pilihan selain nurutin kemauan gue” ujar Rendy sambil mengarahkan penisnya ke tengah selangkangan Miranda
“uhuhuhuhuhu” tangsi Miranda karena pasrah
Perlahan penis itu menyentuh bibir kemaluan Miranda dan membuka vagina yang sudah basah itu.
“huuukkkkkk” pekik Rendy sembari mendorong penisnya masuk ke vagina
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahh,, ahahahaha” pekik Miranda disertai tangisan
Rendy mulai menggesekkan kemaluannya sambil memegang kedua tangan gadis itu kelantai
“aaaaaaaaaaaahh, aaaaaaahhaaaaaa, aaaaaaahh” desah Miranda sambil memejamkan mata
Sementara siswa lain segera mengerumuninya karena tidak akan melewatkan momen indah itu.
“haha, lumayan nih buat koleksi” ujar salah satu anak yang mulai merekam kejadian itu dengan ponselnya
“aaaaaaaaaahh, jaaangaaaaaaaaaann aaaaaaaaahh” desah Miranda
“hhhgggggghh, uuuhhh, meki lo makin seret aja Miranda setelah lo dipermaluin, haha” ujar Rendy menggodanya
“enggaaaaaakk, gue gak mau aaaaaaaaaaaaaaahh” Miranda mencoba memprotes
“wooowww” semua anak terpukau
Setelah beberapa lama akhirnya Rendy berejakulasi dan mulai mencabut penisnya dan mengarahkan pada wajah Miranda.
“croooootttttt” sperma menyembur ke wajah ayu gadis itu
“aaaaaaaaaaahhhhhh” pekiknya karena cairan hangat melumuri wajahnya
“heeehh, cukup kita masih belom selesai, tunggu lagi besok”ujar Rendy
“gue gue gue” anak yang lain juga pengen menyetubuhinya
“Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiinggggggggggggg” bel kembali berbunyi tanda istirahat sudah selesai
“sudah hari ini cukup” ujar Rendy
“huuuuuuuu, gak asik lo bro” ujar mereka kecewa
“inget! jatah kalian hari senin” ia menjelaskan
“huh, dasar!” ujar mereka tidak puas
Miranda yang terbaring lemas kembali berdiri setelah pakaiannya di lemparkan ke tubuhnya. Penderitaanya akan terus berlanjut selama hasrat Rendy dan kawan kawannya belum terpenuhi.
Keesokan harinya mereka menjalani aktivitas sekolah seperti biasa begitu pula dengan Miranda. Hari itu adalah hari jum’at yang merupakan jadwal Bondage day, entah apa yang akan terjadi pada hari itu. Ngocoks.com
Pada hari itu seragam yang dikenakan Miranda juga berbeda yakni kemeja putih ketat warna putih dan dasi biru motif kotak kotak serta rok pendek 20 centi diatas lutut yang bermotif dan warna sama dengan dasinya, tidak lupa kaos kaki panjang menutup betis dan sepatu kets.
Seperti biasa ia duduk di belakang di sebelah Rendy sambil mendengarkan pelajaran dari 9uru. Akan tetapi Rendy dan keempat anggota gengnya sedang tidak ada di kelas, entah apa yang akan mereka rencanakan.
Beberapa saat kemudian Miranda berdiri dan menghampiri 9urunya untuk izin ke kamar kecil. Setelah 9uru mengizinkan ia keluar untuk menuju toilet sesuai dengan apa yang diperintahkan Rendy dan kawan kawan kepadanya pagi tadi. Ia berjalan dengan wajah penuh kecemasan karena ia yakin bahwa ada hal buruk yang akan menimpa dirinya.
Sesampainya di kamar kecil ia tidak melihat apa apa di toilet wanita sampai salah satu anak yaitu Gilang memanggilnya.
“sssstttt, sini” ujarnya sambil berbisik
Miranda sungguh terkejut karena Gilang mengajaknya ke toilet laki-laki. Awalnya ia tidak mau, namun ia dengan terpaksa mengikuti kemauan mereka. Dengan langkah penuh keraguan ia memasuki pintu toilet. Rendy dan anggota berandalan sudah menyambutnya di dalam.
“hehe, akhirnya datang juga” sapa mereka
Miranda hanya diam sambil tertunduk malu
“apa mau kalian?” tanya Miranda
“hari ini gue bakal kasih kejutan, hehe” ujar Rendy sambil menghampiri Miranda
Rendy seperti menyimpan sesuatu di saku celananya. Ia pun lalu memegang tangan kanan Miranda.
