Close Menu
Cerita SexCerita Sex
  • Warning!
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Kirim Cerita Sex
  • Join Telegram
  • Video Bokep
  • Foto Bugil
  • Jav Sub Indo
X (Twitter) WhatsApp Telegram
Cerita SexCerita Sex
  • Contact
  • Warning!
  • Privacy
  • Kirim Cerita
  • ThePornDude
  • Bokep
Cerita SexCerita Sex
Home»Cerita Sex Populer»Istri Muda Binal

Istri Muda Binal

Istri muda jalang
Share Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Hari-hari ke belakang banyak sekali kejadian-kejadian birahi yang membuat Sarina merasa tertantang dan merasa senang melakukannya. Mulai dari kejadian-kejadian bersama keponakannya Tejo, kemudian ke teman-temannya. Juga tadi malam, Tejo menyatakan perasaannya kepada Sarina.

“Akhir-akhir ini kenapa aku nakal banget sihh ughh..” batin Sarina.

“Sikap kamu ini apa sih Sar??”

“Udah macam wanita murahan aja!”

“Tapi kamu emang nakal sih!”

“Doyan kon…..”

“Upps ngomong apaan sih kamu Sarina!!”

Iya selain pria-pria yang sudah memadu birahi bersamanya, lagi-lagi Sarina tergoda oleh batang-batang baru yang dilihatnya.

“Luki sama Tejo gede ya..” tiba-tiba kalimat itu terucap dari mulut Sarina.

Aaaahh…

“Gak boleh mikir aneh-aneh ah.”

“Semalem Tejo itu ngigo atau beneran ya, bilang sayang sama aku?”

“Hmm.. sepertinya aku harus menasihati Tejo.”

“Lama-lama karna kelakukan ku ini bisa membahaya rumah tanggaku.” ujar Sarina dalam hati.

“Semoga tidak ada kejadian yang lebih dari kemarin deh, jangan sampe!”

Semoga…

***

Hari-hari Selanjutnya.

Hari ini Sarina memilih untuk bermalas-malasan. Seharian hanya rebahan, nonton Tv, dan mengurus anaknya. Tejo pun sedang tak ada dirumah, dia mengatakan akan pulang telat dikarenakan ia ada rapat panitia untuk kegiatan suatu acara.

“Permisi Tante Sarina” terdengar suara orang dari luar rumah.
“Eh siapa itu?” terkejut Sarina saat sedang menikmati kesantaiannya.

Sarina pun menuju kedepan rumah dan begitu kagetnya karna yang datang adalah Luki seorang diri. Sarina berpikir ada apa ini anak mesum datang seorang diri kesini?

“Iya, masuk aja Luki” kataku kepada Luki dari balik pagar rumah.

Kemudian Luki masuk ke rumahku dengan membawa sebuah tas ransel.

“Sini duduk aja” kataku mengajak dia duduk di ruang keluarga.

Kami pun duduk berhadapan diatas karpet.

“Ada apa Luki kamu sendirian kesini? Hayo mau ngapain?” tanya Sarina dengan senyuman semanis mungkin.

“Gini Tan aku pengen minta diajarin sesuatu sama Tante Sarina, ada beberapa yang aku gak bisa, karna itu aku mau minta tolong sama Tante Sarina. Dan apalagi kalau diajarin sama Tante Sarina akan bagus pasti hasilnya!” ujar Luki percaya diri.

Sarina merasa kaget dan tersanjung, malah berpikir ini mungkin hanyalah akal-akalan Luki, supaya dia bisa menggoda Sarina, agar mengulang kejadian beberapa hari lalu, atau berusaha untuk mendapatkan lebih dari itu. Mengingat Luki yang paling menang banyak kemarin, dia mencicipi “Susu” Sarina dua kali.

Ya tapi bagi Sarina dia senang-senang saja kalau memang ia dapat membantu Luki menjadi lebih baik.

“Yasudah, Tante Sarina akan bantuin Luki, jadi Luki ga usah malu-malu ya kalo mau bertanya.” kataku sambil tersenyum.

“Iya Tante!” jawab Luki.

“Tapi awas ya kalau Luki sampe macem-macem. Tante gak mau ngajarin!” ujar Sarina lagi.

“Iya Tante Sarina yang baik hatii!!” jawab Luki dengan antusias.

“Oya tapi gak ganggu Tante Sarina ngejagain Doni kan?” tanya Luki lagi.

