Close Menu
Cerita SexCerita Sex
  • Warning!
  • Contact Us
  • Privacy Policy
  • Kirim Cerita Sex
  • Join Telegram
  • Video Bokep
  • Foto Bugil
  • Jav Sub Indo
X (Twitter) WhatsApp Telegram
Cerita SexCerita Sex
  • Contact
  • Warning!
  • Privacy
  • Kirim Cerita
  • ThePornDude
  • Bokep
Cerita SexCerita Sex
Home»Cerita Sex Populer»Rumah Kami Surga Kami

Rumah Kami Surga Kami

Petualangan HOT (Langkah Langkah Jalang)
Share Twitter Telegram WhatsApp Copy Link

Pada waktu nafsu birahi disalurkan, manusiawi sekali kalau sepasang manusia yang sedang melampiaskannya akan lupa daratan. Lupa segalanya. Apakah pada detik-detik pelampiasan nafsu birahi itu suka ada campur tangan setan, sehingga kelakuan pelakunya sering memperlihatkan gejala-gejala seperti sedang kerasukan?

Entahlah.

Yang jelas Sisi pun seperti tak menyadari celotehan-celotehan yang berlontaran dari mulutnya pada saat aku sedang gencar mengentotnya.

“Baaang… oooh… Baaang… ini luar biasa nikmatnya Baaang… oooh… entot terus Baaang… aku… aku merasa seperti sedang melayang – layang gini Baang… oooh… Baaaang… entot terus Baaang…”

“Gak nyesel perawanmu sudah kuambil?” tanyaku iseng.

“Sama Abang sih aku ikhlas Bang… aaaa… aaaaah… ternyata dientot ini enak sekali ya Bang… aaa… aaaah… rasanya sampe melayang – layang gini… Baaaang… ooo… ooooh… makin lama makin enak Baaaaang… Iya Bang… entot terus Baaang… ooo… ooo… ooooohhh… Baaaang …

Terlebih lagi setelah mulutku bersarang di ketiaknya… menjilati ketiak kirinya sambil meremas toket kanannya… Sisi semakin terlena-lena dan merem melek.

Bahkan pada suatu saat Sisi klepek klepek… berkelojotan dengan nafas tertahan – tahan.

Melihat gejala – gejala Sisi akan mencapai orgasme, aku pun siap – siap untuk ejakulasi. Karena kalau terlalu lama mengentotnya, aku takut kalau luka bekas pemecahan hymennya terlalu lebar.

Maka kupercepat entotanku sambil memperhatikan wajah cantik Sisi yang memucat. Lalu terdengar suaranya lirih, “Baaaaang… ooooh… Baaang… aku… aku ini kenapa seperti melayang – layang dan… dan takut jatuh… ooooo… !”

Lalu Sisi menahan nafasnya sambil mencengkram kedua bahuku erat – erat.

Pada saat yang sama, kudesakkan batang kemaluanku sejauh mungkin, sampai terasa menyundul dasar liang memek Sisi. Lalu kupertahankan posisi batang kemaluanku seperti itu.

Sebelum batang kemaluanku ejakulasi, masih sempat kurasakan liang memek Sisi seperti menggeliat sekujurnya… lalu terasa pula kedutan -kedutan erotisnya… diikuti dengan kejutan – kejutan batang kemaluanku yang sedang memuntahkan air mani.

Crot… croooottttttttt… crooootttttttt… crotcrotcrottt… croooottttt…!

Aku pun terkapar di atas perut Sisi. Sementara rona wajah Sisi mulai memerah lagi, namun sekujur tubuhnya jadi lemas lunglai.

Kemudian kutarik batang kemaluanku dari liang memek Sisi. Pandanganku pun langsung terpusat ke kain seprai di bawah bokong adik sepupuku. Memang ada darah di situ. Darah perawan putri tunggal Tante Salma.

Aku semakin sayang kepada adik sepupuku yang luar biasa cantiknya itu. Tapi masalah cinta… memang aneh… rasanya cintaku tetap hanya untuk Mamie seorang. Karena aku bukan kacang yang lupa pada kulitnya. Karena aku tahu diri, bahwa semua kemajuan yang telah kuperoleh, awalnya berasal dari Mamie.

Walau pun begitu, aku berjanji di dalam hati, bahwa aku takkan pernah menyakiti hati Sisi. Bahkan sebaliknya, aku akan memanjakannya seperti pemanjaan seorang ayah kepada anak bungsunya. Sekaligus ingin mendidiknya sampai benar-benar mampu mengelola hotelku.