“uhh, lepasin!” kata Miranda sambil melepaskan genggaman Rendy
Belum sempat melepaskan pegangan Rendy lalu mengeluarkan borgol dari sakunya dan memakaikannya pada tanga kanan Miranda.
“aaahhh, apa apaan ini!” bentaknya
“hehe, ayo sini!” ujar Rendy menarik borgol
Miranda ikut tertarik karena tangannya sudah terikat pada salah satu borgol itu. Rendy lalu membawa Miranda ke tempat pisspot dan mengalungkan salah satu anak borgol ke pipa pisspot.
“aaaaahh, lepaskan!, apa mau kalian!” pekik gadis itu
“hehe, ini bakal jadi hari yang indah” ujar Rendy tak mempedulikan ocehan Miranda
Tangan kanan Miranda sudah terpasung di pipa salah satu pisspot dan ia tidak bisa pergi kemana mana. Rendy pun mendorong tubuh Miranda ke tembok di tengah tengah dua buah pisspot di toilet itu sambil mencengkram dagunya.
“hehe, sekarang lo gak bisa kemana mana” ujar Rendy
“enggak lepasin gue uhuhuhu” rengek Miranda
Rendy bukannya merasa iba malah menarik dasi Miranda dengan paksa lalu mengikatkan pada tangan kiri Miranda serta mengikatkan pada salah satu pipa di pisspot lain di sebelah kirinya.
“hentikan!, lepasin gue!” teriak gadis malang itu
Kini Miranda berdiri ditengah tengah dua buah pisspot dengan kedua tangan terikat.
“iya iya, gue lepasin hehe” ujar Rendy
“uhhh, lepasin!” rengeknya
“hehe, iya pastinya baju lo yang gue lepasin, hahahaha” goda Rendy dan kawan kawannya
“aaaaaaaaahh, hentikaaaaaaaan” pekiknya
Satu persatu kancing kemeja Miranda dilepaskan oleh Rendy sehingga terlihat branya. Dengan sangat kasar ia menarik bra itu hingga putus. Lalu rok biru motif kotak- kotaknya juga dilucuiti oleh mereka hingga celana dalam putihnya di robek dengan paksa.
“aaaaaaaaaaaaaaaahh, jangaaaaaaaaaan!” ia tidak bisa berbuat apa apa selain berteriak
Kini Miranda hanya memakai kemeja dengan kancing yang terbuka serta kaos kaki panjang menutup betis dan sepatu ketsnya. Rok dan juga pakaian dalam yang sudah terkoyak di bawa oleh berandalan itu. Payudara dan pinggulnya terlihat jelas apalagi tangannya dalam posisi terikat sehingga tidak bisa menutupi buah dadanya.
“uhuhuhuhu, tolong lepasin gue” pintanya sambil menangis
“hahaha, kita balik dulu lo bisa seneng – seneng disini” goda mereka sambil meninggalkan Miranda di sana
“heeeeyyyy, lepasin gue, uhuhuhuhu” rengeknya dengan air mata bercucuran
Mereka memang sengaja meninggalkan Miranda di dalam toilet dengan keadaan yang memalukan seperti itu. Mereka akan bisa menikmatinya melalui cam recorder mini yang di pasang tersembunyi di salah satu sudut toilet. Hingga suatu yang menyedihkan terjadi.
Seorang anak pergi ke toilet saat jam pelajaran, tepat dengan keadaan Miranda yang seperti itu. Ia adalah Dion, anak culun berkacamata tebal dan dengan langkah bungkuk. Ia sempat berpapasan dengan Rendy and the Gank.
“eh, lo mau kemana?” tanya mereka
“ggg..gue ma…mau ke toilet” ujarnya terbata
“wuuu, gue jitak juga kepala lo” ujar Mereka
“eeee, ampuuun” rengeknya
“awas, lo jangan sampai ikut campur urusan kita di toilet” kata mereka mencegah
“emmm memangnya kenapa?” tanya Dion
“udah lo liat sendiri, tapi kalo lo mau, sikat aja, hahaha” ujar mereka
Akhirnya Dion menuju kamar kecil dan memasuki toilet khusus laki laki. Ia terbelalak karena Miranda yang telanjang dan terikat berada di tempat itu dengan keadaan tidak terduga.
“haaaaaaa, ya tuhan” Dion kaget
“hah, Dion tolong lepasin gue, uhuhuhuhu” pinta Miranda sambil memalingkan muka karena malu
Dion hanya bisa melotot sambil menelan ludah karena kedua gunung kembar Miranda terlihat dengan jelas, namun vaginana masih tertutup karena Miranda menyilangkan salah satu kakinya untuk menutupinya.
