Rein bangun dalam keadaan sadar saat ini ia telanjang bulat dan disebelahnya ada pria yang sangat ia benci telah merengut keperawananya. Reina merasa ada yang menganjal di vaginanya karena ardian masih menancapkan penisnya didalam vagina Reina
Reina menangis
“Lepasin” Ucap Reina
“Reina saya bisa jelasin” Ucap ardian
“Lepasin hikss aku kotor banget hikss” Ucap Reina
“Sehabis pulang dari bali kita nikah” Ucap ardian
“Kamu gila setelah kamu melakukan ini kepada saya. Kamu gila setelah kamu memperkosa saya kamu mau menikahi saya dengan cara kotor” Ucap Reina
“Rein saya tadi malam tidak pakai pengaman dan menyemburkannya ke rahim kamu dan kamu pasti akan hamil” Ucap ardian dengan ancam
“Hiks kamu jahat ardian jahat hiks” Ucap Reina ardian memeluk Reina dengan posisi telanjang
Reina sudah tenang dan mau ke toilet. Namun saat akan beranjak vaginanya terasa perih
“Ahhhh” Ucap Reina
“Saya bantu” Ucap ardian
“Gak usah sentuh sentuh saya” Ucap Reina
“Rein saya bantu” Ucap ardian
Ardian pun mengendong reina ke kamar mandi tanpa perlawanan Reina
Ardian melihat noda darah di kasur. Artinya ardian yang pertama memecah keperawanan reinam ardian bangga dan tersenyum.
Ardian membayangkan kejadian tadi malam Reina begitu seksi dimatanya dengan payudara yang pas dimantanya
.
.
.
.
.
.
Dikamar mandi
“Kalau tau kejadiannya begini aku tidak mau ikut Tasya ke Bali hiks hiks bagaimana aku bisa melanjutkan hidup setelah ini hikss ya Tuhan maafkan aku. Ibu bapak maafkan aku tidak bisa menjaga diri hikss” Ucap Reina
Reina keluar kamar mandi sudah dengan baju yang lengkap dan melihat ardian di kasur
“Keluar kamu” Ucap Reina
“Rein dengarkan saya. Setelah pulang dari Bali kita menikah” Ucap ardian
“Saya gak mau menikah dengan laki laki seperti kamu hiks” Ucap Reina
“Setelah ini saya yakin kamu hamil. Dan mau di taruh mana muka kamu jika hamil. Tolonglah kamu ikutin semua. Kita nikah ya” Ucap ardian
“Kamu jahat ardian kamu jebak aku hiks” Ucap Reina
“Saya sayang dan cinta kamu Rein” Ucap ardian
“Hikss kamu jahat hikss” Ucap Reina
“Kamu makan dulu ya. Kamu pasti lapar. Saya sudah pesan tiket pesawat buat kita berdua ke Semarang” Ucap ardian
“Aku gak mau orang orang ada yang tau tentang kejadian ini. Termasuk orang tua ku atau orang tuamu” Ucap Reina
“Iya Rein” Ucap ardian.
Disinilah aku bersama ardian pria yang sudah memperkosa ku
Ardian membawaku kerumahnya. Rumah ardian sangat besar dan mewah. Apakah keluarganya mau menerimaku yang berasal dari keluarga biasa
“Masuk den dan non Reina tuan dan nyonya sudah menunggu” Ucap bibi
“Pah mah ini kenalin Reina calon istriku” Ucap Ardian
“To the point saja orang tua kamu kerja apa Reina” Ucap mama Ardian
“Orang tua saya pedagang sembako” Ucap Reina
“Gila kamu Ardian itu tidak sepadan dengan keluarga kita” Ucap mama Ardian
“Ma dengan restu atau tanpa restu mama kami akan tetap menikah” Ucap Ardian mengandengku pergi
“Papa restui kamu Ardian” Ucap papa
“Makasih pah” Ucap Ardian pergi mengandeng Reina
Reina dari tadi diam karena Ardian menikahinya hanya sebatas tanggung jawab
“Kita mampir makan dulu ya. Kamu nggak usah fikirin ucapan mamaku” Ucap Ardian
Reina hanya mengangguk
Ardian mengantar Reina kerumah orang tuanya. Dan mengatakan bahwa akan meminang Reina
“Saya titip Reina ya jaga Reina dengan baik” Ucap bapak Reina
“Iya Pak” Ucap ardian.
Bersambung…