“Oh engga kok, Doni lagi tidur kok. Emang kamu mau belajar apa Luk sama Tante?”

“Ini Tante..” Ucap Luki sambil malu-malu dan ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

“Bahasa Inggris.”

Sarina tertawa mendengarnya.

***

Sarina pun memulai les privat ini, tapi selama Sarina mengajar, Luki seperti tidak fokus dengan pelajaran. Matanya memang melihat buku yang dibawanya, tapi selalu ada aja kesempatan mencuri-curi pandang ke arah dada Sarina ini.

“Ahh sudah kuduga kan, pasti ada maksud sesuatu. Godain ahh..” ujar Sarina dalam hati.

“Gimana? Kamu ngerti ngga sama apa yang Tante jelasin ke kamu?” tanya Sarina menyadarkan lamunan dia.

“Eehh… iya.. ngerti kok Tante.” jawabnya gugup.

“Hayo katanya mau diajarin sama Tante! Kok gak konsen sih?” ujar Sarina.

Lucu juga bagi Sarina melihat ekspresi seorang Luki bisa seperti itu. Tapi dia memang lebih tua beberapa tahun dari Tejo. Yang ku tahu, kita seumur dia ini lah masa-masa hasrat seorang anak laki–laki akan lebih tinggi-tingginya daripada masa pubernya dulu.

Jadi kuanggap wajar apabila dia semakin sangat tertarik melihat lawan jenisnya. Tapi entah kenapa kemudian rasa ekshibionis ku merasa semakin tertantang.

“Ughh nakal banget sih kamu Sarinahhh..” pikirnya.

“Aaahh capek juga ya Luk” kata Sarina sambil menguap dan mengangkat kedua tangannya.

Dada Sarina pun sengaja di majukan sedikit, lalu melihat ekspresinya. Matanya melihat payudara Sarina dengan tatapan tajam seolah matanya dapat menembus daster yang Sarina kenakan, tapi entah kenapa Sarina menyukai tatapan itu.

“Ngomong-ngomong kamu haus ga Luk? Kamu mau minum apa?” tanya Sarina sambil kedua tanganku mengapit ke bawah seolah menjepit kedua payudara Sarina agar terlihat lebih besar.

“Mau Minum teh atau susu?” tanya Sarina sambil tersenyum menggoda Luki.

“Eh.. su.. susu Tante Sarina” jawab Sarina dengan ekspresi gugup sambil terbata-bata.

“Sebentar ya Tante buatin susu dulu di dapur. Kamu lanjutkan jawab soal yang tadi ya!” jawab Sarina sambil bangun lalu pergi ke dapur.

Sarina mulai membuatkan segalas susu putih untuk Luki di dapur. Kemudian aku iseng mengintip Luki dari dapur apakah anak itu mengerjakan tugas? Dan ternyata apa yang kulihat sungguh tak dapat dipercaya, Luki sedang mengocok penisnya sendiri!!

***

Ini semua memang rencana Luki untuk datang ke rumah Tante Sarina sendirian. Selain dia tahu hari ini Tejo tidak akan pulan cepat ke rumahnya, sebisa mungkin Luki ingin sekali menemui Tante Sarina.

Baginya, Tante Sarina adalah suatu obsesi kenikmatan yang ingin dia kejar. Dari awal pertemuannya dengan Tante Sarina, sampai akhirnya acara minum susu bersama, Luki sudah membulatkan tekadnya untuk bisa memiliki sebagain diri Tante Sarina.

Dan sekarang saat Tante Sarina sudah menuju, Luki langsung mengarahkan tangannya kebawah. Pelan-pelan Luki membuka resleting celananya. Ia mengeluarkan “perkakas” pribadinya yang selalu dia banggakan. Memang bentuknya cukup besar dan panjang. Yang bisa memberikan kenikmatan dan kepuasan bagi betina yang beruntung.

“Gw bener-bener gak tahan sama tubuhnya Tante Sarina. Ah gila pengen gw perkosa aja rasanya Tante Sarina, mumpung gak ada Tejo.” ucap Luki dalam hati.

“Aaagrhh kenapa sih Tante Sarina bukan Tanteku. Gw harus dapetin kesempatan pokoknya hari ini!!”
ujar Luki lagi dalam hati.