“Dion, tolong cepat lepasin gue, uhuhuhu” rengeknya
Sedikit catatan, Dion sebenarnya adalah anak cupu yang mengidolakan Miranda. Ia sudah sejak lama mendambakan gadis pujaan hatinya itu sebagai pacarnya bahkan ia sempat berpikir bisa melakukan hubungan sex dengan Miranda.
Namun cintanya pupus di tengah jalan ketika ketua osis di sekolahnya pernah berjalan bareng dengannya. Kini harapannya akhirnya bisa terpenuhi karena gadis pujaanya sudah siap untuk ia nikmati secara langsung.
“Dion!, plissss lepasin gue” pinta Miranda
Lamunan Dion pun terhenti karena Miranda juga menjadi penyelamat anak anak cupu korban bullying Rendy dan berandalannya.
“Oh!, i…iya Mir, bentar gue mau pipis dulu” ujar Dion segera memasuki toilet karena ia tidak mungkin kencing di pisspot.
“buruan Dion!, ntar anak anak yang lain segera dateng” pinta Miranda
Saat membuang hajat kecil, pikiran Dion berkecamuk, terdapat perang batin di dalam dirinya.
Tiba tiba bayangan kecil dirinya berterbangan muncul di atas kepalanya.
“kimpoi aja tuh cewek, diakan udah jadi impian elo” kata Dion jahat dengan sayap iblis
“jangan Dion, bantu dia, Miranda itu pernah belain lo” ujar Dion baik dengan sayap malaikat
“bego!, kalo lo lepasin, lo bakal di gebukin ama berandalan itu” ujar si jahat
“enggak Dion, siapa tahu Miranda bakal jadi pacar lo, setelah lo tolongin” ujar si baik
‘berisik!” ujar Dion sendiri
Ia pun keluar toilet dan segera menghampiri Miranda.
“ayo Dion buruan!” ujar Miranda
Dion melihat kearah dasi atau borgol, dan ia memutuskan melepas dasi karena lebih mudah.
“bagus Dion mungkin kamu bisa jadi pahlawan penyelamat, dan menjadi pacar Miranda” ujar si baik
“heh, tolol, kalo lo lepasin lo gak bakal idup tenang di sekolah, lo bakal nyesel seumur idup, tapi anak anak itu udah bilang kalo lo boleh sikat nih cewek” ujar si Jahat
Perang batin masih berkecamuk saat Dion mulai menyentuh ikatan dasi di kiri Miranda akan tetapi payudara gadis itu kini berada tepat di samping wajahnya, dan ia mulai berubah pikiran.
“Dion kok berhenti cepet buruan!” suruh Miranda
“Mir, kalo gue lepasin lo mau gak jadi pacar gue” ujar Dion sambil menatap wajah Miranda
“hah!, udah deh Dion lo gak usah bercanda!, buruan” ujar Miranda
“gue serius Mir!, gue udah lama suka sama elo” ujar Dion dengan tatapan tajam
“Dion….plissss, gue….gak bisa putusin sekarang” ujar Miranda
“ayo Mir, cuman ini kesempatan gue, jawab!” Dion terus ngotot sambil memegang bahu Miranda
“aaaaaaaaaaaahh, Dion, kita gak mungkin jadian dengan cara kayak gini, mending lo lepasin gue sebagai seorang temen” ujar Miranda menjelaskan
“hah!, jadi gue cuman bisa jadi temen lo Mir?” Dion memperjelas
Miranda mengangguk sembari menundukkan wajahnya karena berada di situasi yang dilematis.
Mendengar jawaban itu perasaan Dion sangat hancur karena cintanya selama ini di tolak padahal dalam situasi yang sangat genting. Ia sempat berpikir meskipun ia mati cintanya tidak akan pernah terbalas. Saat itu lah sisi kegelapannya muncul, matanya yang penuh kepolosan tadi kini berubah menjadi seringai serta senyumannya berubah antara menertawakan nasib cintanya dengan senyum jahat.
“hehe, oke kalo gitu Mir, ngomong ngomong toket lo oke juga” ia mulai menggoda Miranda
“Dion, buruan lepasin gue!” suruh Miranda
Dion tidak menjawabnya dan hanya menatap tajam pada miranda dengan tatapan nafsu. Dion yang beberapa menit lalu adalah anak cupu kini menjadi seorang gentleman. Bagaikan koboy yang sudah menangkap bantengnya.
“Hiiiiiiiiiiiiiiiiihaaaaaaaaaa” bayangan koboy penulis
Dion langsung meremas kedua payudara Miranda karena telah dikuasai nafsunya.