Sementara itu…

Setelah dipertimbangkan sematang-matangnya, aku memutuskan untuk merombak kamar – kamar hotel lama, agar bisa dinaikkan levelnya jadi kamar hotel bintang tiga.

Bahkan aku ingin agar keadaan di hotel lama lebih nyaman daripada hotel baru yang belum dibuka juga itu. Untuk itu aku memutuskan untuk menggabungkan dua kamar jadi satu kamar, dengan membobok dindingnya untuk dijadikan pintu. Dengan demikian setiap kamar yang sudah digabungkan itu jadi punya rung tamu yang tadinya satu kamar gaya lama.

Dengan sendirinya 100 kamar di hotel lama menjadi 50 kamar saja. Dengan demikian hotelku takkan dijadikan melati tiga dan bintang tiga. Semuanya jadi hotel bintang tiga. Yang terdiri dari 50 kamar di hotel yang tidak bertingkat dan 250 kamar di hotel yang empat lantai itu. Tarifnya pun malah lebih mahal di hotel lama yang sudah direnovasi itu.

Semuanya itu dibangun dalam tempo yang singkat. Hanya butuh waktu dua bulan saja untuk mengerjakan proyek perombakan kamar-kamar di hotel lama itu.

Dengan sendirinya semua karyawan-karyawati dirumahkan semua, kecuali petugas security saja yang tetap aktif.

Setelah grand opening, barulah mereka bekerja kembali dengan status yang berubah. Istilah kepala bagian tidak ada lagi. Diganti menjadi manager. Kepala bagian personalia menjadi manager HRD, kepala bagian keuangan menjadi manager keuangan, kepala bagian operasional menjadi manager operasional, kepala bagian pemasaran menjadi manager marketing dan sebagainya.

Tentu saja gaji mereka pun naik semua. Dengan sendirinya mereka tampak semakin bersemangat melaksanakan tugasnya masing – masing. Karena selain gajinya p[ada naik, mereka pun ikut bangga bekerja di hotel yang sudah dinaikkan levelnya jadi hotel bintang tiga. Bahkan banyak yang bilang bahwa hotelku ini hotel bintang empat dengan tarif bintang tiga.

Waktu grand opening itu Papa dan Mamie juga hadir. Mereka merasa bahagia melihat kemampuanku untuk mengembangkan hotel pemberian Mamie ini.

Mama, Mbak Ayu dan Mbak Ita pun kuundang. Tapi yang hadir hanya Mbak Ita. Pada waktu berjabatan tangan dan cipika-cipiki denganku, Mbak Ita masih sempat berbisik, “Meski sudah menjadi big boss, jangan lupakan aku ya Sam. Aku selalu kangen padamu.”

Aku cuma tersenyum sambil mengangguk. Karena tamu undangan cukup banyak yang hadir di convention hall.

Yang paling membahagiakanku, Frida, Aleksandra dan Halina hadir dan selalu membentuk kelompok sendiri, pertanada solidnya persahabatan mereka.

Sementara itu Yoga sudah menikah dengan Wulan. Kemudian kuhadiahi sebuah rumah kecil tapi tanahnya cukup luas. Kalau Yoga mau dan ada duitnya, nanti rumah itu bisa dikembangkan.

Di hotel, Yoga kutempatkan sebagai manager logistik. Sementara Wulan kutempatkan di kitchen sesuai dengan pendidikannya.

Pada suatu hari… ketika aku baru mengaktifkan laptop untuk memeriksa laporan manager-managerku, interphone berdering. Kubuka dan terdengar suara dari bagian security, “Selamat pagi Boss. Ini ada tamu, katanya masih keluarga Boss dari Ternate, bernama Rike Mariah.”

Aku terkejut. Tante Rike itu adik Papa. Sementara adik ibu kandungku ada juga yang namanya mirip, yakni Tante Reki. Yang satu Rike, yang satu lagi Reki.

“Ya, antarkan dia ke ruang kerjaku,” sahutku.

“Siap Boss !”

Laptop pun ku-shutdown lagi. Lalu berdiri untuk menyambut kedatangan Tante Rike yang adik Papa dan adik Tantew Salma itu. Ya, kalau tidak salah usia Tante Rike itu adik Tante Salma. Sementara Tante Rae adik bungsu Papa, tapi berlainan ibu. Kalau Tante Rose, Tante Salma dan Tante Rike itu adik-adik Papa yang seayah dan seibu.

Pintu terdengar diketuk dari luar.

“Yaaa… buka aja !” seruku.

Pintu pun terbuka. Seorang wanita berhijab berdiri di ambang pintu masuk. Seorang satpam mengantarnya masuk, kemudian kembali lagi setelah pamitan padaku.

