Reina, Nabilla dan Aldo sedang berada di Mall setelah menguras rekening ardian terutama kerjaan Nabilla dan Aldo kini mereka mampir makan di restauran sushi
“Kakak kenal bang ardian dimana” Ucap Nabilla
“Emmm dikenalin kak tasya temen kakak” Ucap reina
“Pacarnya bang dani ya kak” Ucap Aldo
“Kakak sabar sabar ya sama bang ardian. Abang itu sibuk, dingin, galak tapi sebenarnya hatinya lembut” Ucap Nabilla
“Ah kalau sama gue kok gak lembut” Ucap Aldo
“Kan bang Aldo nakal suka berkelahi” Ucap Nabilla
“Hehe gitu ya. Udah makan yuk terus kita pulang” Ucap reina
Seharian bersama kedua adik iparnya membuat reina nyaman. Adik iparnya menerima kehadirannya. Hanyalah waktu yang bisa menjawab kapan mama mertuanya akan menerimanya
.
.
.
.
.
.
.
Sesampai dirumah Ardian menunggu kedatangan mereka di ruang keluarga
“Kemana aja lama sekali” Ucap ardian
“Maaf ya abang soalnya sangking serunya Nabilla lupa waktu” Ucap Nabilla
“Iya. Sekarang kamu masuk kamar mandi terus istirahat” Ucap ardian mengelus rambut adik perempuannya
“Dada kakak dada abang” Ucap Nabilla
“Bang makasih ya traktirannya. Akhirnya gue dapat sepatu lari baru. Makasih kak reina” Ucap Aldo
“Pemerasan” Ucap ardian
“Biarin dong” Ucap Aldo
“Sekolah yang bener” Ucap ardian
“Siap bang” Ucap aldo meninggalkan pasutri itu
Ardian menghampiri istrinya mengekus rambut istrinya
“Kamu capek banget kelihatannya” Ucap ardian
“Engga kok” Ucap reina
“Seneng” Tanya ardian
“Iya seneng. Nabilla dan aldo anaknya seru dan baik” Ucap reina
“Hmmm abangnya mereka juga baik kan” Ucap ardian
“Ih apaan si kamu genit” Ucap reina meninggalkan ardian
.
.
.
.
.
.
.
Sesampai di kamar reina sudah mandi dan seger
“Mas aku packging sekarang aja kali ya. Biar besok gak buru buru” Ucap reina
“Besok aja kamu capek banget pasti” Ucap ardian
“Besok penerbangan jam berapa mas” Tanya reina
“Sore jam 3” Ucap ardian
“Mas sebelum pulang makan soto semarang dulu yuk” Ucap reina
“Kamu ngidam” Ucap ardian
“Iya aku belum cek” Batin reina
“Rein hallo reina” Ucap ardian
“Ya gimana” Ucap reina
“Kamu udah dapat bulan ini” Tanya ardian
“Belum” Ucap reina ketakutan
“Kamu jangan khawatir misal iya pun aku akan tanggung jawab karena aku ayahnya” Ucap ardian
“Tapi aku takut hikss” Ucap reina
“Hei kamu punya suami jangan takut. Kita testnya. Kemarin mas beli stock testpeck” Ucap ardian
Ardian mengambil dan memberikan ke reina. Reina mencoba ke toilet ardian menunggu di depan pintu toilet
Reina keluar toilet
Dan hasilnya tidak positif
“Maaf ya mas kalau kamu inginnya hasilnya positif” Ucap reina
“Hey sayang tandanya kita suruh pendekatan dulu. Suruh pacaran dulu. Kamu gak usah khawatir” Ucap ardian
“Iya mas” Ucap reina
“Kita tidur aja ya. Kamu capek banget kelihatannya” Ucap ardian
Akhirnya dua pasangan suami istri ini tidur dengan berpelukan.