***

Terlihat Luki sedang duduk mengocok penis hitam yang sudah ia keluarkan dari celananya. Melihat hal tersebut Sarina pun menjadi salah tingkah, di satu sisi hasrat seksual Sarina naik melihat kejadian tersebut.

“Apakah ini karena perbuatanku tadi menggoda Luki?” pikir Sarina dalam hati.

Kemudian Sarina pun kembali ke Ruang keluarga sambil membawa segelas susu, Luki yang melihat kedatanganku buru-buru menghentikan aktivitasnya sambil memasukkan penisnya ke dalam celana.

“Sudah selesai jawab soal yang tadi?”tanya Sarina seolah tak mengetahui apa-apa.

“Be.. belum Tante” jawab Luki salah tingkah.

Sarina melihat tonjolan besar menggelembung dari balik celananya.

“Ini susunya, diminum ya.” sambil Sarina taruh segelas susu putih di atas meja.

Tak lama kemudian Luki meminum segalas susu yang ku buat sambil matanya melirik ke arah dadaku.

“Hayoo kamu ngeliat apa?” tanya Sarina dengan senyum menggoda.

Luki pun langsung tersedak mendengar pertanyaan Sarina hingga membuat sebagian baju dan celananya basah. Melihat kejadian itu Sarina pun tak kuasa menahan tawa, lucu sekali melihat tingkah laku Luki.

“Hahaha yaampuun Luki kamu kenapa sihhh dari tadi?” tanya Sarina sambil tertawa.

“Itu tadi aku keinget susu asi Tante Sarina kemarin.” jawab Luki sambil tertunduk malu.

Sarina semakin tertawa lepas mendengar jawaban Luki.

“Bodo amat, gw kangen dadanya Tante Sarina itu!” ujar Luki dalam hati.

“Luki Luki… Pantesan aja, daritadi kamu melihat ke arah dada Tante iya kan?” tanya Sarina sambil tersenyum.

“Shit ketauan, oh biarlah!” kata Luki dalam hati.

Luki pun terdiam dan tak berani menatap mataku.

“Emangnya kamu mau nyusu sama Tante lagi? Sampe kamu ga konsentrasi belajar gitu?” tanya Sarina halus.

“Ee.. loh mancing banget ini Tante Sarina… Gas aja lah..” kata Luki dalam hati..

“Ma.. mau Tante..” jawab Luki gugup.

“Jadi mau ini lagi ya?” sambil kedua tangan Sarina menyentuh kedua payudaranya.

Glekk!!

“Bener-bener deh nih yak! Nakal banget Tante Sarina, duh Tejo beruntung banget lo bangsat!” batin Luki.

“I.. iya Tante..“ jawab Luki semakin gugup.

“Kamu gak suka ya sama dada Tante?” tanya Sarina cemberut menggoda.

“Su.. suka kok Tante..” jawab Luki terbata-bata.

“Kalo kamu suka, boleh kok pegang dada Tante ini” tanpa sadar Sarina menawarkan Luki untuk memegang payudaranya, entah apa yang sedang dipikirkan Sarina. Ngocoks.com

Mungkin karena hasrat seksual selalu tinggi, maka Sarina yang selalu horny akan perbuatan menggodanya.

“Hah?!”

Mimik wajah Luki yang terheran. Luki jadi bertanya-tanya apa bener ini Tante Sarina dengan sengaja menawarkan untuk memegang dadanya itu? Luki tidak ragu lagi, dia merasa beruntung. Luki semakin yakin dia mampu mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar yang ditawarkan oleh Tante Sarina.

“Ehh boleh nih Tante?” tanya Luki seolah tak percaya apa yang baru saja ia dengar.

“Iya boleh!! Kemarin kan kamu gak Tante kasih. Sekarang cuma hari ini aja loh kesempatannya.” ujar Sarina.

Luki semakin tak percaya dengan apa yang didengarny, ia hanya bisa menelan ludah.

“Dan juga kamu udah ga konsentrasi belajarnya…. Sini duduk disamping Tante.” kata Sarina tersenyum.

Ya Sarina telah memantapkan hatinya untuk memberikan sedikit pelayanan kepada Luki. Sejujurnya birahi Sarina sedikit naik, semenjak ia melihat kontol Luki. Sarina terpesona akan bentuknya, ia berkeinginan untuk bisa melihat kontol Luki lebih dekat.

“Sejauh apa ya aku bisa menggoda Luki? Dan membiarkan Luki menjamahku?” batin Sarina, sambil ia tersenyum memandang Luki.