“Tante Rike?!” seruku.

Tante Rike merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum manis. Aku pun menghambur ke dalam pelukannya dengan perasaan kangen sekali. Ngocoks.com

Lama aku berpelukan dengan tanjteku yang pada waktu aku masih kecil suka mengasuhku dengan penuh kasih sayang itu.

“Kamu sangat berubah Sam,” ucap Tante Rike setalah duduk di sofa berdampingan denganku, “Kalau ketemu di jalan, pasti aku lupa lagi padamu.”

“Tante juga jadi berubah sekali. Kalau dulu cantik, sekarang sangat – sangat cantik sekali… !”

“Masa sih?! Aku jadi cantik sekali di matamu?” tanya Tante Rike asambil merapatkan pipinya ke pipiku.

“Serius Tante. Dalam keadaan berhijab saja Tante kelihatan cantik sekali. Apalagi kalau rambutnya tidak tertutup oleh hijab.”

“Ohya?! Boleh dong aku dipacari sama kamu selama berada di kota ini ya?”

“Siapa takut pacaran sama Tante? Soalnya aku masih ingat benar, waktu aku masih kecil, Tante sering membelikanku mainan. Lalu mengajak main ke sana-sini. Makanya sekarang kangen banget, Tante.”

“Aku juga kangen banget sama kamu Sam. Ohya, kata papamu, sekarang kamu sudah punya istri tiga orang. Yang kedua dan ketiga cewek bule pula katanya ya.”

“Ya begitulah Tante. Takdirku sudah tersurat harus seperti ini.”

“Kamu meang ganteng Sam. Cewek mana pun bisa kamu gaet.”

“Ohya… Tante sama siapa ke sini?”

“Sendirian aja.”

“Nggak sama anak-anak?”

“Anak – anak siapa? Aku kan belum punya anak Sam.”

“Ohya? Masih merepet rapet dong itunya,” ucapku sambil menunjuk ke bawah perut Tante Rike.

“Apaan? Memekku? Hihihi… tentu aja masih seperti memek gadis, karena belum pernah brojolin bayi. Emangnya kamu mau nyobain?”

“Sapa takut? Mau Tante… serius nih… mauuu,” sahutku sambil menepuk-nepuk bagian bawah perut Tante Rike.

“Buat keponakan tersayang sih apa pun yang diminta pasti kukasih. Aku mau lama sekali tinggal di kota ini.”

“Terus suami Tante ditinggalin begitu aja?”

“Biarin aja. Habisnya gara-gara nggak punya anak terus, dia malah kawin lagi sama cewek yang lebih muda. Nggak taunya sampai lima tahun dia punya istri muda, nggak punya anak juga. Makanya aku minta izin mau pulang ke kampung halaman selama setahun. Eee… dia langsung ngasih izin. Mungkin biar puas dekapin istri mudanya.

“O gitu ya? Biarin aja, selama di sini aku aja pengganti suaminya ya.”

“Serius?”

“Serius Tante.”

“Tapi selama di sini, dari mana aku nyari duit buat makan sehari-hari… selama setahun lho… !”

“Soal itu sih jangan dipikirin. Tante boleh tinggal di salah satu kamar hotel ini.”

“Dari mana aku punya duit untuk bayar kamarnya? Hotel ini kan hotel berbintang. Pasti mahal tarifnya.”

“Untuk tanteku tersayang, kamar di hotel ini gratis. Mau tinggal lima tahun juga tetap gratis selama aku masih tetap menjadi pemiliknya. Untuk keperluan sehari-hari, aku bantu deh secukupnya. Syaratnya cuma satu…”

“Apa syaratnya?”

“Tante harus jadi milikku selama tinggal di sini.”

“Hihihi… itu sih bukan syarat. Malah aku juga pengen nyobain kontol anak muda… sekalian mau balas dendam sama suamiku… !”

Gilanya, obrolan hot ini membuat tombak pusakaku jadi ngaceng berat. Maka tanpa ragu kutarik ritsleting celana panjangku, lalu kuselinapkan tanganku ke balik celana dalam. Dan kusembulkan kontolku sambil berkata, “Ini nih yang bakal ngentot Tante selama tinggal di hotel ini…!”

“Anjriiit! “Tante Rike terbelalak sambil memegang penis ngacengku, “Kontolmu segede ini Sam?! Waaah… pasti aku merem melek dientot sama kontol sepanjang dan segede ini sih… ini sudah ngaceng pula Sam… !”