Malam ini mama ardian jatuh sakit. Ardian membatalkan kepulangannya ke Jakarta begitu juga reina menambah masa cutinya
Reina membuatkan bubur untuk mama mertuanya
“Bu ini saya buatkan bubur saya bantu makan ya bu ibu belum makan” Ucap reina
“Ngapain kamu masuk kamar saya. Keluar kamu” Ucap mama ardian
PYARRRRRR
Reina mencoba membereskan pecahan itu
“Ahh” Reina terkena pecahan itu
Papa, ardian, Nabilla, Aldo dan bibi mendatangi kamar mama
“Mama kenapa mama pecahkan gimana kalau tadi reina terkena lebih parah dari ini” Ucap ardian
“Kamu mau belain wanita rendahan ini ardian. Kamu sudah bukan ardian yang dulu lagi hikss” Ucap mama
“Wanita yang mama anggap rendahan ini istri aku ma. Dia wanita yang baik” Ucap ardian
“Mass cukup aku gak kenapa kenapa. Mama lagi sakit mas” Ucap reina
“Tidak usah sok peduli kamu. Pergi semua pergi hiks” Ucap mama ardian
Reina mengajak suaminya ke kamar dan memberikan air putih
“Mas aku minta sama kamu jangan pernah bentak mama mas. Aku mohon hiks aku takut liat kamu marah seperti tadi mas” Ucap reina
“Maafin mas Rein mas gak suka mama berkata tidak tidak tentang kamu” Ucap ardian memeluk reina
“Mas aku gak papa” Ucap reina
“Kita pulang ya ke Jakarta” Ucap ardian
“Tapi mas mama lagi sakit mas. Mas tega” Ucap reina
Tok tok tok
“Non den nyonya” Ucap bibi
“Kenapa dengan mama bi” Tanya ardian
“Nyonya pingsan sekarang dibawa tuan kerumah sakit” Ucap bibi
“Mas ayo kita kesana” Ucap reina
.
.
.
.
.
.
.
.
Ardian, Reina, Nabilla, Aldo, Papa berada di rumah sakit menunggu mama.
Plakkkkk tamparan tangan ini mengenai pipi reina. Tamparan dari tante anggun adek mama ardian
“Gara gara kamu kakak saya masuk rumah sakit. Dasar menantu tidak tahu diri” Ucap tante anggun
“Tante jangan seperti ini sama istriku tante dia tidak tahu apa apa” Ucap ardian
“Kalau kamu gak nikah dan bawa wanita ini ke keluarga kita pasti kakakku tidak akan masuk rumah sakit” Ucap tante anggun
“Sudah anggun sudah. Kamu duduk kakak kamu seperti ini bukan karena reina. Tolong jaga sikap kamu” Ucap tegas papa ardian
Ardian membawa reina duduk
“Maafin saya Rein” Ucap ardian
“Mas kamu. Jangan banyak minta maaf lebih baik kita berdoa untuk mama” Ucap reina
“Hatimu sangan baik” Batin ardian
.
.
.
.
.
.
Setelah menunggu satu jam mama akhirnya sadar. Ardian harus kembali ke Jakarta tidak jadi cuti karena ada operasi mendadak. Koper semua sudah dibawa sopir menuju rumah sakit
“Ma aku pamit kembali. Mama sehat ya” Ucap ardian
“Bu saya pamit. Ibu jaga kesehatan” Ucap reina
Tidak ada tanggapan
.
.
.
.
.
.
Pesawat tiba di bandara. Barang2 reina di kos sudah dipindahkan di apartment ardian
Ardian tadi sesampai di bandara langsung menuju ke rumah sakit. Reina menuju ke apartment ardian
Disinilah reina berada. Hari ini reina akan memasak. Karena dibawah apartment ardian ada supermarket
Setelah memasak, membersihkan dapur, menara pakaian di lemari. Reina mandi selesai mandi ia menuju dapur untuk menata makanan.
Cklekkk
“Mas udah pulang” Ucap reina menuju ardian mencium tangannya
“Iya. Kamu masak apa hari ini” Ucap ardian
“Masak beef teriyaki. Mas mau kopi atau teh” Ucap reina
“Mau jahe hangat ada. Mas mandi dulu” Ucap ardian
“Ada.. Ok bos” Ucap reina
Selepas ardian mandi mereka berdua makan dengan penuh ketentraman.
“Capek banget ya hari ini” Tanya reina
“Iya ada operasi mendadak dan cukup memakan waktu” Ucap ardian
“Mas besok kerja” Ucap reina
“Iya kamu juga kan besok kerja” Ucap ardian.
Bersambung…