Luki tak akan mensia-siakan kesempatan ini. “Mumpung gak ada Tejo, gw harus puas-puasin” pikirnya.

Kemudian Luki berpindah posisi duduk disamping Sarina, Sarina pegang tangan kanan Luki lalu mengarahkan tangannya untuk menyentuh Dada kiri yang masih tertutup daster dengan lembut.

“Gimana dada Tante? Luki suka?” tanya Sarina sambil tersenyum.

“I.. iya Tante.. “ jawab Luki lucu dan semakin gugup dengan muka yang merah padam.

“Kalo kamu suka boleh kok kamu perah “Susu” Tante ini.” kata Sarina kepada Luki sambil tangannya mulai membantu tangan Luki meremas dadanya.

Perlahan tapi pasti tangan Luki mulai meremas payudara Sarina dengan lembut, tangan kirinya pun mulai meremas payudara kanan Sarina. Kini kedua payudara Sarina sedang diremas gemas oleh Luki. Kontras sekali warna kulit hitam Luki dengan kulit Sarina yang putih.

“Dada tante Sarina lembut banget, Luki suka” ucap Luki memujiku.

Remasan Luki pada dada Sarina mulai agak kencang,.

“Ahh rasanya enak sekali! Aku memang suka dadaku dijamah seperti ini.” ucap Sarina dalam hati.

Kemudian cengkraman Luki semakin kuat, remasannya pada kedua dada Sarina juga semakin kencang seolah telapak tangannya ingin menyentuh semua bagian dada Sarina.

“Ahhh.. Luki..pelan-pelan aja!“ kata Sarina menahan gejolak nafsu.

Sementara Luki sudah terfokus ke memberikan kenikmatan pada dada Sarina.

“Luk.. pelan pelan dong remasnya.” kata Sarina kepada Luki.

Karena makin lama remasannya semakin kencang membuat dada Sarina sedikit sakit. Tapi Luki tetap saja tidak mendengarkan dan terus meremas.

“Luk.. ahh.. jangan keras-keras remasnya susu Tante sakit niih!” kata Sarina lagi sambil memegang pundaknya.

“Ehh iyaa Tante.. Maaf ya.. habis dada Tante gede dan empuk banget hehe.. Luki belum pernah remas dada seindah punya Tante, jadi maaf ya Tante..” jawabnya cengengesan.

“Iyaa tapi jangan keras-keras dong remasnya, Tante gak kemana-mana kok..“ jawab Sarina

“Iyadeh hehe..” jawabnya singkat.

Kemudian Luki mulai meremas lagi dada Sarina perlahan. Ramasan Luki membuat Sarina geli sekaligus nikmat, libido Sarina semakin tinggi. Luki pun juga sama, dia semakin bernafsu terhadap Tante temannya ini. Ia ingin mendapatkan kepuasan yang semakin lebih dari Tante Sarina.

“Habis ini kamu belajar yang serius ya Luk? Katanya mau diajarin? Tante gak mau kamu ga konsentrasi lagi seperti tadi.” tanya Sarina.

“Iya Tante.” jawab Luki singkat tanpa menatap Sarina dan hanya fokus memainkan kedua dadanya.

“Sebenernya lo Tan, yang mau gw ajarinnn..” batin Luki.

Sudah lebih 15 menit Luki meremas dada Sarina tanpa bosan, kadang dada Sarina diremas kuat-kuat lalu diremas dengan lembut. Sementara Sarina hanya bisa mengigit bibir menahan desahan nafsu yang keluar.

“Ehm… sudah dong Luk, ayo kita belajar lagi ahh.. ” kata Sarina menahan birahi.

“Sebentar Tante.. Sebentar lagi..” jawab Luki tidak memperdulikan Sarina.

Tangannya semakin nakal, dia mulai berani mencubit dada Sarina dengan gemas, terkadang dia menghimpit kanan dan kiri dada.

“Hmmm… Dada Tante Sarina wangi bangettt!! Empuk bangettt!! Luki suka dada Tante Sarina!!” kata Luki sambil membenamkan kepalanya di antara kedua dada Sarina.

Sarina hanya bisa mengelus kepala Luki yang sedang asyik menggesek-gesekan diantara dadanya. Kemudian mata Sarina melihat tonjolan besar dibalik celananya. Sudah ereksi rupanya. Tonjolan yang cukup besar itu sangat menundang Sarina untuk memegangnya.