“Iya. Soalnya aku ngobrol sambil ngebayangin memek Tante…”

Meski memakai gaun jubah, Tante Rike bisa menyingkapkan jubahnya itu sampai ke perut, kemudian menarik celana dalamnya ke samping, “Nih… memekku kayak gini bentuknya…”

“Wah… memeknya gondrong sekali. Sudah lama aku gak ngerasain enaknya ngentot memek berjembut lebat gini Tante,” ucapku sambil mengusap-usap jembut Tante Rike.

“Anak muda zaman sekarang kan senengnya sama memek botak. Tapi kata orang fanatik sama memek berjembut sih, bilang bahwa memek botak itu kayak tahu kebanting… lalu bentuknya kelihatan kayak memek botak hihihihiii… !”

“Aku sih memek botak suka memek gondrong juga suka. Yang botak dan yang gondrong punya kelebihan masing-masing.”

Sesaat kemudian aku memijat nomor front office di pesawat interpohone. Lalu terdengar suara, “Selamat siang Boss. Ada yang bisa kami bantu?”

“Room yang di bawah ada yang kosong?” tanyaku.

“Wah… yang di bawah full booked Boss.”

“Di belakang gimana?”

“Di belakang yang banyak kosong di lantai empat Boss.”

“Kamar empat nol satu kosong nggak?”

“Empat nol satu kosong Boss.”

“Ya udah. Kamar itu mau dipakai oleh keluargaku.”

“Siap Boss.”

Kemudian kupanggil bellboy, untuk membawa dua tas besar punya Tante Rike ke kamar 401 di lantai empat. Aku pun mengajak Tante Rike ke arah pintu lift yang kuarahkan ke lantai empat.

Setelah kami masuk, bellboy menyerahkan electronic key-nya padaku. Kemudian mohon izin untuk kembali ke lantai dasar.

Setelah beradai di dalam kamar 401, Tante Rike memandang keadaan di dalam kamar itu. Termasuk kamar mandi dan toiletnya diperiksa. Lalu memandang ke luar kamar yang terletak di sudut lantai empat itu lewat jendela kaca.

“Wah… hotelmu ini mewah sekali Sam. Dijadikan hotel bintang lima juga layak, “katanya sambil menepuk bahuku.

“Iya. Di situ nanti kita saling lampiaskan birahi kita,” sahutku sambil menunjuk ke bed berukuran luas, yang bisa masuk untuk tidur empat orang.

“Kapan? Sekarang aja ya. Mumpung aku lagi horny nih.”

“Boleh.”

“Sebentar… aku mau pipis dulu ya,” kata Tante Rike sambil bergegas melangkah ke arah kamar mandi.

Pada saat itulah aku melepaskan segala yang melekat di tubuhku. Dalam keadaan telanjg inilah aku melompat ke atas bed dan merebahkan diri sambil menarik selimut sampai menyelimuti sekujur tubuhku. Hanya kepala saja yang tidak kuselimuti.

Sesaat kemudian Tante Rike muncul dalam keadaan yang sudah berubah. Baju jubah dan jilbabnya sudah tak dipakai lagi, mungkin ditinggalkan di kamar mandi. Lalu kelihatan Tante Rike begitu seksinya, karena rambutnya tergerap lepas, sementara tubuhnya cuma ditutupi oleh binnenjurk (pakaian dalam) yang sangat tipis dan transparant, sehingga sekujur tubuhnya nampak dengan jelas.

“Kenapa malah sembunyi di balik selimut?” tanya Tante Rike sambil naik ke atas bed.

“Mau ngajak satu selimut berdua,” sahutku sambil tersenyum.

Tante Rike pun mengangkat sisi selimut yang kosong, lalu masuk ke dalam, berdampingan denganku. Tangannya pun merayap, pas ke arah alat kejantananku. Dan terperanjat, “Waaaw… kamu udah telanjang Sam?”

“Kan Tante juga udah nyaris telanjang,” sahutku sambil menggerakkan tanganku ke arah paha Tante Rike, lalu menyelinap ke balik binnenjurk-nya, membuatku langsung pada sasaran. Langsung memegang memeknya yang berjembut lebat itu.

Karena ingin melihatnya dengan dari jarak dekat, kusingkapkan selimut yang menyelimuti kami berdua, sehingga jelaslah semuanya.

###

Tadi Tante Rike hanya menarik celana dalamnya ke samping. Dan aku menemukan jembut yang begitu lebatnya.

Tapi kini mataku sangat dekat dengan memek Tante Rike yang tak tertutup apa-apa lagi, karena gaun dalamnya sudah kusingkapkan ke atas. Ternyata Tante Rike hanya memelihara jembut di bagian atas kemaluannya, lebih tepatnya di atas kelentitnya. Sehingga dari kelentit ke bawah, tiada jembut selembar pun.