“aaaaaaaaaaaaahh, Dioooooooon apa yang lo lakuiiiiiiiiiiiin”teriak Miranda
“huuuh, Miranda semakin lama gue semakin nafsu liat bodi lo” ujar Dion terus menikmati kelembutan payudara gadis pujaanya
“apa!, Dion jangan, uhuhuhuhu” Miranda menangis meratapi nasibnya
“tenang Miranda, sebelum kimpoi gue bakal eksploitasi tubuh lo, hahahaha” ujar Dion tertawa jahat
“Diiiooooooooon jangaaaaaaaaaaaaan!”teriak Miranda
Dion tidak mempedulikan lagi sisi baiknya, ia kini sudah sepenuhnya dikasai sisi jahat pada dirinya. Ia mulai menggelitiki salah satu puting susu Miranda dengan jari telunjuknya.
“mmmmmmmmhhhhh, Dion gue gak nyangka ternyata lo tuh cowok brengsek” ujar Miranda mencaci maki anak itu
“gue gak peduli lo mau ngomong apa!, yang penting gue bisa nikmatin tubuh lo, hahahaha” ujarnya dengan tertawa jahat kemenangan
Dion langsung memilin milin kedua puting susu Miranda sembari menikmati desahannya.
“mmmmmmmmmmhhhhhh,, uuuuuuuummhh, Dion cukup, mmmmmmmhh” desahnya Miranda
Miranda terangsang karena puting susunya dimainkan, kakinya di hentak hentakkan karena mengejang, bahkan ia sampai memejamkan mata dan menggelengkan kepala.
“ayo Miranda, teruskan desahan mu, hwahwahwahah” ujar Dion menikmati sambil memandangi wajah gadis itu dengan nafsu. Miranda yang wajahnya sangat memerah hanya bisa memalingkan muka karena Dion terus mendekatkan wajahnya dan memlintir putting susunya.
“cukup Dioooon hentikan, mmmmmmmmmmhhh” desahnya tanpa henti.
Kini Dion mulai menjulurkan lidahnya untuk menjilati puting susu Miranda, ia mulai dari yang kanan dan meremas yang kiri.
“sruuuuuuupp,, surrrrrpp, hhhhhummmmm nikmaaaaat” ujar Dion menikmati buah dada Miranda
“aaaaaaaaaahhhhhhh, Diooooonn aaaaaaaaaaaaaammmhhhh” desahnya
“sssssruuuuuuuuuppp sluuuuuuuuurrrrpppp” Dion tidak mempedulikan teriakan Miranda dan terus menghisap putting susunya
Setelah puas ia mulai mengincar bibir gadis itu.
“hehe,ayo sini manis” ujarnya sambil memegang dagu Miranda dan mengarahkan bibirnya ke sasaran
“ummmmmmmhhhhhhhhhh, mmmmhh” rintih Miranda
“cruuuuuuupp cruuuuuuuuupp” suara cumbuan mereka
“hmmmm, gimana ciuman gue, hhhmmmm” ujar Dion terus mencumbunya
“mmmmmmmhhh, mmmmmmmmmhhhhh” rintih Miranda
“cruuuuuuuuupp cruuuuuuuuuuuppp” suara cumbuan itu
Dion benar benar menikmatinya sampai sampai ia memainkan lidahnya untuk menikmati bibir gadis itu.
“haaaaaah, gue puas ayo kita lanjut” ujarnya sambil mulai melirik ke bagian bawah tubuh Miranda.
“Diooooonn,cukup uuuuhhh” ujar Miranda dengan nafas tersengal sengal
Miranda tahu gelagat Dion yang sepertinya mengincar vaginanya, ia lalu menyilangkan kedua kakinya untuk menutupi kemaluannya. Dion tak kehabisan akal dengan mengangkat salah satu kaki Miranda dan mencengkram betisnya.
“hwahahahaha, gue juga pengen nyicipin meki lo Mir” ujarnya bahagia
“jangaaaaaaan lepassiiiiiiiinn” teriak Miranda
Tanpa berfikir panjang jari jemari Dion mengosok bibir vagina Miranda.
“aaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmhhhh, aaaaaaaaaaaaahh” desah Miranda
“hehe, enak kan Miranda, meki lo juga basah nih” goda Dion
“enggak Diiiiiiiooooonn cukup aaaaaaaammmmmmmmmmhhhh” desah nya
Dion terus menggosokan kedua jarinya ke vagina hingga klitoris Miranda. Bahkan ia mulai menusuk nusuk lubang vaginanya dengan salah satu jariinya.