Tanpa ragu Sarina pegang tonjolan itu.

“Ehh… Tante?” tanya Luki kaget menghentikan kegiatannya.

Sarina yang memang mulai terangsang akibat remas-remasan Luki di dadanya pun, membuat dirinya sedikit kehilangan akal sehatnya. Saat ia melihat tonjolan besar di celana Luki, dia seakan terhipnotis untuk langsung memegangnya.

“Tante tau kok kamu sudah ngaceng kan dari tadi melihat Tante? Coba sini Tante mau liat ‘perkakas’ kamu kaya gimana.” kata Sarina mulai membuka celananya.

Luki menatap tak percaya kepada Tante temannya itu. Luki dapat melihat jelas, bahwa Tante Sarina sudah terlihat naik birahinya. Wajahnya menggambarkan jelas, kalau Tante Sarina sedang dalam birahi. Luki sadar ini kesempatan emas.

Luki tersenyum mesum dan kemudian ia dekatkan kepalanya kearah Tante Sarina. Luki menoleh kearah Tante Sarina sambil berbisik, “Luki gak nanggung ya kalau Tante Sarina suka.. Apalagi ketagihan..” jawab Luki sambil tersenyum mesum.

“Sudah gapapa, coba Tante mau lihat!!” kata Sarina yang semakin meninggi birahinya.

Kemudian Sarina mulai membuka celana dan CD nya. Sarina terkejut melihat dari dekat dengan jelas penis hitam yang sudah tegak berdiri karena ukurannya sama dengan ukuran Anton selingkuhanku.

“Bagaimana bisa dia memiliki kontol sebesar ini?” tanya Sarina dalam hati.

Lalu Sarina pegang penis hitam yang sudah berdiri ini, terlihat cairan putih mulai membasahi kepala penis, perlahan Sarina kocok penis hitam Luki dengan lembut. Luki tersenyum puas melihat Tante Sarina memegang kejantannya.

“Gak perlu gw godain atau pancing-pancing. Malah Tante Sarina duluan yang memulai…” batin Luki.

Luki melihat jelas bagaimana tangan putih mulus Sarina perlahan memegang kejantanannya. Sangat lembut rasanya tangan Tante Sarina itu.

“Ahhh Tante Sarina..“ lenguh Luki.

“Enak ya Luk?” tanya Sarina sambil tersenyum.

“Ahh enak bangett Tante! Jago bangettt kocokan Tante!” lenguh Luki.

Kemudian Luki melanjutkan meremas dada Sarina yang masih tertutup daster. Perlahan tapi pasti Sarina percepat kocokan pada penis Luki yang sudah basah dengan cairannya.

“Ahh Tante Sarina..” lenguh Luki.

Sarina seperti mendapat mainan baru, kedua tangannya sudah mengocok penis Luki. Terus dikocok penis Luki dengan intensitas cepat. Sudah 5 menit Sarina mengocok penis Luki dengan kedua tangannya tapi herannya Luki tidak ada tanda-tanda ingin keluar.

“Ahh kuat juga stamina anak ini! Mungkin jika suamiku yang ada di posisi Luki pasti sudah mencapai orgasme.” pikir Sarina. Ngocoks.com

“Ahh Tante, terus Tante…“ kata Luki menyuruh Sarina melanjutkan mengocok penisnya.

Nafas Sarina pun semakin berat, ia mulai dilanda birahi. Saat ini batang besar yang sedang dikocoknya, sangatlah mencuri perhatiannya. Sakin fokusnya, Sarina tidak sadar bahwa Luki mendekatkan wajahnya ke batang itu.

Luki mendekatkan wajahnya ke batang itu.

“Tante juga udah gak tahan kan? Luki bilang apa! Tante bakalan suka! Sekarang isep kontol aku!” perintah Luki.

Mendengar ucapan itu Sarina pun kaget. Seakan terhipnotis dengan penis besar Luki yang ada di hadapannya, terlebih lagi Luki menggunakan kata ‘kontol’ yang menurut Sarina itu kasar sekali, namun semakinmenaikan birahinya. Sarina pun sempat ragu ketika harus menjilat penis orang lain lagi selain suaminya dan Anton.

Apalagi yang dihadapannya sekarang adalah Luki, teman keponakannya.

“Tak apalah, toh hanya ‘sekali’ ini aja, menuntaskan birahi. Agar kita bisa kembali fokus belajar.” batin Sarina.