Kenyataan ini membuatku girang. Karena jembutnya takkan mengganggu jika aku akan menjilati memek dan kelentitnya.

Tante Rike pun melepaskan gaun dalamnya, sehingga jadi telanjang bulat seperti aku.

Tentu saja aku tidak langsung menyerang memeknya. Karena aku ingin menghimpitnya dulu, sambil menciumi pipi, bibir, leher dan pentil toketnya.

Bahkan ketiaknya yang bersih dari bulu ketiak, kujilati dengan lahap, sementara toket yang disampingnya kuremas-remas dengan lembut.

Akhirnya aku melorot turun, sampai wajahku berhadapan dengan memek Tante Rike yang gondrong di bagian atasnya itu, sementara dari itil ke bawahnya bersih dari jembut.

Tante Rike pun seperti mengerti apa yang akan kulakukan. Sepasang paha putih mulusnya dikangkangkan selebar – lebarnya, sehingga aku bisa menciumi memeknya seleluasa mungkin. Lalu menjilatinya sambil mengusap-usap jembut lebatnya di atas kelentitnya.

Tante Rike mulai menggeliat-geliat erotis. Mungkin sedang keenakan akibat jilatanku di memeknya.

Terlebih lagi setelah jemari kiriku menggesek – gesek kelentitnya, sementara jari tangan kananku menyodok-nyodok liang memeknya yang ternyata masih kecil, sedangkan lidahku tetap menjilati celah kemaluannya yang mulai membasah.

Tante Rike pun mulai gedebak gedebuk dan merintih – rintih serotis, “Saaaam… dududududuuuuuhhh… edan… edaaan… ini edan banget rasanya… bikin aku seperti melayang-layang gini Saaam… aaaaah… kamu ternyata sudah pandai menjilati memek ya Saaam… oooooh… rasanya sampai seperti kesetrum dari kaki sampai ke ubun – ubun, Saaaam…

Namun aku mersa liang memek Tante Rike sudah cukup basah. Sehingga tanpa diminta pun aku langsung berlutut di antara kedua kaki Tante Rike sambil meletakkan moncong zakarku di mulut vagina tanteku yang cantik sekaligus manis ini.

Menyadari kalau aku akan mengeksekusinya, Tante Rike menarik kedua lututnya sejauh mungkin, sampai berada di kanan kiri sepasang toket berukuran sedangnya.

“Biar kontolmu bisa masuk semuanya, jangan ada yang tersisa,” kata Tante Rike dengan sorot pandang yang sudah liar… sebagai tanda sudah sangat horny.

Tanpa buang-buang waktu lagi, kudorong penisku sekuat tenaga. Dan melesak amblas… benar-benar masuk semuanya seperti yang Tante Rike inginkan… blessssssskkk…!

“Anjriiiitttt… gedenya kontolmu Saaaam… sampai seret begini… !” pekik Tante Rike dengan suara tertahan pada saat batang kemaluanku sudahterbenam seluruhnya di liang memeknya yang terasa sempit menjepit ini.

Dan… ketika aku mulai mengayun zakarku perlahan – lahan… edaaan… liang memek Tante Rike ini terasa legit sekali. Membuatku makin bersemangat untuk mengentotnya.

Maka dengan penuh gairah aku mulai mengentotnya dalam gerakan yang agak cepat… makin lama makin cepat… diiringi oleh rintihan – rintihan erotis Tante Rike.

“Anjriiit… Saaam… oooo… oooooh… Saaaam… ooo… ooohhhh… kontolmu ini luar biasa… enak sekali Saaaam… ooooh… entot terus Saaaam… iyaaaaa… iyaaaa… entot terusssssss… entooooottttt… entoooootttt… Saaaaam… entoooooottttt… enak Sam… enak sekali …

Mendengar rintihan erotis Tante Rike itu, aku jadi makin bersemangat mengentot liang memeknya yang tengadah ke atas, sementara aku mengentotnya sambil berlutut. Dan sepasang paha Tante Rike menumpang di kedua pahaku.

Dalam posisi seperti ini, aku bisa leluasa menekankan jempolku ke kelentit Tante Rike, lalu memutar – mutarnya sambil menekan kelentitnya.

Spontan Tante Rike merintih, “Iyaaa Saaam… sambil gesek – gesek terus itilku Saaam… iyaaaa… entot terus sambil gesek itilnya Saaam… itilnya… iiitiiilnyaaaaa… gesek terussssssss… ooooh… ini sih luar biasa Saam… belum pernah aku merasakan dientot yang seeenak iniii… entot terus Saaam…

Tante Rike menggelepar – gelepar sambil meremas – remas kain seprai. Dengan wajah dan leher yang sudah berkeringat.