“aaaaaaaaaaaaaaaahh aaaaaaaaaaaaaaaaaahhh, Diiiiiioooooooooonn aaaaaaaaaaaaaah” desah Miranda
Miranda benar benar terangsang hebat hingga tangannya terus menggenggam dengan keadaan terikat. Gemericing gesekkan borgol dengan pipa pun sampai terdengar.
“wwiiiiihh, ayo Miranda keluarin cairan lo” goda Dion sambil terus menggosokkan kelima jari nya ke vagina Miranda
“aaaaaaaaaaaaaahhh, aaaaaaaaaaaaaaaaahh Diooon aaaaaaaaaaah” desahnya tanpa henti
Dion terus menggelitiki klitoris dan memasukkan jari jemarinya satu persatu kedalam vagina Miranda.
“aaaaaaaaaaaaaahh, Diiiiiiiiooooooooooonn cukuuuuuuuuupp,aaaaaaaaahh” desah Miranda
Cairan orgasme pun segera membanjiri telapak tangan Dion tanda bahwa Miranda sudah terangsang hebat. Iapun langsung duduk di tengah selangkangannya dan mulia menghisapi cairan itu.
“hhhhhhmmmmmmmmmmmm,, sruuuuuuuupp haaaaahh” suara hisapan itu
“aaaaaaaaaaaaahh aaaaaaaaaaaaaaahh aaaaaaaaaaaaaahh” desah Miranda. Setelah puas menikmati cairan orgasme itu Dion kembali berdiri. Sementara Miranda sudah kelelahan karena di rangsang anak itu.
“oke Mir gue lepasin kok” ujar Dion sembari meraih dasi yang terikat
Miranda tidak lagi merasa simpati pada anak itu walaupun sedang menolongnya, karena tubuhnya telah dieksploitasi olehnya. Kini ikatan tangan kirinya pun terbuka, namun bagaimana melepaskan borgolnya. Namun tidak seperti yang dipikirkan Dion melepas ikatan itu agar bisa menyetubuhi Miranda.
“oke Mir lo puter balik” suruh Dion
“hah!, lo mau apa!” tanyanya
“haha, ya mau entotin lo lah” ujar Dion jujur
“apa! enggak!” bentaknya
Apa daya Dion memutar sendiri tubuh Miranda sehingga Miranda menghadap pada pisspot dan berpegangan pada sisinya.
“Dioooooooon jangaaaaan uhuhuhuhuhu” Miranda mulai menangis
“haha, ini balesan karena lo sudah nolak cinta gue” ujar Dion
“enggaaaaaak Diiooooooon, gue gak bermaksud kayak gitu” Miranda membantah
“udah lo gak usah banyak alesan, bilang aja lo gak suka sama cowok cupu kayak gue!” Dion mempertegas
“Diiiiooooooooon uhuhuhuhu” pekinya
Penis Dion perlahan menyentuh bibir vaginanya, sedikit demi sedikit ujung penisnya memasuki liang peranakan Miranda.
“uuuuugghhhhh” suara dengungan Dion
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh, jangaaaaaaaaaann” teriak Miranda
“hahaha, mekikamu enak sekai Miranda hahaha” sanjung Dion
“uuuuugghhh” seuara nafas Dion
“aaaaaaaahh, Dion aaaaaaaahh” desah Miranda dengan air mata mengalir dipipinya
Dion terus menggesekkan batang kemaluanya di dalam vagina Miranda
“hehe seandainya lo mau jadi cewek gue gak gini jadinya” goda Dion
Miranda tak menanggapinya dan masih menangis dengan keadaan menungging di setubuhi Dion dari belakang. Setelah beberapa lama Dion mulai mempercepat gesekannya dan segera mengahiri persetubuhannya.
“crooooooottt” sperma menyembur di pinggul Miranda
Seketika Miranda langsung lepas dan duduk terseok bersandarkan tembok. Ia menangis menderu deru karena meratapi nasib yang ia alami. Tangan kirinya masih terborgol di pipa pisspot. Ia tidak bisa membayangkan bahwa semua anak laki -laki satu sekolah akan memperkosanya di toilet.
Beberapa saat Rendy dan kawan kawannya datang dan melepaskan borgol Miranda. Mereka lalu mengembalikan rok yang tadi mereka rampas. Saat meninggalkan toilet salah satu anak mengambil camrecorder mini yang sudah ia pasang.
“hehe, ini pasti seru” ujar anak itu
Usaha untuk mempermalukan Miranda pada hari itu sudah cukup, karena besok banyak hal yang akan menantinya.
Bersambung…