Sarina mendekatkan bibirnya kebatang itu.

Pertama Sarina cium kepala penisnya, perlahan dijilati lubang kencingnya terus ke bawah batangnya pun dikocok sambil dijilat. Kemudian dikulum penisnya mulai dari atas.

“Akhirnya gw buat Tante Cantik ini nyepong kontol gw! Lihat Tejo!! Lihat Tante binal lo ini gw apain!!!”
ujar Luki dalam hatinya.

Terlihat kepuasan pada wajah Luki. Bagaimana tidak, wanita cantik yang dia idam-idamkan bersama teman-temannya dan Tejo, saat ini sedang bersimpuh akan mengisap kejantanan miliknya. Dia semakin bangga akan perlakuannya bersama Tante Sarina saat ini.

Dia semakin yakin, ini akan menjadi awal sebuah jalan baru untuk Luki mendapatkan hal yang makin lebih dari Tante Sarina.

Kembali ke Sarina yang sedang berusaha memasukan kontol besar dan panjang Luki ini. Dalam hatinya Sarina menaruh kagum kepada Luki. Bagaimana mungkin Luki bisa memiliki kenjantanan seperti ini?

Bisa-bisa Sarina akan sering menggoda Luki untuk bisa mencicipi kejantanannya Luki lagi.

“Lagi..?” pikir Sarina.

Ssslllrruppp..

“Ahh rasanya lebih asin dari milik suamiku. Baunya pun lebih menyengat seperti ada bau pesing.. Tapi justru membuat libido ku semakin naik!” ucap Sarina dalam hati.

“Ahhh enak Tante teruss hisap kontol aku!!!” kata Luki.

Tiba-tiba tangannya memegang kepala Sarina, ditahannya kepalanya supaya terus mengulum penisnya.

Ssslllrruppp.. Ssslllrruppp..

Bunyi suara jilatan Sarina.

“Ahh enak banget, Tante Sarina makin cantik kalau lagi ngisep kontol gini..” puji Luki,

Sementara tangannya makin menekan kepala Sarina agar lebih dalam lagi menghisap penisnya.

Ssslllrruppp..

“Ahh.. Luk..”

Ssslllrruppp..

“Aahh..” bunyi suara mulut Sarina beradu dengan penisnya.

“Ahh Aku seperti sudah lupa statusku sebagai istri dan seorang ibu, bahkan tante, dengan nakalnya menghisap penis teman keponakanku sendiri!” ujar Sarina dalam hati.

“Aahh Tante Sarina… Luki mau keluar..” lenguh Luki.

Ssslllrruppp..

Mmmm..

“Ahh… keluarin aja Luk..” kata Sarina.

Ssslllrruppp..

“Ahh… Tan… Luki keluaar..” erangnya semakin kuat.

Kemudian buru-buru Sarina lepas penisnya dari mulutnya, dan….

Aaahhh….

Crooottt.. croootttt.. crootttt… crooott… crooott…..

Luki orgasme mengeluarkan cairan kental sebanyak 5x di wajah Sarina, cairan spermanya belepotan kemana-mana, rambut dan daster pun tak luput dari cairan putihnya..

Bahkan sebagian spermanya masuk ke mulut Sarina..

“Ahh.. aku telan sebagian sperma itu!!”

“Rasanya asin dan gurih, cairan putihnya lebih kental dari milik suamiku dan Anton! Bisa-bisa ketagihan aku ini!! Duh gawat!!” kata Sarina dalam hati.

“Ahh.. maaf Tante..“ kata Luki terengah-engah.

“Gapapa kok Luk..” jawab Sarina singkat.

“Tante Sarina manis, cantik banget” puji Luki sambil melihat wajah Sarina belepotan spermanya.

Aku pun diam saja, kemudian ku ambil tisu di atas meja lalu ku bereskan semua sperma Luki yang berceceran di seluruh wajahku, daster dan beberapa di karpet. Ngocoks.com

“Yaudah belajar lagi yuk! Tujuan kamu kesini buat belajar kan? Atau emang sengaja berharap dapat lebih dari Tante?” kata Sarina kepada Luki yang masih terdiam sehabis orgasme.

“Hehe..” jawab Luki cengengesan.