Sampai akhirnya Tante Rike berkelojotan… berkelojot – kelojot terus… lalu mengejang tegang… dengan mata melotot ke arah langit – langit kamar 401 itu.

Aku sadar bahwa Tante Rike akan mencapai orgasme. Karena itu kugenjot terus penisku habis-habisan. Sampai akhirnya kudorong penisku sedalam mungkin… tanpa kugerakkan lagi… karena ingin menikmati indahnya perempuan di puncak orgasmenya.

Benar saja. Liang memek tanteku berkedut – kedut kencang… lalu terasa lendir libido hangatnya muncrat… mungkin dia sedang mengalami squirt, tapi tersumpal oleh kontolku.

Setelah tubuh Tante Rike melemah, kucabut batang kemaluanku dari liang memeknya. Lalu menghimpitnya sambil menciumi pipi dan bibirnya. “Sudah orgasme ya?” bisikku.

“Iyaaa… kontolmu enak sekali sih… jauh beda dengan kontol suami keparat itu… !” sahutnya.

“Emangnya kontol suami Tante seperti apa?” tanyaku sambil mempermainkan pentil toketnya.

“Kontol suamiku sih kecil. Mainnya juga gak selengkap kamu. Pake gesek – gesek itil segala. Dan sekarang… kamu belum ngecrot kan?”

“Belum,” sahutku, “Biar Tante istirahat dulu. Nanti kalau udah siap dientot lagi, kita lanjutkan.”

“Mau doggy?” tanyanya.

“Mau, “aku mengangguk.

“Ya ayo… aku udah gak lemes lagi kok,” kata Tante Rike sambil menelungkup, lalu mengangkat pantatnya jadi menungging.

Aku pun berlutut di depan bokong Tante Rike. Sambil menepuk – nepuk pantatnya berklali – kali. Plokkk… ploookkk… plooookkkkk… ploooookkkk…!

Lalu dengan mudahnya aku membenamkan kontolku ke liang memek yang masih becek itu. Liang memek yang ditunggingkan itu. Blsessss… membenam lagi dengan mudahnya, karena memek Tante Rike dalam keadaan becek dan licin sekali.

Sambil memegang kedua buah pantat Tante Rike, aku pun mulai menggenjot penisku dengan lancarnya.

Mendadak aku teringat Mama Ken. Ibu mertuaku itu paling senang kalau pantatnya ditampar-tampar sekuatnya, sampai menimbulkan bekas merah kehitaman.

Aku mencoba apakah Tante Rike suka diperlakukan seperti itu atau tidak. Maka kucoba menampar pantatnya yang kiri sekali dan yang kanan sekali tampar juga.

Plaaaaakkkkkh! Plaaaaaaaaakh!

“Sam! Iya betul! Tamparin pantatku seperti itu Sam. Enaaak… !” seru Tante Rike yang sedang memeluk duas buah bantal sekaligus.

Aku pun mengulanginya. Menampar – nampar sepasang buah pantat Tante Rike dengan tamparan yang lumayan kencang. Pllllaaaakh… plaaaaaaaakkkkkhhhh… plaaaaak… plaaaaaaakkkkk… plaaaaaaaakkkk… plaaaakkkkk…!

“Iya Sam enak dientot sambil ditamparin pantat kayak gitu… terusin Saaam… !”

“Gak sakit Tante?”

“Sakit tapi nikmat… nikmat sekali… ayo tamparin terus sampai merah kayak bekas kerokan…! Dikerok juga sakit, tapi enak sesudahnya… !“

Begitulah… atas permintaan Tante Rike, kutampar – tampar sepasang buah pantatnya sekeras mungkin. Bahkan sampai telapak tanganku agak pedih juga dibuatnya.

Plaaaaaak… plaaaaaaakkkkk… plaaaaaakkkk… plaaaaaaaaakkkkh… plaaaaakkkkk… plaaaakkkkkkhhhh… plaaaaaaaaakkkkkhhhh…!!!

Sementara entotanku makin lama makin garang. Memang nikmat sekali, karena liang memek Tante Rike benar-benar legit.

Sampai akhirnya tanteku berkelojotan lagi, lalu mengejang dan ambruk setelah mencapai orgasmenya yang kedua.

Gara-gara tubuh Tante Rike ambruk, batang kemaluanku pun terlepas dari liang memeknya.

