Pagi hari sekali. Reina sudah bangun dan memasak untuk mereka berenam
Reina hari ini memasak ayam goreng, sayur asam dan sambal
“Good morning Reina cantik” Ucap dareen
“Pagi darren” Ucap Reina
“Kamu yang masak ini” Ucap Ivan
“Iya silahkan dimakan. Maaf seadanya” Ucap Reina
“Ah gue laper banget” Ucap Tasya
“Jelas laper teriak teriak juga butuh tenaga” Sindir Reina
“Ah sorry Reina sayangku gabisa gak tahan” Ucap Tasya
“Ah gak mau denger diem gak sya” Ucap Reina
“Udah sayang Reina pasti paham kok” Ucap dani
“Udah makan diem” Ucap Reina
Akhirnya mereka berenam makan tanpa bicara
“Ah masakannya enak banget apalagi sambalnya” Batin Ardian
“Ah kenyang banget gue enak banget Reina masakan loe. Thank you” Ucap Ivan
“Sama sama bang” Ucap Reina
Pagi ini mereka berenam akan main ke pantai Kuta. Seharian mereka main ke pantai Kuta sore ini kembali ke vila
Dan kini malamnya mereka mengadakan bbq dan minum alkohol
Reina akan keluar membeli daging dan alat alatnya
“Rein jadi berangkat sekarang. Perutku sakit banget dianter Ardian aja ya” Ucap darren
“Reina sendiri aja bang” Ucap Reina
“Saya antar” Ucap Ardian
Kini hanya berdua Reina dan Ardian didalam mobil. Reina bingung akan ngobrol apa pasalnya Ardian jarang bicara berbeda jika Reina sering ngobrol dengan darren dan Ivan
“Ini kita kemana” Ucap Ardian
“Supermarket depan kiri jalan” Ucap Reina
Ardian hanya mengantuk
Mereka berdua sudah sampai di supermarket Ardian membawa troli Reina di depan mengambil daging dan bumbu bumbu. Jika orang melihat mereka berdua seperti sepasang suami istri yang sedang berbelanja bersama
“Sepertinya sudah cukup” Ucap Reina
Ardian hanya mengantuk
“Cantik” Batin Ardian melihat Reina.
Reina memasak daging dibantu Ivan dareen sedang sakit perutnya
Reina inisiatif membuat jahe hangat untuk daren
“Bang ini untuk abang biar perutnya reda sakitnya” Ucap Reina
“Ah cantikku perhatian banget. Makasih” Ucap darren
“Jangan loe goda loh bang sahabat gue anak baik baik” Ucap Tasya
“Yaelah elo sya. Gue udah anggap dia adek gue sendiri” Ucap darren kesel
Sudah malam sekali Reina belum ngantuk. Reina pun menuju ke kolam renang. Disana terlihat Ardian sedang duduk disana dengan laptopnya
“Belum tidur” Ucap Reina
“Belum” Ucap Ardian
Reina hanya mengangguk dan pergi ke dapur membuat 2 gelas jahe hangat
“Ini buat kamu” Ucap Reina
“Makasih” Ucap Ardian
Reina duduk disamping Ardian
“Kamu sekantor sama Tasya” Ucap Ardian
“Iya. Kamu sekantor sama bang dani” Ucap Reina
“Enggak” Ucap Ardian
“Sudah malam saya tidur dulu selamat malam” Ucap Reina
“Iya selamat malam” Ucap Ardian
“Gadis yang manis” Batin Ardian
.
.
.
.
.
.
.
Pagi ini Ardian bangun terlambat. Ardian melihat pemandangan yang membuatnya kesal
Ivan sedang bersama reina di dapur. Mereka terlihat sangat romantis
“Pagi mau makan” Ucap Reina melihat Ardian
Ardian hanya diam dan pergi
“Udah Ardian mungkin lagi banyak fikiran” Ucap Ivan
“Iya bang” Ucap Reina
Dani yang melihat kejadian itu menyimpulkan bahwa Ardian menaruh hati pada Reina
Ardian berada di kolam renang
“Loe suka sama Reina” Ucap dani
“Engga gak usah ngada ngada loe bro” Ucap Ardian
“Awas aja loe kalau Ivan duluan dapetin Reina loe jangan sakit hati” Ucap dani dan pergi
“Sialan” Batin Ardian
Malam ini mereka akan ke club malam namun Reina tidak ikut. Hanya Reina yang di villa
Hari ini ubud hujannya cukup lebat
Reina berada dikamar tapi ada suara ngetuk2
Reina fikir mereka pada pulang namun hanya Ardian saja yang pulang
“Yang lain mana” Ucap Reina
“Masih di club” Ucap Ardian
Ardian menuju dapur dan mengambil minuman
“Butuh sesuatu” Ucap Reina
Ardian diam dan meminum. Namun sorot matanya menajam melihat Reina dengan pakaiannya terbuka. Reina juga lupa kalau dia memakai pakaian terbuka
“Rein saya gak akan biarin kamu jadi milik siapapun kamu hanya milik saya” Ucap Ardian
Ardian mencium Reina dan membawa Reina paksa ke kamarnya
“Arrrdian apa yang kamu lakukan” Ucap Reina
Ardian mencium Reina dan merobek paksa baju tidur Reina. Nampaklah payudara Reina Ardian mencium payudara Reina dan meremasnya
“Ahhh Ardian lepasin ahhh sakit Ardian” Ucap Reina
Ardian membuka bajunya dan mereka berdua sudah telanjang
“Reina kamu hanya milik saya” Ucap Ardian
“Hiks jangan hiks” Ucap Reina
“Ini akan sedikit sakit saya akan pelan pelan” Ucap Ardian memasukan ujung penisnya ke vagina Reina
“Ahhhh sakitt” Desah Reina
JLEBBBBB
“Ahhhh hiksss sakit keluarin sakittt” Ucap Reina memukul dada Ardian
Darah perawan Reina menyelimuti penis Ardian
“Tahan Rein” Ucap Ardian
Plok plok plok plok plok plok
“Hiks sakit hiks” Ucap Reina
“Ahhh pelan pelan ahhh pelan pelan” Desah Reina
“Aku mau keluar ahhhh” Ucap Reina
“Vaginamu sempit banget Reina ahhh bersama Rein” Ucap Ardian
Crotttttt Ardian menyemburkan cairannya di rahim Reina
“Hiksss lepasin hikss” Ucap Reina
“Reina saya minta maaf saya cinta kamu. Kita tidur ya” Ucap ardia mengecup kening Reina
Ardia memeluk Reina dalam keadaan mereka telanjang dan penis Ardian masih menancap di vagina reina.
Bersambung…