Kemudian Luki membersihkan penisnya dan kembali merapihkan diri mereka masing-masing seolah-olah tak terjadi apa-apa. Tak terasa sudah sekarang sudah jam 4 Sore. Kemudian terdengar seseorang masuk ke dalam rumahku dan kulihat ternyata Tejo baru pulang, kulihat dia sedang melepas sepatunya.

“Tejo ya Tante?” tanya Luki.

“Iya, Luk.. Luki… janji ya, yang kita lakukan tadi jangan sampai bocor!”

Sarina sama sekali tak ingin Tejo mengetahui kejadian barusan, di dalam hati kecilnya ia takut menyakit perasaan Tejo, kalau dia tahu apa yang dilakukan temannya terhadap Tantenya yang disayang olehnya ini.

“Kalau sampe Tejo tau kita ngapain, maupun temen-temen kamu yang kemarin kesini, Tante gak akan kasih kalian main kesini lagi!” tegas Sarina kepada Luki.

“Beres Tante Sarina! Asal Luki dapet jatah ‘Susu’ Tante lagi ya!” jawab Luki sambil tersenyum penuh kemenangan.

“Dasar ya kamu tuh bener-bener dikasih hati minta jantung! Boleh aja, asal kalau situasi memungkinkan ya.” balas Sarina tersenyum mesum.

Tak bisa dipungkiri, kenakalannya dengan Luki benar-benar membangkitkan sisi liar terbarunya. Entah kenapa dia jadi membayangkan apa jadinya kalau ada kesempatan berdua lebih lama dengan Luki. Namun bagaimana dengan Tejo?

Tak lama kemudian..

“Tante.. Tejo pulang Tante” kata Tejo.

“Eh Tejo… Gimana tadi kegiatannya?” basa basi Sarina kepada Tejo.

“Wah seru banget Tante, banyak diskusi seru untuk acara yang akan dibikin nanti.” senyum Tejo.

Namun Tejo kaget ketika dia melihat ada Luki seorang diri didalam ruang tamu.

“Ngapain dia kemari? Apa udah lama? Jangan-jangan tadi selama aku gak ada, dia berduaan dong dengan Tante Sarina? Eh kok itu ada sesuatu ya diwajah Tante?” ujar Tejo dalam hati.

“Kok ada Luki disini?” tanya Tejo.

“Hmm..apa itu Tante? Di wajah Tante apa cairan putih tuh di atas bibir..” tanya Tejo lagi.

DEGG..

Jantung Sarina pun hampir copot..

Ternyata masih ada sisa sperma Luki yang tersisa di wajah Sarina, buru-buru diusap dengan jari lalu Sarina jilat sperma itu. Slrrupp..

“Ohh.. i.. ini..”

“Ini tadi Tante abis minum sisaan susunya Doni…” jawab Sarina gugup.

Tejo tidak curiga dengan sikap Sarina, dia merasa tumben-tumbenan Tante Sarina melakukan hal itu.

“Itu ngapain Luki kesini? Sendirian lagi?” tanya Tejo.

“Oh iya tau nih Luki! Tadi tiba-tiba dateng minta diajarin belajar”, jawab Sarina.

“Tau lo bro nethink banget sih sama temen sendiri, lo gak sedih apa kalau sohib lo ini gak bisa bahasa Inggris?” canda Luki.

“Iye iye, tapi ya curiga aja gw sama lo, kan lo mesum banget jadi orang! Lagian bukan urusan gw juga kalo lo gak bisa bahasa Inggris!” ketus Tejo, dia menampakkan ketidaksukaannya kehadiran Luki seorang diri di rumahnya.

“Duh Tejo, kalau kamu tadi pulang lebih cepat gak kebayang sih Tante,” ujar Sarina dalam hati.

“Yaudah ya Tante, Luki pamit, makasih banget loh udah diajarin, apalagi asupan bergizi supaya Luki lebih pintar.. Hehehe…” ujar Luki cengengesan.

Luki hampir membuat Sarina shock, “Ini anak bener-bener deh ahhh!!! Emang apa sih asupannya??”

“Sana balik, ntar dicariin emak lo.” kata Sarina.

Tejo hanya bisa diam dan berpikir penuh tanda tanya. Apa yang sebenarnya terjadi saat dia pergi meninggalkan Tante Sarina sendirian di rumah?

“Tante, Luki bakalan kangen sama susu buatan Tante.” bisik Luki saat dia akan keluar rumahku.

“Wooo,, Maunya!!” jawab Sarina.
“Hehe” jawab Luki singkat.