Lalu Tante Rike menelentang kembali sambil berkata, “Lanjutkan dalam posisi biasa aja Sam. Nungging terus pegel juga sih.”

“Iya deh,” sahutku sambil membenamkan kontolku ke dalam liang memek Tante Rike yang becek lagi.

Entah kenapa, aku suka memek yang becek setelah orgasme. Karena hal itu bisa kuanggap sebagai tanda bahwa aku berhasil menciptakan kepuasan untuk pasangan seksualku. Ngocoks.com

Kemudian aku menghempaskan dadaku ke atas sepasang toket Tante Rike. “Bagaimana? Tante puas nggak?” tanyaku dengan batang kemaluan yang masi terbenam di dalam liang memek Tante Rike dan belum diayun.

“Puas sekali, Sayaaaang…” sahut Tante Rike sambil menepuk – nepuk pipiku. “Bahkan baru sekali ini aku merasakan puasnya disetubuhi. Ayo entotin lagi kontolmu, Sam Sayaaang… !”

Aku pun mulai mengentotnya lagi. Dan kembali aku teringat bahwa Mama Ken senang sekali kalau leher dan buah dadanya dicupangi. Hal itu pun ingin kupraktekkan pada Tante Rike. Sambil ingin melihat seperti apa reaksinya nanti.

Maka aku pun mulai menjilati lehernya disertai dengan gigitan-gigitan kecil. Terkadang kusedot lehernya sekuat mungkin, sampai meninggalkan bekas merah kehitaman.

“Duuh Saaam… kamu ini tau aja yang paling kusukai… ayo cupangin deh leherku sebanyak mungkin,” ucap Tante Rike.

“Nanti ada bekas menghitam di leher Tante gak apa-apa?” tanyaku.

“Nggak apa. Kan jauh dari suami. Nanti tutupin aja sama syal atau selendang, biar gak kelihatan bekas merah – merahnya.”

Aku tersenyum sambil mempergencar entotanku, sementara aku terus-terusan mencupangi lehernya, sehingga cukup banyak bekas merah menghitam di leher Tante Rike yang sudah basah oleh keringatnya.

“Toketnya juga cupangin ya,” kataku setelah membuat totol merah kehitaman lima buah di leher Tante Rike.

“Iya… kamu tau aja sih di mana letak nyupang yang cocok. Tapi pentilnya sih jangan dicupangin ya,” sahut Tante Rike.

Lalu kualihkan sasaran mulutku, untuk mencupangi badan toket Tante Rike, sambil melanjutkan lagi entotanku yang belum selesai ini.

Tante Rike pun merintih – rintih erotis lagi, “Duh… Saaam… Saaam… enak sekali kontolmu ini Saaam… aku pasti bakal orgasme lagi Saaam… Ayo entrot terus yang kenceng… iyaaaaaa… iyaaaaaaaa… iyaaaa… entot terus Saaam… Entot teruuuusssssss… oooo… ooooh …

Sementara aku semakin asyik mengentot tanteku sambil mencupangi badan toketnya, sampai meninggalkan bekas merah kehitam-hitaman.

Saking enaknya, aku mulai merasakan detik – detik krusialku. Detik – detik menjelang ejakulasi.

“Tante.. aku udah mau ngecrot nih…” ucapku terengah.

“Iyaaa… aku juga udah mau lepas Sam.. ayo lepasin bareng – bareng biar nikmat… !” sahut Tante Rike sambil menggoyangkan pinggulnya secara edan – edanan.

Maka dengan penuih gairah kugenjot ayunan penisku sekencang mungkin. Sampai akhirnya kubenamkan kontolku sedalam mungkin… sementara Tante Rike pun terkejang – kejang sambil meremas-remas rambutku.

Dan aku merasakan sesuatu yang terindah itu. Bahwa liang memek Tante Rike berkedut – kedut kencang lagi bersamaan dengan mengejut – ngejutnya batang kemaluanku yang tengah memuntahkan cairan kental hangatnya…!

Croootttt… crooooottttt… crotcrottt… crooootttt… crottttcrottt…!

Pada saat sedang ejakulasi ini, kuremas sepasang toket Tante Rike sekuatnya… tapi Tante Rike tidak memekik kesakitan… Tante Rike cuma meremas rambutku sambil memejamkan matanya. Mungkin sedang enak-enaknya menikmati puncak orgasmenya berbarengan dengan ejakulasiku.

Lalu kami sama – sama terkapar di pantai kepuasan.

Dan terdengar bisikan Tante Rike di telingaku, “Semoga jadi anak kita, ya Sam.”

Aku hanya mengiyakan. Meski belum bisa membayangkan bagaimana kalau Tante Rike hamil olehku kelak.

Tapi apa yang mau terjadi, terjadilah. Whatever will be, will be…!

Setelah bersih – bersih di kamar mandi, Tante Rike menghampiriku yang masih terlentang di atas bed. Dalam keadaan masih telanjang Tante Rike menelungkupi dadaku.

“Aku benar-benar ingin hamil olehmu Sam,” ucapnya sambil mengelus – elus rambutku dengan lembut.

“Tapi aku takkan boleh menikahi Tante secara resmi.”

“Nggak apa-apa. Kita memang takkan bisa menikah. Karena aku ini adik kandung papamu. Yang penting, asal disediakan rumah aja untuk membesarkan anak kita. Tak usah besar-besar. Rumah type 45 juga cukup.”

“Iya. Itu sih bisa kuwujudkan. Dan aku akan menyetubuhi Tante secara rutin. Hanya pada waktu Tante datang bulan saja aku akan istirahat mengentot Tante.”

“Mudah – mudahan aja aku tidak menstruasi lagi. Kalau tidak menstruasi kan berarti aku mulai hamil, Sayang.”

“Oh iya ya. Mmmm… sebenarnya kalau rumah sih sudah ada. Mau lihat – lihat rumahnya?”

“Boleh. Malah mendingan tinggal di rumah daripada tinggal di hotel begini sih.”

“Ayo sekarang aja kita tengok rumahnya.”

“Sebentar ya… kayaknya aku harus mandi dulu Sam. Tadi baru bersihin memek doang. Belum mandi.”

“Ayo kita mandi bareng aja. Aku juga perlu mandi, biar bersih dari keringat.”

Lalu kami mandi bersama. Di dalam kamar mandi ini diam – diam kuperhatikan terus bentuk tubuh Tante Rike ini. Memang sangat bagus bentuk tubuh tanteku yang satu ini. Wajahnya pun cantik. Takkan memalukan diajak ke tempat ramai sekali pun. Ap;alagi kalau sudah kudandani dengan pakaian mahal. Pasti orang takkan mengira kalau dia itu tanteku.

Bersambung…

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
Berlanjut Bersambung Cantik Ibu Kandung Ibu Muda Keluarga Kenangan Kenikmatan Mesum Ngentot Pengalaman Petualangan Sedarah Tergila Ternikmat Umum
Share. Twitter Telegram WhatsApp Email Copy Link
Previous ArticleKeluarga Pak Trisno
Next Article Petualangan Rikku
ceritasex

    Ngocoks adalah situs dewasa yang berisi kumpulan cerita sex tergres yang di update setiap hari. Jangan lupa bookmark situs ini biar tidak ketinggalan cerita dewasa lainnya, -terima kasih.

    Related Post

    9.6

    Dampak Suami Loyo

    9.6

    Embun Birahi

    9.7

    Istri Muda Binal

    9.7

    Anak Lurah

    9.8

    Ustadzah Alisha

    9.7

    Kopi Ginseng

    Follow Facebook

    Recent Post

    Dampak Suami Loyo

    Embun Birahi

    Istri Muda Binal

    Anak Lurah

    Ustadzah Alisha

    Kopi Ginseng

    Hasrat yang Tak Tertahankan

    Siasat Paras Elok

    Manajer Perusahaan Multinasional

    Derita Miranda

    Kategori

    Terekspos

    Ngocoks.com adalah situs dewasa berisi kumpulan cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot dengan berbagai kategori seperti perselingkuhan, perkosaan, sedarah, abg, tante, janda dan masih banyak lainnya yang dikemas dengan rapi dan menarik.

     

    ✓ Update Cerita Sex Setiap Hari
    ✓ Cerita Sex Berbagai Kategori
    ✓ 100% Kualitas Cerita Premium
    ✓ Semua Konten Gratis dengan Kualitas Terbaik
    ✓ Semua Konten Yang Diupload Dipilih & Hanya Update Konten Berkualitas

     

    Cara Akses Situs Ngocoks

    Akses menggunakan VPN atau kamu bisa juga akses situs Ngocoks ini tanpa VPN yang beralamat ngocoks.com kalau susah diingat, Silahkan kamu buka saja Google.com.sg Lalu ketikan tulisan ini ngocoks.com, terus klik halaman/link paling atas situs NGOCOKS no 1 di Google. Selamat Membaca!


     

    Indonesian Porn Fetish Sites | Indonesian Porn List | Ulasan Bokep Indonesia

    © 2026 Ngocoks - Support by Google Inc.
    • Warning!
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Kirim Cerita Sex
    • Channel Telegram

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.