Setelah aku mengatarkan Luki keluar dan menutup pintu, Tejo mulai melontarkan banyak pertanyaan, “Tante gak diapa-apainkan sama Luki?” tanya Tejo penuh dengan khawatir dan ingin tahu.

“Engga kok, kamu ini maunya Tante dimesumin mulu ya??” Mana mungkin Sarina mengatakan yang sebenarnya terjadi kepada Tejo.

“Udah ah Tante mau ke kamar mau rebahan”.
“Tejo jangan lupa bersihin rumah ya.” sambil Sarina berjalan menuju kamarnya.

***

Karena libido yang masih tinggi semenjak kejadian tadi siang bersama Luki, malamnya sebelum tidur Sarina membayangkan kejadian aktifitasnya bersama Luki. Menghisap penisnya yang berwarna hitam besar sementara Luki meremas payudara Sarina yang berukuran 36b ini.

Tak terasa vagina Sarina sudah basah…

“Gimana kalau aku ingin cari kesempatan lagi dengan Luki ya?”

”Duh Sarina kamu mikir apa sih?”

“Masa mau bermain api dengan teman keponakan sendiri.”

“Udah gila lo ya?” ujar Sarina.

“Hmmm tapi apa gw yakin ya buat bisa gak dientot Luki?”

“Tapi kontolnya itu…….”

“Bikin nagih…”

Lalu Sarina memejamkan mata kemudian tertidur.

Entah apa yang akan terjadi selanjutnya antara Sarina dan Luki. Yang jelas Luki sudah akan merencanakan aksi selanjutnya. Luki merasa Tante Sarina sudah memberikan sinyal lampu hijau kepada Luki untuk beraksi lebih.

“Lihat saja Tante Sarina, aku pasti bisa ngentot denganmu!” ucap Luki.

Babak baru Sarina dan Luki akan dimulai.

Lalu bagaimana dengan Tejo?

Bersambung…

1 2 3 4 5 6
Berlanjut Bersambung Cantik Gangbang Ibu Muda Istri Orang Kenangan Kenikmatan Mesum Ngentot Petualangan Rame Rame Selingkuh Tergila Ternikmat Tetangga Threesome Umum
Share. Twitter Telegram WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleAnak Lurah
Next Article Embun Birahi
ceritasex

    Ngocoks adalah situs dewasa yang berisi kumpulan cerita sex tergres yang di update setiap hari. Jangan lupa bookmark situs ini biar tidak ketinggalan cerita dewasa lainnya, -terima kasih.

    Related Post

    9.8

    Janda Muda

    9.6

    Dampak Suami Loyo

    9.6

    Embun Birahi

    9.7

    Anak Lurah

    9.8

    Ustadzah Alisha

    9.7

    Kopi Ginseng

    Follow Facebook

    Recent Post

    Janda Muda

    Dampak Suami Loyo

    Embun Birahi

    Istri Muda Binal

    Anak Lurah

    Ustadzah Alisha

    Kopi Ginseng

    Hasrat yang Tak Tertahankan

    Siasat Paras Elok

    Manajer Perusahaan Multinasional

    Kategori

    Terekspos

    Ngocoks.com adalah situs dewasa berisi kumpulan cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot dengan berbagai kategori seperti perselingkuhan, perkosaan, sedarah, abg, tante, janda dan masih banyak lainnya yang dikemas dengan rapi dan menarik.

     

    ✓ Update Cerita Sex Setiap Hari
    ✓ Cerita Sex Berbagai Kategori
    ✓ 100% Kualitas Cerita Premium
    ✓ Semua Konten Gratis dengan Kualitas Terbaik
    ✓ Semua Konten Yang Diupload Dipilih & Hanya Update Konten Berkualitas

     

    Cara Akses Situs Ngocoks

    Akses menggunakan VPN atau kamu bisa juga akses situs Ngocoks ini tanpa VPN yang beralamat ngocoks.com kalau susah diingat, Silahkan kamu buka saja Google.com.sg Lalu ketikan tulisan ini ngocoks.com, terus klik halaman/link paling atas situs NGOCOKS no 1 di Google. Selamat Membaca!


     

    Indonesian Porn Fetish Sites | Indonesian Porn List | Ulasan Bokep Indonesia

    © 2026 Ngocoks - Support by Google Inc.
    • Warning!
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Kirim Cerita Sex
    • Channel Telegram

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.